Extra Part 07 : All of the Promises

3.9K 319 19
                                        

"Kau yakin tetap ingin pergi? Bermotor di jam segini akan dingin, ditambah dengan angin pantai."

Aurelian mengangguk yakin setelah memastikan jika resleting jaket yang ia kenakan sudah tertutup rapat. "Iya. Ini janji yang Orion berikan pada Lian, jadi tentu harus di tepati kan?" Katanya membuat papa dan kedua kakaknya menghela nafas.

Lysander melirik pada si bungsu yang sudah siap diatas motornya, "Orion." Panggilnya membuat si empu nama menoleh dengan satu alis terangkat dari balik helm fullface yang dia kenakan, "jangan mengebut saat mengendari motor mu nanti. Dan, jika ada apa-apa segera hubungi kami."

Adik bungsunya mengangguk mengiyakan, "aku akan mengingatnya."

"Harus mengingatnya!" Ujar Calix menimpali sedang tangannya memeriksa pakaian yang dikenakan Aurelian memastikan jika pakaian si adik benar-benar hangat untuk diajak berkendara di malam hari.

"Kami tahu bagaimana kau mengendarakan motor mu... sudah seperti orang yang memiliki banyak nyawa. Jangan mengajak adik kesayangan ku untuk menggadaikan nyawanya seperti mu." Celoteh Calix.

Orion memutar bola matanya malas, "seperti aku bukan adik mu saja."

Calix yang tadinya sibuk memeluk Aurelian erat seolah tengah mentransfer suhu tubuhnya dibuat beralih pada Orion yang sudah menaikan standar/penyangga motornya. Tangan menekan tombol engine, membuat suara khas dari motor besar miliknya terdengar menyapa mereka yang hening akan perkataannya yang tidak biasa.

"Ayo naik, kak. Nanti terlalu malam." Ujar si bungsu memerintah pada Aurelian.

Kakak manisnya naik bertumpu pada step kaki dan bahu lebarnya, "Lian dan Rion berangkat dulu, papa, kakak." Pamitnya melambai sebelum akhirnya Orion menarik gas dan membawanya pergi dari sana.

"Apa adik bungsu ku tengah cemburu pa?" Ujar Calix bengong pada Andreas yang menepuk pundaknya beberapa kali.

"Selamat." Katanya sambil berlalu masuk kedalam villa tempat mereka menginap.

.
.
.

Angin berhembus lembut menyapa mereka yang tengah berkendara di malam bermusikkan deburan ombak pantai. Bulan diatas sana seolah turut serta meramaikan dengan cahaya dari pantulan matahari yang menerpa sempurna seluruh permukaan bulatnya hingga nampak begitu cantik. Bayangan yang terbias diatas permukaan laut menarik perhatian kala terombang-ambing oleh air yang bergoyang tidak tenang.

Aurelian menyandar pada punggung Orion, pelukannya pada pinggang sang adik mengerat bersamaan dengan helaan nafas ringan yang keluar dari bilah bibirnya. Orion benar. Berkendara di jalanan tepi pantai begitu menyenangkan hingga ia seolah dibawa tenggelam dalam kedamaian malam.

"Kau menyukainya, kak?" Tanya Orion melirik dari kaca spion.

Ada gerakan kecil di punggungnya kala Aurelian mengangguk membenarkan. "Sangat. Ini menenangkan. Terimakasih sudah membawa kakak jalan-jalan malam seperti ini, Rion."

Berdehem, Orion lantas memelankan laju motornya dan berhenti, memarkirkan motor dengan pemandangan laut sebagai suguhan utama. Tanpa aba-aba, dia turun begitu saja membuat Aurelian kaget setengah mati, takut jika jatuh karena ketidakseimbangan yang terjadi. Tetapi Orion memegangnya kuat seolah mengatakan jika tidak akan ada sesuatu hal buruk apapun menimpanya.

Membiarkan sang kakak tetap duduk diatas jok motor, sedang dirinya kini berdiri menyandar dengana tangan bersidekap di depan dada. Helm fullface sudah terlepas dari kepalanya, hingga angin laut bisa menerpa wajah rupawan itu dengan lebih leluasa. Gen visual yang diturunkan oleh keluarga Wilhelm memang tidak main-main, apalagi style Orion sekarang sangat luar biasa keren.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 14, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

HyacinthCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang