[𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙗𝙖𝙘𝙖, 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙮𝙖! ]🤗🥰
~Hal terbesar dalam mencintai, mengikhlaskan, bukan? tidak mengapa mungkin masanya sudah habis. masa tidak berlaku untuk selamanya. Mungkin itu yang kita alami sekarang. biarkan masalalu me...
GENGS, MANA NIH SUARANYA YANG PADA NUNGGUIN HEY ALGHAR UP?
SORRY YA GENGS🙏🏻🙏🏻
BEBERAPA BULAN BELAKANGAN AKU SUPER-DUPER SIBUK BANGET. SIBUK APA TUH? SIBUK YANG GAK BISA AKU SHARE DI SINI, HEHE...😁🤭
“Di perjalanan panjang ini, akan selalu dikenang. karena segala kenangan tercipta di sini.”
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
****
HAPPY READING
Ujian semester ganjil berlalu. sekolah mengadakan libur untuk beberapa waktu.
“Tahun depan kita udah kelas akhir. terus bakal lulus setelah nya. kalian mau lanjut ke mana?” Kata Raiden, di siang itu di warteg Mbok Ati.
Tempat itu sekarang menjadi titik kumpul Erazhor x Omorfos. dua geng itu resmi damai, begitu pun dengan anggotanya yang sudah berbaur akrab.
“Masih ada satu tahun lagi kali, Rai, masih lama itu,” Sahut Magan.
“Kalau lo mau lanjut ke mana, Gal?” Tanya Bastian mulai mengakrapkan diri pada leader Omorfos itu.
“Ck, belum tau sih Bas,” Balas Gala, yang mana Gala sudah memasuki kelas akhir di SMA TARUNA.
“Gedeg!! banget gue sama Alvin,” oceh Bemby melihat layar handphonenya.
“Kenapa, Bem?” Tambah Alghar bertanya.
“Noh, bocah pamer mulu. mentang-mentang lagi liburan ke Swiss sama pacar nya.”
“Haha...lo tau sifat tu anak emang suka pamer, jangan di perduliin Bem, yang kaya begituan mah,” Imbuh Magan, tangan nya sopan nyelinap masuk ke bungkus cemilan Raiden, mengambil kacang kulit di sana.
Dua hari yang lalu Alvin dan pacarnya terbang ke Swiss yang katanya pengen liburan ke sana, mumpung sekolah sedang libur.
Handphone milik Alghar berdering, panggilan video call masuk dari Alvin.
“Gimana di sana?” Sambut Alghar dengan pertanyaan saat sambungan terubung.
“Betah banget deh, Al. lo sih gak mau ikut udah gue ajak juga, lo nyesel banget deh gak ke sini,” Balas Alvin dari sana. Ia dan pacarnya kompak memakai stelan tebal, karena sedang berada di tengah salju, baru selesai seru-seruan bermain seluncur salju bersama Alvia.
“Hai, Ra,” Sapa Alvia saat Adara muncul di samping Alghar.
“Hai, Via, senang banget lo kaya nya?” Tanya Adara melihat wajah temennya itu penuh tawa.
“Seru banget di sini, Ra,” Balas Alvia gembira.
“Iya. seru banget padahal. lo sih gak mau ngajakin babang garang,” Ucap Alvin nimbrung.