44. DEEPTALK

24 3 0
                                        

Tolong vote-nya kennat! Tolong untuk dukungannya.

Sudah cukup lelah menjajahi berbagai wahana permainan, kini Edvan dan Krayna berjalan menuju stand makanan berada

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah cukup lelah menjajahi berbagai wahana permainan, kini Edvan dan Krayna berjalan menuju stand makanan berada. Aroma wangi dari makanan yang baru saja diangkat dari penggorengan menusuk hidung, juga beberapa makanan manis yang wanginya bertumpang tindih dengan makanan lain begitu mengunggah selera.

"Beli apa, ya, kitaa?" Pasalnya banyak sekali berbagai makanan yang terpajang rapi di atas outlet, membuat Krayna bingung mana yang akan disukai lidahnya. Wanginya begitu semerbak hingga Krayna beberapa kali melirik ke kanan dan kiri, mencoba mencium aroma mana yang kuat yang bisa memanjakan perutnya.

"Tanghulu?" tanya Edvan saat mereka lewat di depan stand yang menjual stik buah yang dilapisi dengan air gula. Reaksi Krayna hanya cebikan bibir ke depan tanpa melihat Edvan sama sekali. Untungnya Edvan paham, bahwa Krayna tidak mau memakan itu. Jadi teruslah diajaknya Krayna semakin ke depan dengan sesekali menawarkan makanan yang menurutnya enak pada Krayna.

Dan ada sebagiannya disetujui oleh Krayna. Seperti sekarang, mereka tengah berdiri di depan stand yang menjualkan berbagai aneka gorengan. Krayna memilih membeli telur gulung, corndog, sosis bakar dan juga lainnya. "Makasih, ya, Mas."

Krayna membuka tas punggungnya, mencari dompet kemudian mengeluarkan beberapa duit berwarna biru. Baru saja Krayna ingin memberikannya pada penjual, sudah ada tangan Edvan yang lebih dulu sigap dan sudah diterima oleh penjual itu sendiri. Krayna berpaling ke arah Edvan dengan alis yang terangkat, ia memandangi wajah Edvan yang tengah menunggu kembalian. Setelah selesai baru Edvan menatap Krayna sebentar, lalu ke makanan. Tidak ada yang salah, semua pesanan mereka lengkap, apa yang salah dengannya sehingga Krayna melemparkan tatapan seperti itu.

"Kenapa?" Langsung saja Edvan bertanya. "Ada yang salah sama makanannya? Atau belum lengkap, pesan lagi aja kalo gitu."

"Mau bayar, kok malah kamu yang bayar duluan, sih?"

"Maksudnya?" Kenapa harus Krayna yang bayar, Edvan tidak mau menjadi pacar yang tidak berguna untuk Krayna.

Krayna menghela napasnya, apakah Edvan lupa dengan tantangan mereka tadi? "Kan katanya yang kalah traktir yang menang. Aku kalah, tapi kok kamu yang bayar? Aneh ih!"

Edvan memilih untuk merangkul Krayna, membawa Krayna pergi dari sana sembari berkata, "Udah, prank tadi gue." Mereka berdua terus berjalan, mencari makanan apa lagi yang menarik. "Selagi sama gue, gue gak akan biarin lo keluarin sepeser uang pun."

"Heh, kok gitu? Katanya tadi tantangannya-" Belum habis Krayna berkata, Edvan sudah memotong pembicaraannya.

"Udah, gak usah dipikirin." Edvan langsung memutus topik ini, mengajak kembali untuk fokus pada tujuan mereka.

Tak lupa mereka berdua juga membeli minuman agar dapat menjadi penghilang haus. Setelah puas membeli pengisi perut yang mereka dambakan, kini mereka berada di depan salah satu stand untuk berdiskusi dimana tempat yang bagus untuk diduduki, sembari memakan makanan yang dibeli sekaligus bersantai.

SERAPHICCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang