Pagi menjelang siang biasanya Tiur menyibukkan diri dengan menonton tayangan televisi bersama Mbok Mar atau sekedar membantu Mbok Mar beberes di dapur. Tapi untuk hari ini, waktu Tiur sedikit tersita lantaran ada tamu tak diundang yang datang di siang bolong.
Jeremy Pramana dan istrinya. Tentu saja Tiur mengenal pria tua yang duduk di sofa berseberangan dengannya saat ini. Si pemilik utama JCI—tempat dimana ia mencari pundi uang untuk menata masa depan indah—namun sayangnya masa depan itu di patahkan oleh anak si pemilik JCI tersebut. Sebut saja Javas.
Sedang di sebelah Tiur, ada wanita cantik yang sedari tadi menebar senyum ramah dan gemar sekali mengelus pundaknya. Tiur tidak mengenal perempuan itu, tapi yang jelas ia tau kalau beliau istri Tuan Jeremy.
Ketiga manusia hidup itu masih diam belum membuka pembicaraan setelah tadi Tiur mencoba menawari Jeremy untuk mencicipi secangkir teh yang terhidang di meja.
"Jadi, semalam dia tidur disini?" Jeremy mengeluarkan suaranya.
Tau yang dimaksud Jeremy, Tiur memgangguk kikuk. Javas. Setelah mengantarnya untuk bertemu Kirana di Rumah Sakit, Javas memang menginap di kediaman rahasianya ini. Dan tadi pagi, pria itu berpamitan untuk berangkat kerja.
"Kalian masih sering tidur bersama?" Pertanyaan kedua masih dari Jeremy.
Tiur terkesiap mendengar pertanyaan frontal itu. Masih sering tidur bersama? Memang, yang Jeremy tau ia dan Javas sesering itu tidur bersama?
"Jeremy! Apa maksudmu?" Suara Amanda membuat bibir Tiur terkatup kembali. "Sudah, jangan dijawab, Nak. Kami kesini hanya ingin melihat keadaan kamu. Kalian baik-baik saja kan?" Lanjutnya untuk Tiur.
Tiur mengangguk. "Kami baik, Nyonya."
"Panggil Ibu. Saya Amanda, Ibunya Javas."
Tiur hanya menunduk segan. Kemudian pandangannya tertuju pada Jeremy. "Hubungan saya dan Pak Javas tidak seperti yang Tuan pikirkan. Kami hanya tidur bersama saat kejadian itu terjadi, Tuan." Ungkapnya, menyembunyikan satu kebrengsekan Javas beberapa hari lalu.
Jeremy dengan ekspresi penuh intimidasinya hanya manggut-manggut. "Ya, saya tau kamu bukan wanita seperti itu. Hanya saja anak itu yang terlalu brengsek. Menghamili anak orang, kemudian menculiknya," Kepala Jeremy geleng-geleng tak habis pikir. "Masih untung dia belum pernah masuk ke Nusakambangan." Lanjutnya.
"Nak, tolong maafkan Javas, ya? Ibu paham perbuatan dia memang sangat fatal dan tidak pantas mendapatkan maaf darimu. Tapi, sebagai seorang Ibu, saya mohon beri dia kesempatan untuk melanjutkan hidup." Pinta Amanda sambil menggenggam tangan Tiur.
"Saya tidak meminta pertanggungjawaban apapun dari beliau, Tuan, I-ibu. Jika itu yang kalian khawatirkan."
Amanda dibuat menangis mendengar jawaban tulus Tiur. "Sekarang Tiur maunya bagaimana? Kamu ingin pulang, ya? Ibu akan membawa kamu pulang ke Kakak kamu. Soal Javas, biar jadi tanggung jawab kami."
Tiur tidak langsung menjawab. Pulang ke rumah Mas Tama? Apa Kakaknya itu mau membuka pintu rumah untuknya? Apa Mas Tama masih mau menerimanya?
Kepala Tiur menggeleng kala bayangan-bayangan Tama yang akan mengusirnya melayang di otak. "Sa-saya nggak bisa pulang. Pak Javas bilang, Mas Tama sudah membuang saya. Itu kenapa sekarang saya tinggal disini."
Amanda melongo. "Javas bilang begitu?"
"Astaga, lihat kelakuan anakmu, Amanda. Selain menculiknya, dia juga mencuci otak wanita baik ini." Jeremy sampai mengelus dada. Sudah tidak tertolong lagi otak picik anak sulungnya itu.
Tak mengerti apa yang dibilang Jeremy, Tiur memberanikan diri bertanya. "Maksudnya, Tuan?"
"Dia sudah membohongi kamu, Nak. Ratama Prabu selalu mencari kamu pada kami. Saya sudah lama tau keberadaan kamu, tapi saya membiarkannya lebih dulu. Karena Javas sedang menangani proyek besar. Dan sekarang, sepertinya saya harus membuat anak gila itu kelimpungan. Kamu harus pulang. Ratama pasti sangat menunggu kepulangan kamu." Ungkap Jeremy menggebu-gebu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Taste
General FictionJavas tidak terima ketika perasaannya diabaikan begitu saja oleh seorang model cantik bernama Kirana. Wanita itu justru memilih Ratama seorang Dokter hewan yang berpenampilan biasa saja dan dari kalangan orang bawah. Ketika mengetahui Kirana akan me...
