[𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙗𝙖𝙘𝙖, 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙮𝙖! ]🤗🥰
~Hal terbesar dalam mencintai, mengikhlaskan, bukan? tidak mengapa mungkin masanya sudah habis. masa tidak berlaku untuk selamanya. Mungkin itu yang kita alami sekarang. biarkan masalalu me...
SELAMAT MEMBACA, DAN BERSIAP UNTUK MENEBAK ENDING.
Terimakasih pada masalalu, karena pernah menjadi yang paling bahagia, lalu menjadi pelajaran untuk hari berikutnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
**** Satu minggu setelah nya.
“Selamat ulang tahun Alghar dan selamat tahun baru.”
31, Desember pada malam tahun baru. 18 tahun yang lalu, di St. thomas' hospitalLondon, Inggris. Alghar Luis Alvarez di lahirkan.
Tidak ada acara besar-besaran untuk merayakan hari lahiran Alghar. hanya potong kue dan tiup lilin secara biasa-biasa saja. toh, Alghar juga tidak terlalu ingin merayakan nya. karena pada dasarnya, bertambah nya hitung usia seseorang, maka berkurang dalam hitungan yang maha kuasa.
“Selamat bertambah usia, Boy,” Ucap Tuan William, berhadapan dengan Alghar. ia menghela nafas, lalu menepuk pundak anaknya beberapa kali. “ Sedewasa apapun, kamu, kamu akan selalu menjadi kebanggaan Papa.”
“Thank you, Kapten. ketua juga bangga punya Papa seperti Kapten.”
“Kalian juga akan selalu menjadi anak gadis kesayangan saya,” Ucap nya tertuju pada Kanisa dan Adara.
"Ahhm..Kapten.” Kanisa memeluk om yang sudah ia anggap seperti papanya sendiri. “Terimakasih, Peran Papa dan Bang Alghar di kehidupan Kanisa, ngak membuat Kanisa kehilangan kasih sayang seorang Ayah.”
“Sini, Ra.” Kanisa menarik Adara untuk ikut memeluk kapten secara bersamaan. “Papa bangga punya Kanisa,” Ucapnya, lalu mengalihkan pandangannya pada gadis berjepit kupu-kupu. "dan Kapten juga senang mengenal Adara di kehidupan ini.”
“Terimakasih, Kapten. Adara juga banyak senang nya mengenal Kapten,” Kata nya, seraya melepaskan pelukan mereka.
“Ya jelaslah kamu harus senang mengenal saya, karena kamu akan menjadi menantu saya.”
Gadis berjepit kupu-kupu itu tersipu malu. "Ah, kapten, bisa aja.”
“Hiya-hiya...” Goda Bastian. "mau punya camen satu lagi, gak, Kapten? yang kaya saya misal nya?”
“Punya Gala! punya Gala! Woi!” Teriak Aji anggota omorfos.
“Unfaedah banget ucapan lo, Bas,” Serang Alvin.
"Pemborosan kata, Anjir,” Sambung Magan.
“Move on, Boy! jadian kagak, gamon nya berkelanjutan,” Ucap Raiden mengomentari.
"Baperan banget lo pada. gue cuma bercanda kali,” Balas Bastian. "lagian gak level ngrebut punya temen sendiri.” Netranya menatap ke arah Galen.
"Ngapain lo ngomon gituan liat nya ke arah gue?” Tanya Galen dengan nada sedikit tidak suka. meskipun geng mereka sudah damai, namun hubungan pertemanan Bastian dan Galen masih teramat dingin.