14

21.7K 1K 11
                                        

Sesampainya dirumah sakit, kini Zain sangat panik melihat keadaan Keyla, apalagi ini karnanya, karna Keyla menolong Zain yang keras kepala.

"Key.. bangun Keyy.." Lirih Zain sambil membantu perawat membawa Keyla menuju UGD.

"Keyla bangunn.. jangan buat gue khawatir." Tak mau kalah, Edgar juga sangat cemas dengan gadis yang dia sukai sejak lama ini.

langkah mereka berhenti saat seorang suster menghalanginya karna UGD ini khusus perawat, dokter dan pasien.

hatinya gelisah, dia takut keadaan Keyla parah, dia sangat marah dengan Agar ketua rombongan di SMA Harapan "Brengsek!" umpat Zain.

"Kalok Keyla sampek kenapa-kenapa gue bakal bunuh mereka semua!!"

"Udah tenangin diri lo! sekarang kita berdoa buat Keyla dulu!"

Zain menghela nafasnya, pikirannya kembali ke Keyla .

'Sorry Key kali ini gue gak bisa jaga lo baik-baik, lo malah nyelamatin gue, dan sekarang lo gak sadar diri, semoga pukullan tadi gak parah buat keadaan lo, maaffin gue.' batinnya.

10 menit menunggu...

"Zain." Panggil ayahnya.

"Ayah, bunda?"

"Keyla kenapa? kenapa dia bisa masuk rumah sakit gini."

"M-maaf yah.. ini semua karna Zain."

"Kamu apain adek mu Zain! kamu seharusnya jagain dia dengan baik!"

"Iya Zain teledor yahh."

"Keyla kenapa Zain? kenapa dia sampek dibawa ke Rumah sakit?" tanya bunda

"T-tadi.."

"Maaf om, Tadi Keyla kena pukul punggungnya sama orang om, pakek kayu gitu waktu coba nolong Zain tapi dia malah kena dan entah kena punggung atau kepalanya." jelas Edgar

"Astaga Keylaaa.." Lirih bundanya yang terkejut, Misca melemas, Yasser segera membawanya duduk.

"Kenapa dia nolongin kamu? emang kamu lagi ngapain sampek ada yang mau pukul kamu? dan adekmu nolong kamu." geram ayah.

"Zain tawuran yah." ucapnya sambil menunduk.

"Tawuran. Ayah udah bilang ke kamu kan!! JANGAN TAWURAN LAGI ZAIN!!! BERHENTI TAWURAN DAN BERKELAHI GAK JELAS! APALAGI SAMPEK BUAT ADEKMU CELAKA. Ayah gak tau lagi harus nanggepin kamu dengan cara apa!" emosi Yasser memuncak, tapi Misca mulai menenangkannya

"Udah yah, ini rumah sakit, Zain kamu ke ruang dokter sana obattin muka kamu yang babak belur gitu."

"Iya bun." Zain meninggalkan ayahnya diikuti Edgar.

"Parah, ayah lo ngamuk!"

"Iya gue pantes digituin."

"Udah lah Zain.. ini takdir dan musibah jadi mau di apain lagi kalok ujungnya kita gak bisa ngehindar."

"Hm.. iyaa"

_______

Selesai keluar dari ruang UGD Keyla dipindah ke kamar rawat.

"Keyla terkena pukullan yang sangat keras, tapi beruntung tak ada luka dalam hanya saja entah kapan dia akan siuman karena pukulan yang sangat keras tadi. Mungkin karna dia terkejut juga. kalau sampai besok dia belum siuman maka pihak kami akan melakukan ronsen ulang pada bagian kepala dan badannya."

Misca menangis melihat keadaan Keyla yang terbaring lemah tak berdaya dan tak sadarkan diri ini.

"Terimakasih dok."

"Baiklah saya keluar dulu, semoga anak anda cepat siuman."

"Semoga.."

Dan dokter itu keluar.

"ZAIN! KAMU DENGER SENDIRI APA YANG DIBILANG DOKTER! SAMPEK TERJADI APA-APA SAMA KEYLA AYAH HUKUM KAMU, DENGAN HUKUMAN PALING BERAT! NGERTI?!!"

Zain mengangguk.

"Udah yah, udah kita pulang dulu yok ayah harus tenangin diri dulu.." jelas bunda.

"Zain kamu jaga Keyla dulu ya, nanti malam kita kesini lagi." Ucap Misca dengan nada sendu.

"Iya bun Zain bakal jaga Keyla baik-baik."

Mendengar ucapan Zain ayah meliriknya sinis,lalu mereka jalan keluar.

"Duhh Zain gue juga harus balik nih, motor gue masih ada di sekolah,dan gue harus balikin mobil Jasmine."

"Iya gak papa hati-hati di jalan."

"Ok!"

Edgarpun juga mulai pergi, kini hanya tinggal Zain dan Keyla hanya mereka berdua, ya hanya mereka.. Zain mulai mendekat ke kasur Keyla, menarik kursi supaya dapat melihatnya dengan jelas, berlahan dengan ragu Zain meraih tangan Keyla dan menggenggamnya.

"Key.. maaf."

dia menunduk dan menghembuskan nafas menyesal.

"Sorry dek, gue bukan kakak yang baik buat lo.. gue udh buat lo celaka sampek lo gak sadarkan diri di kasur ini, Sorry dek gue selalu cuek sama lo sama semua perhatian lo yang sebenernya gue suka dan gue butuhhin, tapi gue gengsi buat nurutin perintah yang lo lampirin di perhatian lo.. gue takut.. gue takut dengan gue ngikutin kata lo gue jadi tergantung sama lo gue takut makin jatuh cinta sama lo... gue sayang banget sama lo Key... gue harap lo cepet siuman dan bangun ya.. gue janji ini yang terakhir lo celaka karna gue, maaf gue gak bisa jaga lo dan malah lo yang jaga gue, tapi gue berterimakasih banget sama lo Key." menghembuskan nafas lega, ini kebiasaan Zain jika sudah tidak bisa menahan kata-kata yang ingin dia ucapkan, karna Zain selalu berani mengucapkan saat keadaan Keyla tidak sadar entah itu tidur atau pingsan sekalipun.

"Tidur yang nyeyak ya, tapi janji besok pagi lo harus udah bangun, karna gue sayang lo Key gue gak mau lo kenapa-napa." Setelah itu Zain mencium punggung tangan Keyla.

'Mungkin gue bukan orang yang pandai buat nyatain perasaan. Gue sadar perasaan ini salah, dan gak seharusnya gue suka sama Keyla.'

________

[Edited]

I Love My Stepbrother ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang