Defensi

21.9K 3.2K 773
                                        

21.45 wib

Semua berdesak desakan masuk kedalam ruangan laundri yang berada di bawah tanah.

Aku memilih masuk paling terakhir untuk menghindari terdorong dorong oleh sekumpulan warga rumah sakit yang panik.

Ketika aku masuk, Briptu Malik langsung menutup rapat pintu ruangan laundri yang sebelumnya pernah kudatangi dengan Prajurit Felix itu.

"Tolong jangan ribut, kita sementara saja disini."

Semua orang berbalik dan menatapku dan Briptu Malik.

"Apakah benar, ada zombie yang kembali menerobos masuk?"
Tanya seorang nenek yang berdiri paling depan barisan.

Briptu Malik mengangguk.

Langsung pecah tangisan sana sini.

"HEI KAU!!"
Teriak si Pak Anggota Dewan dari belakang.
"INI TUH SUDAH MALAM, DAN KAU MENGGIRING KAMI SEPERTI SAPI KERUANG BAWAH TANAH,"
Ia maju menembus barisan orang didepannya dan akhirnya berdiri tepat didepan Briptu Malik.
"KALIAN ITU KAN POLISI! MASA TIDAK BISA MENJAGA RUMAH SAKIT INI DENGAN BECUS!! INI SUDAH KEDUA KALINYA ZOMBIE MENEROBOS MASUK DASAR KALIAN GOB--"

"DIAM!!"
Potong Briptu Malik.
"Tutup mulutmu atau akan ku lempar kau keluar dari ruangan ini!!"
Ancamnya sambil membentur benturkan ujung senapannya ke dada si Pak Anggota Dewan.
"Akan berkurang satu beban kami dalam menjaga, dan mungkin zombie penerobos itu tidak jadi memburu kita, karena sudah kenyang memakanmu."

Bibir si Pak Anggota Dewan langsung terkatup rapat. Perlahan ia berjalan mundur kebelakang barisan.

Pintu kembali menjeblak terbuka. Briptu Yoga masuk tergesa.
"Ada beberapa yang tidak bisa turun kebawah."
Infonya pada Briptu Malik yang terdengar juga olehku. Dan seketika aku menyadari Ekos belum berada diruangan laundri ini.

Ekos pastinya tidak mungkin berjalan dengan kaki patah seperti itu, dan pasti ada Ekos lainnya yang sakit tak mampu berjalan hanya terbaring lemah ditempat tidur.

Aku menatap wajah Briptu Malik yang penuh lebam itu.
"Baiklah, kunci mereka diruangan masing masing, minta kuncinya pada Briptu Adam, kau tidak perlu kembali. Berjagalah di koridor ruangan, nanti aku susul!!"
Briptu Malik menatap ke kumpulan warga, memanjang manjangkan lehernya seperti sedang mencari seseorang.

"EVAN!!"
Panggilnya.

Perawat Evan ternyata berada dipaling belakang barisan. Ia sedikit terlonjak ditempat ketika dipanggil, namun kemudian ia cepat cepat berlari menghampiri.

"I...ya."
Sahutnya gagap, tangan kirinya meluruskan letak kacamata kotak berbingkai hitam yang merosot di hidungnya.

"Kau ikut Briptu Yoga keatas, ambil kunci akses tangga darurat. Kita hanya baru punya kunci ruangan ini-"
jelasnya dengan menunjuk kunci keemasan yang menempel pada lubang kunci pintu.

"Jangan lama-lama, cepat kembali kesini!"
Perintah Briptu Malik.

"I...iya baik."
Balasnya kikuk dan kemudian langsung membuntuti Briptu Yoga keluar.

Aku hanya memandang mereka dengan gelisah.

Rasanya aku ingin sekali ke Lab atas bergabung bersama dengan Kapten Ryan dan Prajurit Felix.

Briptu Malik kemudian menarik walkie talkie dari saku celananya.

"Adam, ini Malik. Kau bisa dengar? Ganti!"

Terdengar bunyi statis kemudian muncul suara kepunyaan Briptu Adam.
"Terdengar jelas, Malik. Ganti!"

"Siapkan kunci ruangan yang ada pada lemari tempel didekat pintu. Dan serahkan nanti pada Briptu Yoga dan Evan. Mereka sedang dalam perjalanan ke tempatmu dipintu depan, Ganti!"

RED CITY : ISOLATIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang