66

13.7K 655 13
                                        

Keluar dari toilet, sedikit merapikan bajunya. Lalu berjalan kembali ke tempat Zain menunggu. Tapi langkahnya berhenti saat mata Keyla melihat Zain tengah membawa seorang gadis duduk, dan duduk tepat di tempat duduk Keyla. Dengan pikiran positif Keyla melanjutkan langkahnya. Mata Zain melihat Keyla yang jalan ke arahnya. Memberikan tempat duduknya untuk Keyla.

"Dia siapa?"

"Ntahh.."

"Maaf. Aku-" sela gadis itu.

"Dia tadi jatuh dan kayaknya kakinya kesleo." Terang Zain. Keyla mengangguk mengamati wajah gadis itu. Mukanya kek gak asing. Oh ya! Dia cewek yang udah dua kali nabrak gue!! Apa dia punya gangguan sampek suka nabrak dan jatuh gitu??

"Maaf, aku harus pergi."

"Tunggu."

Gadis itu menoleh ke Keyla.

"Gak usah di paksain kalok emang gak bisa jalan. Kamu bisa kok ikut dinner bareng kita." Ajak Keyla, Zain yang mendengar itu mengkerutkan keningnya.

"Gak. Gak usah makasih, aku gak mau gangg-"

"Gak ganggu, lagi pula aku cuma dinner biasa." Biasa? Gue pilihhin restaurant se romantis ini masih dia bilang ini dinner biasa? Key astaga..

"Iya kan Zain?" Ucap Keyla tiba tiba.

"Ha? Apa sayang? Maaf aku gak merhatiin."

"Emm.. dia boleh kan dinner bareng kita?"

"Ah- iya boleh." Jawab Zain terpaksa.

"Oya namaku Keyla, ini Zain namamu siapa?" Tanya Keyla seramah mungkin.

"Namaku Kelly.." jawabnya sambil menerima jabat tangan Keyla.

*

"Mau kita anter aja?"

"Gak. Gak usah, maaf udah ngerepotin dan ganggu kalian, aku gak bermaksud-"

"Santai aja Kelly.. aku seneng bisa kenal sama kamu."

"Thanks Keyla, aku juga. Aku pamit duluan ya? Aku bawa mobil."

"Oh oke. Hati hati di jalan."

"Kalian juga."

Zain merangkul Keyla dan masuk ke dalam mobil, setelah melihat Kelly sudah menjauh.

"Dia cantik ya?"

"Cantikan kamu ah."

"Ahh iya ya." Zain terkekeh

*

Sesampainya mereka di apartment, mereka langsung merebahkan badan di kasur.

"Capek ya?"

"He'em."

"Kita tidur yok." Ajak Zain.

Keyla mengangguk.

"Aku ganti baju dulu."

Setelah ganti pakaian tidur. Mereka bukannya langsung tidur tapi sama sama menatap langit langit kamar.

"Key.."

"Hm?"

"Belom tidur?"

"Belom, kan aku masih jawab pertanyaanmu."

"Ah- iya."

Hening.

"Zain.."

"Iya?"

"Kita kapan tidur?"

Zain memiringkan badannya menghadap Keyla.

"Yok tidur sekarang. Besok kamu harus temenin aku jogging. Okey?" Zain meraih tubuh Keyla lalu memeluk gadis itu sambil menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka.

I Love My Stepbrother ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang