33

18K 821 8
                                        

"Gue pusing Jas, kak Zain tu kayak gak terima gitu kalok gue terussin hubungan gue sama Edgar."

Terlihat Jasmine mikir keras.

"Kayak ada yang aneh deh Key."

"Aneh apaan?"

"Ntah, gue juga gak yakin dengan memikiran gue."

"Emang lo mikir apaan?"

"Udah lupain aja, kekantin yok laper nih."

"Ya udah ayok."

"Oya Willdan kemana ya? Udah lama gue gak liat dia masuk sekolah, apa jangan-jangan ada masalah?"

"Oh Willdan, gue waktu itu sih nge- line dia katanya ke luar kota buat 3-5 harian gitu, lusa balik mungkin."

"Oh, kirain pindah sekolah lagi."

"Yakali."

Sesampainya di kantin Jasmine dan Keyla berpisah, Keyla mengahampiri Edgar yang duduk sendirian menunggunya. Sedangkan Jasmine dengan Amar,Kevin dan Zain.

"Kok tumben nih pisah-pisah?"

"Udahlah ada masalah, lo tau sendiri kan Jas." Ucap Kevin.

Melirik Zain yang terlihat murung dan tak bersemangat.

"Zain lo sama Edgar itu kenapa sih?"

"Gak papa."

"Oh udah mulai rahasia rahasiaan ya? Okeyy Vin kayaknya kita tanyain Edgar langsung aja deh."

"Okey okeyy gue jelassin, tapi gak sekarang gue lagi bad mood."

"Nah gitu kek dari tadi, sama sahabat sendiri juga.okey semoga mood lo cepet mebaik."

"HM!"

*
Pulang sekolah.

"Kamu mau ajak aku kemana?"

"Kemana aja yang kamu suka, kamu mau kemana sayang?"

"Aku gak tau, kakak aja deh yang nentuin."

"Oke, gimana kalok kita ke Dufan? Atau Ancol?"

"Emm.. boleh tu, besokkan juga libur."

"Yaudah kita kesana ya." Keyla mengangguk Semangat.

Diam-diam Zain membuntuti mereka.

"Pada mau kemana lagi? Kok gak balik kerumah? Duh masa gue ikutin? Mana gue ada bimbel lagi." Memutar balikan motornya, dia mengurungkan niat untuk mengikuti Keyla dan Edgar.

*

Skip- sudah dua jam mereka menghabiskan waktu bersama sambil bermain di Dufan, Keyla semakin nyaman berada di dekat Edgar.

"Key.." panggil Edgar, saat Keyla masih sibuk dengan ice cream cone vanilanya, dan saat itu mereka sedang duduk di bangku taman di dalam Dufan.

"Ya kak?" Menatap gadisnya yang sangat cantik.

Merogoh sapu tangan di saku, lalu membersihkan ice cream yang celemotan di pinggir mulut Keyla.

"Duh makannya sampek belepotan gitu, makin sayang deh."

"Ih apaan juga." Sedikit memerah di bagian pipinya. Fix kayaknya gue udah mulai suka sama kak Edgar, bagus deh.

"Key jangan panggil aku kakak lagi dong, cukup Edgar, sayang, baby,honey,bae-"

"Idihh kok jadi alay gitu." Potongnya.

"Haha, ya intinya jangan panggil kakak lagi, aku kan bukan kakakmu, aku pacarmu."

I Love My Stepbrother ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang