Siaran Darurat

33.3K 4.4K 340
                                        

Alma tidak ikut denganku ke ruang guru.

Ia sudah mengambil ponselnya, dengan sangat muram ia bercerita bahwa nenek dan ibunya tak dapat dihubungi.

Rasa takutku makin bertambah. Dengan suara berusaha setegar-tegarnya, ku yakinkan Alma dan diri sendiri bahwa mereka pasti baik baik saja.

Setelah sampai diruang pengajar, kupinta kunci lemari kepada guru konseling.

Ketika kubuka lemarinya, terdapat hanya dua ponsel dalam kotak. Punyaku dan satu punya Lia. Tertulis namanya di gantungan ponselnya.

Akupun memberitahukan tentang Lia yang masih belum kembali ini kepada guru disekitarku. Mereka hanya menggeleng, menyebutkan hanya bisa menunggu dan tidak bisa berbuat apa-apa untuknya.

Aku menghembuskan napas kencang, merasa kebingungan menatapi hampa ponsel yang sinyal internetnya masih hilang, namun masih bisa digunakan untuk menelpon atau sms.

"Oke,"
Gumamku mencari kontak Regi.
"Benar-benar aku harus menghubunginya!"

Aku menekankan ponsel ke telinga, menunggu dengan penuh harap.

Nomor yang anda hubungi diluar jangkauan...

"Ayolah Regi!!"
Bentakku menekan ulang panggilan teleponnya.

Nomor yang anda hubungi diluar jangkauan...

Mataku terpejam.

Rasa kesal, kecewa tidak dapat menghubungi dan mengetahui secepatnya apa yang sebenarnya terjadi memenuhi dadaku.

Biasakan dirimu luce.

Regi kan memang selalu terlalu sibuk untuk menerima telpon dari (kalau kamu masih dianggap) adik.

Akupun menggeleng gusar terhadap diri sendiri karena masih mempunyai harap padanya.

Sambil tertawa hambar, menahan untuk tidak membanting ponselku seketika, aku pun pada akhirnya memutuskan untuk mematikannya demi mengirit baterai dan memasukkannya ke saku bajuku.

Ajaibnya ketika itu juga listrik kembali menyala.

Semua koridor dan ruangan kembali terang. Terdengar gumam riuh dan para guru langsung berkumpul didepan televisi yang dinyalakan Bu Jenni untuk menonton berita di tv.

Dan ternyata semua channel nasional menampilkan siaran darurat berita yang sama.

Dikatakan oleh sang reporter di siaran darurat tersebut bahwa ada virus yang menyebar membuat orang menjadi berubah kasar dan liar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dikatakan oleh sang reporter di siaran darurat tersebut bahwa ada virus yang menyebar membuat orang menjadi berubah kasar dan liar. Aku mendengarnya secara terputus karena suara ribut syok para guru.

"Cara penularan virus melalui gigitan, liur, dan cakaran manusia yang sudah terjangkit virus tersebut...

...mereka yang sudah terinfeksi akan bersikap kanibal...

RED CITY : ISOLATIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang