Sesampainya disekolah genggaman tangan mereka masih belum terlepas. Semua melihat merasa sedikit ragu akan hubungan mereka, Tapi pasangan ini tak menghiraukan omongan mereka, jika ketauan berpacaran juga mereka tak peduli.
"Belajar yang rajin ya sayang.." Ucap Zain sewaktu sampai di kelas Keyla.
"Kamu juga sayang.." Zain tersenyum,
"Aku ke kelas ya?" Keyla mengangguk, dan Zain mulai berjalan menjauh.
"Ekhmm, pagi-pagi udah romantis aja nih bang Zainnya, jadi iri gue.."
"Lah Amar emang gak gitu? Makanya kasih tau pacar lu, apa perlu gue yang bilang?"
"Eh jangan.. biar dia sadar diri, kalok dia gak seromantis kak Zain.."
"Hahaha, udah jangan mellow mending masuk kelas, yok."
*
Dalam pelajaran Keyla sedikit berdiam, perkataan ayahnya selalu terputar di kepalanya.
"Ayah gak suka bantahhan.. gak ada yang gak mungkin, kak Zain bisa aja langsung dinikahhin sama Shela.. kenapa hal ini selalu buat gue bingung.." Keyla menggeleng-geleng kepalanya cepat, bermaksud untuk mengusir pikiran buruknya.
"Lo kenapa Key?" tanya Willdan.
"Gak papa Will, gue cuma lagi galau gitu.."
"Karna Zain?" Keyla mengangkat bahunya bingung.
"Kalok lo gak keberatan, lo cerita aja sama gue."
"Ya gitu Will .. kak Zain itu di jodohhin sama anak dokter, kak Zain udah bantah tapi ya mau gimana lagi, tipe ayah gue gak suka bantahhan, dia bakal terus maksa sampek akhirnya yang dia inginkan tercapai, gue gak tau gimana jadinya kalok kak Zain bener-bener nikah sama Shela.. Gue harus apa Will?"
Willdan tersenyum 'Lo cukup move on dari Zain dan coba berpaling ke gue Key.. itu yang mungkin harus lo lakuin tapi sayang lo gak mungkin bisa ngelupain Zain..'
"Willdan.. ditanyain malah bengong? Jadi gimana?" Keyla menyadarkannya.
"Eh Sori, lo tenang aja Zain itu keras kepala, dan bakal ngelakuin apa aja buat terus bareng-bareng sama lo, percaya sama gue.."
"Benerran??"
"Ya lo cukup kasih dia kepercayaan, dan selalu ada buat dia, jangan sering buat dia kecewa, karna masalah kalian itu berat bantu dia berjuang buat mertahanin hubungan kalian." Jelas Willdan, dia berkata itu karna dia sayang Keyla, dia tak ingin melihat Keyla sedih. 'Kayaknya gue yang harus move on dari lo Key..'
"Thanks Will lo emang top banget deh kalok di ajak curhat." Keyla tersenyum.
"Gue seneng kalok lo ikut seneng.." Keyla mengangguk.
"Makasih yaa.."
"Iya Key.."
*
Istirahat tiba, Zain menjemput Keyla di kelasnya, lalu bersama sama menuju kantin. Zain merangkul Keyla hingga tak menyidakan jarak di antara mereka. Lagi lagi pandangan selalu tertuju ke mereka tapi mereka hiraukan.
"Gimana ya jadinya kalok mereka tau kita punya hubungan khusus?"
Zain mengangkat bahunya tanda tak tau.
"Gak usah pikirin orang lain, mending mikirin aku, udah jangan di pikirin sayang.. kalok ketauan juga gak masalah pacarmu ganteng gini." Zain mempererat rangkulannya sambil terkekeh, hingga mereka sampai di kantin.
"PD gilaa.." jawab Keyla acuh.
__________
Langsung Next.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Love My Stepbrother ✔
Jugendliteratur[ Cerita sudah Selesai!! Tolong jadi pembaca yang baik. Selalu Vote ya^^ Lebih baik follow dulu sebelum add cerita ini ke library. Karna ada part yang di private.] [Masih dalam tahab edit (acak). Maaf kalau beberapa bagian masih banyak yang typo kar...
