45. HUBUNGAN YANG SULIT

47 2 1
                                        

Tolong vote-nya kennat! Tolong untuk dukungannya.

Jiwa Yang Bersedih —Ghea Indrawari

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jiwa Yang Bersedih —Ghea Indrawari

Danil dan Melia baru saja tiba dari pulangnya, keduanya berada di depan rumah yang sudah dimatikan lampunya. Dua pasang kaki tertapak atas lantai ketika mobil yang ia kendarai sudah terparkir di dalam garasi. Keduanya keluar dan berjalan melangkah mendekati pintu utama.

Sepertinya dia sudah tidur. Sekarang jam sudah menujukkan pukul sebelas malam. Ini hampir larut jika Krayna masih saja membuka mata dengan lampu yang dinyalakan.

"Kamu naik dulu ke atas, aku mau bikin kopi dulu, ya?" beritahu Danil mengusap kepala Melia. Melia mengangguk kemudian langkahnya menaiki tangga hingga hilang dibalik pintu kamar.

Danil berjalan menuju dapur, membuat kopi seperti yang dikatakannya. Setelah selesai ia memilih untuk bersantai di sofa, membuka laptop untuk melihat file dokumen yang baru dibuatnya. Memperhatikan dengan semaksimal mungkin dengan sesekali menyesap kopi.

Ditengah kegiatannya Danil melihat ke atas, pada pintu kamar Krayna yang tertutup. Kemudian ada helaan napas keluar, Danil memperbaiki tatanan kacamata, menaikkan lebih ke atas dari pangkalan hidung. Baru setelah itu cairan hitam kembali Danil isap, aromanya terkuak menembus indra penciuman.

Suara motor dari luar yang tiba-tiba tak terdengar lagi cukup mengganggu kegiatan Danil. Seingatnya tadi rumah tetangga juga lampunya sudah mati, membuatnya penasaran siapa yang pulang malam-malam begini selain mereka berdua dengan Melia. Maka laptop ditaruh kembali diatas meja, tubuh Danil terangkat dengan tangan satunya membawa kopi ke depan.

Gorden jendela disingkap, mengeluarkan cahaya lampu dari dalam keluar melalui celah yang dibuat. Mata Danil mencoba menyelinap, memata-matai keadaan di luar. Dirinya dengan seksama memperhatikan siapa itu pelaku yang pulang lebih lambat dari mereka, satu laki-laki dan satu perempuan. Dan yang membuat Danil terkejut, motor itu terparkir di depan pintu gerbang mereka, berarti.... Masa iya, Krayna baru pulang?

Kembali Danil lihat ke atas kamar Krayna yang tak berubah, ia jadi ragu apa benar itu Krayna? Danil memutuskan untuk naik ke atas, memeriksa untuk memenuhi rasa tanyanya. Setiap langkah dipenuhi amarah yang tersembunyi dibalik kata penasaran. Mata menajam, menatap bengis pada pintu jati coklat yang ia buka dengan segera. Pintu terbuka lebar, memperlihatkan ruangan yang begitu gelap. Dengan cepat saklar lampu ditekan, memberi cahaya pada ruangan yang nampak rapi tapi di dalamnya begitu sepi tanpa penghuni. Tak ada wujud Krayna yang tengah tertidur di atas kasur. Sontak amarah Danil naik ke ubun-ubun, nafasnya menyendat.

Tanpa menutup pintu, Danil dengan gontai menuruni tangga. Rasanya ia ingin dengan cepat bisa turun langsung ke bawah. Pintu utama dibuka Danil dengan kuat, mungkin bisa lepas jika ia menambahkan sedikit kekuatannya lagi. Danil berjalan pada dua manusia yang beraninya tengah bermesraan didepannya. Bahkan sekarang lelaki yang tak diketahui Danil-yang tengah membelakanginya, memegang kepala Krayna. "Kalian pikir ini bumi punya kalian, hah?" Danil menghembus nafas kasar keluar, menjamahi atmosfer yang terasa panas. Bahkan kopi yang masih berada dalam genggamannya terasa kalah panas dari amarahnya yang menguar ke sekitar.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 11 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SERAPHICCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang