Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • •
Laboratorium Pribadi Dr. Alvan — Markas ADD Legion
Jarum jam berdetak dengan ritme tenang di dinding ruang praktik, tetapi setiap ketukannya terasa berat, seperti detik-detik yang menandai pengkhianatan. Lampu neon di atas meja bedah menyala redup, memantulkan cahaya dingin pada permukaan logam yang tersusun rapi. Pisau bedah, pinset, dan suntikan berisi cairan bening tampak steril—tapi suasananya jauh dari kata nyaman. Ada sesuatu yang menekan di udara, sesuatu yang tidak bisa dijelaskan, seperti bisikan gelap yang mengintai dari sudut-sudut bayangan.
Di kursinya, Dr. Alvano Abyantara Deran duduk tegak, punggungnya menempel pada sandaran dengan ketenangan yang tampak sempurna. Jas putihnya masih bersih, rapi, tapi mata hitamnya menyimpan sesuatu yang tak bisa disembunyikan. Kelelahan yang dalam, rasa bersalah yang terus menghantuinya, dan kesadaran berat akan tanggung jawab yang lebih besar daripada yang bisa dipikul manusia biasa.
Ia menatap layar monitor di depannya, dan pikiran kecilnya kembali ke masa lalu—ke masa ketika semua ini dimulai, dua puluh tahun lalu, saat dunia masih terlihat polos dan manusia seakan punya kendali atas segala sesuatu. Project A.D.A.M—Animal Deviation and Adaptive Mutation—adalah awal dari segalanya. Sebuah proyek rahasia yang dibangun untuk menciptakan entitas yang mampu beradaptasi dan berevolusi dalam segala cuaca ekstrem. Sebuah proyek yang menggabungkan teknologi, genetika, dan strategi militer. Kakek Aryan yang memimpin, sementara empat keluarga besar—Callsey, Sean, Dirgantara, dan Albercio—menyumbangkan ilmuwan, sumber daya, dan subjek pilihan mereka.
Namun, dari sinilah tragedi dimulai. Pengkhianatan, ambisi, dan dendam yang akan membara selama dua dekade berikutnya.
Jari telunjuk Alvano memutar cincin perak berlapis safir biru, memantulkan cahaya dari monitor. Batu kecil itu bukan sekadar hiasan—di balik permukaannya tersembunyi mikrochip terenkripsi yang terhubung langsung ke server rahasia ADD Legion. Ia adalah pengingat bahwa setiap gerakan kecilnya sekarang bukan hanya masalah hidup dan mati dirinya sendiri, tetapi juga masa depan Davin dan jalannya misi balas dendam yang telah dirancang oleh Kakek Aryan sejak lama.
Di layar monitor, beberapa jendela video terbuka. Salah satunya menampilkan wajah Kirei yang sedang duduk di teras rumah Keluarga Albercio. Pandangannya kosong, tapi matanya tampak sembab. Ada kepolosan yang tersisa—kepolosan yang dulu membuat Alvano tersentuh, tapi kini menjadi beban hati. Ia menghela napas panjang, mencoba menahan gejolak emosi yang mengancam untuk menenggelamkannya.
“Masih polos seperti dulu,” gumamnya lirih. “Kau benar-benar tidak berubah, Kirei.”
Ia menekan tombol keyboard. Layar berganti, menampilkan simbol naga ADD Legion, disusul pesan teks merah di tengah layar.
AR#01: Laporan perkembangan misi. Status infiltrasi PE?
Alvano menatap layar itu, netranya melebar sejenak. Pesan itu bukan sekadar laporan—setiap kata memiliki lapisan makna yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang tahu sejarah gelap Project A.D.A.M dan dendam yang dibawa Kakek Aryan.