neo sedang menunggu first bicara sama khaotung, dia sedang berpikir apa yang lagi mereka bicarakan.
di saat sedang duduk di kantin, neo melihat seseorang yang sangat dia kenal melewati kantin.
"mark"
neo langsung berdiri, dan mengejar mark.
"mark" panggil neo, mark yang merasa namanya di panggil melihat ke belakang, disana sudah ada neo.
"neo"
mereka saling tatap, mark berjalan mendekati neo dan langsung memeluknya.
"hiks, maafin gue neo, gue egois, gue marahin lo akhir akhir ini, maafin guee" ucap mark.
neo terlihat bingung, namun dia membalas pelukan mark.
"gue gapapa, lo harus cerita sama gue apa yang sebenarnya terjadi, kenapa lo cuekin gue" ujarnya, mark melepaskan pelukanya, dan mengangguk.
mereka duduk kembali di kantin, neo memberi mark minum.
"gue cari lo dari tadi, tapi gue gak nemu lo dimana mana, akhirnya gue nyerah mau balik, tapi lo malah manggil gue" ucap mark.
"cerita sama gue, lo kenapa?" tanya neo.
"maaf karna uda marahin lo, gue tau kok kalo itu bukan masalah besar, tapi gue lagi kesel sama papa gue, lo malah betingkah, gue lagi badmood tapi lo malah ngejar ngejar gue buat minta maaf, gue lagi pengen sendiri waktu itu, makanya gue kesel dan marahin lo, gue minta maaf, lo berusaha minta maaf sama gue, padahal itu bukan masalah besar, jadi sekarang gue yang minta maaf" mark menunduk, neo tersenyum melihat wajah mark murung yang habis menangis.
"gue gapapa, harusnya gue tau kalau lo lagi pengen sendiri, tapi gue malah ngejar lo" ucap neo.
"gue pikir lo gamau ketemu gue lagi" ucap mark menunduk.
"mana mungkin gue gak mau ketemu lo lagi, walaupun gue kesel sama lo, gue tetap harus ketemu lo, gue gak bisa terus dieman kaya gini" ucap neo.
"kita baikan kan sekarang" neo mengangguk dan mengusap rambut mark.
"iya, huftttt rasanya jauhan dari lo itu berat bangett" neo menjatuhkan kepalanya di dada mark.
"apasii, Lebay bangett" mark malah melingkarkan tangannya pada bahu neo.
beberapa menit kemudian, neo tersadar akan sesuatu.
"jirr, gue lupa" ucap neo.
mark menaikkan sebelah alisnya.
"kenapa?" tanya mark.
"gue lupa kanaphan lagi bicara sama phi khaotung" ujar neo berdiri dari duduknya.
"bicara apa?" tanya mark, mark keingat soal ciuman itu.
"owww, gue tau" ucap mark.
"yaudah, gue duluan yaa, lo pulang sama siapa?" tanya neo sebelum pergi.
"gue di jemput" ucap mark, neo mengangguk lalu pergi dari sana.
.
.
neo sudah sampai di taman, tapii dia tidak menemukan first dan khaotung di sana.
tiba tiba khaotung ada di belakangnya.
"ayo pulang, gue lapar" ucap khaotung.
neo berbalik. "ngomong apa dia?" tanya neo.
"udahlah nanti aja, gue mau pulang, nanti gue ceritain sekalian sama yang lain" ucap khaotung, neo mengangguk.
•
KAMU SEDANG MEMBACA
EARTHMIX FAMILY
Fiksi PenggemarGak tau mau buat apa,buat kek beginian karna gabut😌
