67. TULIP TERAKHIR

433 16 7
                                        

SELEMAT MALAM, BRE. BEBERAPA PART MENUJU AKHIR KISAH.

SEMOGA PUAS NANTI DENGAN ENDING YANG DI SAJIKAN, YA😜

VOTE+ KOMEN DONG. PART UDAH MAU ENDING MASIH SEPI.

TYPO! SPAM.

"AKU MENCINTAIMU SAMPAI DI KEABADIAN, PERCAYALAH!" ALGHAR LUIS ALVAREZ

"AKU MENCINTAIMU SAMPAI DI KEABADIAN, PERCAYALAH!" ALGHAR LUIS ALVAREZ

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


****

"Hai, Sa." Sapa Gala lemah. bibir cowo itu terlihat lebih pucat. alat medis masih terpasang di beberapa bagian tubuhnya. Gala baru saja sadar dari koma nya.

"Hai," balas Kanisa, dengan senyum yang ia paksakan. "Gimana keadaan lo?"

"Lebih baik saat lo datang." mendengar itu Kanisa tersenyum lagi, senyum yang lebih lebar dari sebelumnya.

"Sa," Panggil Gala. Kanisa menoleh. "Bumi itu luas, jangan hilang sebelum lo melihat semua keindahan yang ada. terimakasih sudah mengajarkan gue tentang betapa indahnya cinta pertama itu. dan terimakasih sudah bersedia menerima cinta sederhana gue.

"I love you more, Kanisa."

Air mata Kanisa jatuh begitu saja. bukan karena ucapan laki-laki di depan nya ini. tapi tentang bagaimana suatu hari ia menjelaskan bahwa dirinya tidak utuh lagi seperti sebelumnya. ia seakan menjadi pengkhianat di belakang Gala.

Kanisa tidak menjawab. ia memeluk tubuh lemah Gala yang masih terbaring di atas brankar. "M-mau ss-suatu ha-ri jadi rival g-ue di sirkuit?" Tanya Gala dengan suara yang masih tertahan.

Kanisa mendongakkan kepalanya. "Lebih dari itu." Kanisa menarik nafasnya, terdengar suara ingus nya.

Gala tertawa kecil melihat nya. "Lo cantik di situasi apapun, Sa." Tangan Gala terangkat menghapus air mata yang masih mengenang itu. "jika suatu hari seseorang tidak bisa menghapus air mata lo, hapus sendiri, ya. Sa, lo wanita kuat, wanita tangguh yang gue punya."

Kanisa mengangguk, setuju. "Adara juga mau jenguk kamu." Kanisa beringsut dari ruangan itu.

"Sa," Panggil Gala, netranya tak lepas memandang Kanisa. "lo satu-satunya kebanggaan yang bisa gue raih. gue pengen selalu mandang wajah cantik itu setiap saat."

****

Malam semakin larut. pukul 22.34. Alghar mengantar Adara untuk pulang ke rumah nya.

"Aku bilang juga apa, Ra? Gala pasti kuat," Kata Alghar, seraya mengehentikan laju motor nya di depan gerbang rumah Adara.

Gadis itu beranjak turun dari jok belakang. "Iya, Al. tapi--aku masih khawatir kondisi dengan Bang Zero, dia masih lemah."

"Pasti sembuh! cuma butuh waktu," Jawab Alghar, yakin.

HEY ALGHAR Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang