joong sama neo sedang di dapur, yang lain pada ke kamar masing-masing. tapi neo malam ini tidak akan tidur di kamarnya, karna dia di suruh tidur di kamar joong.
"tck, sialan gue disuruhh tidur sama lo lagi" ucap joong, memakan nasinya. dia lapar karna tadi cuma makan dikit.
sedangkan neo sedang makan donat yang tadi di beli khaotung.
"halah, waktu kecil lo ngerengek tu minta tidur sama gue" kata neo "lo bilang, papi papi mau tidul baleng phi neo, terus nangis" neo memperagakan dan membuat suara seperti anak kecil.
joong gak terima, karna di lebih-lebihkan sama neo.
"sialan, nggak ya, gue gak pernah" joong mengelak.
neo hanya tertawa, joong menatapnya kesal.
"gimana?" tanya neo.
joong menaikkan sebelah alisnya.
"apanya?" tanya joong balik.
"perasaan lo. lo udah tau kondisi dunk sekarang, gimana perasaan lo?" tanya neo, mukanya jdi lebih serius.
joong tidak langsung menjawab, dia bersandar pada kursinya, lalu menatap makan malamnya.
"lega, karna tau kalau dunk baik-baik aja. tapi disisi lain gue juga masih sedih banget, gimana hubungan gue kedepannya?" joong masih pusing mikirin gimana kedepannya.
joong gak mau kalau harus ninggalin dunk, bagaimana pun caranya mama dunk harus merestui hubungan mereka.
"semuanya butuh waktu, setiap hubungan pasti ada aja cobaannya, kalau mau mulus kek pantat bayi. gausah pacaran" kata neo memakan potongan donat terakhirnya.
.
.
dunk sedang bersandar di kasur, mereka sedang duduk di bawah kasur, menunggu dunk untuk cerita.
"gue capek sebenarnya" ucap dunk. dia sudah merasa tenang, jadi dia bisa dengan mudah bercerita.
"kenapa lo gak bilang sama kita?" ucap chimon.
dunk menghela nafas "bukan gak bilang, hp gue di ambil sama mama, gue kesini jalan kaki tanpa hp dan uang"
"mama lo gak pernah berubah ya" kata leng.
dunk menunduk. mamanya dari dulu memang pada pendiriannya, tidak bisa di bantah, kalau dia berkata ini, maka dunk harus melakukan ini, seolah-olah dunk akan terluka kalau dia tidak menuruti mamanya.
dunk sudah muak karna merasa tidak bebas, makanya malam ini dia membantah karna dia tidak ingin soal cinta pun mamanya ikut campur.
"gue gatau kapan mama gue berubah, gue capek harus nurutin semua kemauan mama"
"ini berat banget buat lo, lo pasti capek banget" chimon mengusap punggung dunk dengan lembut.
"iyaa, maaf kita gabisa bantu. kita cuma bisa nenangin lo kaya gini" leng ikut mengusap bahu dunk.
dunk tersenyum terharu, setidaknya, dia masih ada orang-orang baik di sekitarnya.
"makasih, kalian denger gue curhat aja itu udh lebih dari cukup" dunk memeluk sahabatnya.
.
.
di sekitar jam 3 subuh, dunk belum bisa tidur, dia hanya menatap langit-langit kamar yang gelap. teman-temannya sudah tidur, mereka tidak tidur di kasur melainkan tidur di bawah.
dunk menghela nafas, dia kepikiran dengan keluarganya, dia tau kalau mamanya pasti mencarinya. tapi dunk masih belum mau pulang, dia belum siap untuk bertengkar dengan mamanya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
EARTHMIX FAMILY
Fiksi PenggemarGak tau mau buat apa,buat kek beginian karna gabut😌
