Setelah hampir menjalani pemulihan dan melakukan chek up rutin selama hampir setengah tahun lebih lamanya tanpa diperbolehkan untuk keluar, akhirnya Aurelian mendapat izin untuk kembali ke sekolah. Namun, karena ia yang saat itu tengah menjalani pengobatan dan pemulihan membuat Aurelian tertinggal kelas hingga akhirnya ia sekarang berada di tahun yang sama dengan Orion.
Rambut hitam pekatnya sudah kembali tumbuh lebat. Selama proses pemulihan Andreas tidak hanya memperhatikan kemajuan tubuh anaknya, tetapi juga perawatan rambut Aurelian turut menjadi salah satu perhatiannya. Karena ia tahu jika anaknya itu sangat menyayangi rambutnya.
Seragam sekolah terpasang apik yang ditubuhnya mulai berisi, pipi chubby dengan rona merah miliknya seolah tengah mencerminkan kondisi tubuh sang pemilik yang sudah pulih dan lebih segar dari sebelumnya. Senyuman lebar dibibirnya menambah keceriaan seolah mengajak mereka untuk merasakan hal yang sama.
Duduk di kursinya, sarapan roti berselai blueberry tersaji di hadapannya. Mengambilnya dan memasukannya kedalam mulut dan mulai mengunyah, pipi Aurelian naik turun secara konstan membuat papa dan ketiga saudaranya merasa gemas akan ekspresi wajah polos bak seekor tupai yang tengah menyembunyikan biji kenari didalam mulutnya.
Calix dengan iseng menarik pipi adiknya itu, "ini pipi atau mochi?" Tanyanya terlampau gemas pada si adik. Tarikannya tidak terlalu keras tapi cukup untuk membuat sesi makan Aurelian terganggu sampai ringisan keluar dari mulutnya.
Bibirnya turun cemberut, mata bulat Aurelian yang polos itu nampak berair menatap kakak keduanya. Sudah di bilang Aurelian itu tidak bisa marah, jadi sebagai gantinya ia akan diam cemberut sambil menahan air mata kala ada yang mengganggunya.
Beralih melirik Andreas untuk meminta pertolongan, "papa, pipi Lian sakit." Adunya cukup untuk membuat ketiga orang lainnya yang ada di meja menatap Calix tajam.
Andreas menghela nafasnya pelan, "Calix." Tegurnya cukup dengan memanggil nama sang pelaku yang bersangkutan.
Tangan Lysander dengan ringan menjewer telinga Calix membuatnya mau tidak mau melepaskan cubitan dipipi Aurelian yang terasa begitu kenyal ditangannya. Orion juga mengambil tindakan dengan menarik kursi Aurelian untuk lebih dekat dengannya sebagai upaya menjauhkan tangan iseng putra kedua Andreas itu.
Calix menatap Lysander sambil tangannya menunjukan jari telunjuk dan tengahnya, "peace, kak." Tuturnya diakhirnya cengengesan.
Salah dia sih karena menganggu saat Aurelian tengah menikmati makanannya disaat ada aturan tidak tertulis yang jelas berlaku di keluarganya bahwa mereka tidak boleh menganggu atau berbicara kala waktu makan sudah tiba, itu tidak sopan. Namun apa daya, Calix tidak bisa menahan dirinya kalau sudah berhadapan dengan adik manisnya itu.
Kini tuan dan tuan muda Wilhelm sudah berdiri di teras kediaman. Leo menunggu dengan sabar saat Andreas terlihat merapihkan dasi yang dikenakan oleh putra ketiganya disaat sang anak nampak anteng menatap wajah papanya.
"Papa." Aurelian memanggil pelan yang disahut deheman oleh Andreas, "nanti Lian ingin bermain terlebih dahulu dengan Eze, boleh?" Katanya hati-hati. Ia tahu papanya itu masih sangat strict untuk membiarkannya pergi tanpa pengawasan langsung.
"Temani sama Orion, oke?"
Perkataan itu sontak membuat Aurelian menekuk wajahnya, alisnya berkerut hampir menyatu, "tidak bisa! Papa tahu sendiri jika Orion dan Eze itu tidak bisa jika ada disatu tempat yang sama. Lian tidak mau ya nanti jadi penengah diantara mereka."
Nampaknya si manis diam-diam menyimpan trauma tersendiri jika dibiarkan berada diantara adiknya dan temannya itu. Tetapi sungguh, ia tidak mau menjadi penonton diantara pertengkaran yang terjadi antara Ezekiel dan Orion. Kepalanya pusing mendengarkan perdebatan tiada akhir diantara kedua orang itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hyacinth
De Todo[Brothership, Familyship, & Bromance Area] [Not BL!] . . . Perlakuan kasar juga sikap acuh tak acuh menjadi landasan penyesalan mereka saat melihat tubuh itu terbaring kaku di ranjang pesakitan setelah sebelumnya di tangani oleh dokter. Satu kali...
