Seminggu sudah berlalu sejak kepergian Gilang ke Semarang. Seminggu pula keakraban yang terjadi antara Rena dan Reno terjalin. Tapi, selama itu pula Rey tak pernah lagi menghubungi Rena. Semenjak kejadian malam itu saat Rey melihat dengan mata kepalanya sendiri Rena bergenggaman tangan dengan seorang lelaki, Rey tak pernah lagi sekalipun menginjakan kaki nya di Cafe.
Rena sempat menghubungi beberapa kali tapi Rey tak pernah menghiraukannya.
Beberapa malam lalu saat Rena pulang dari Cafe sendirian, ia duduk didepan teras Rumahnya. Sekelebat pikiran berlalu lalang memasuki otaknya. Ada beberapa hal yang saat itu terpikirkan oleh Rena, kemungkinan alasan kenapa Rey tidak menghubunginya.
Pertama, Rey sibuk. Kemungkinan terbesar yang mungkin saja benar adanya.
Kedua, Rey pergi ke Lombok dan lupa memberi tahu Rena.
Ketiga, ada sesuatu yang membuat Rey tiba-tiba menjauh dari Rena. Keempat, Rey tidak mau lagi berhubungan dengan Rena semenjak perasaannya tak terbalas.
Jujur saja dari keempat kemungkinan yang terlintas dalam pikiran Rena, opsi terakhir adalah yang paling tidak diharapkan Rena. Katakanlah Rena egois, menginginkan Rey disaat hati lelaki itu sudah ia sakiti, menginginkan Rey tetap bersamanya walau hati Rey terluka karena nya. Tapi Rena benar-benar tak ingin jika Rey menjauh darinya karena perasaan lelaki itu tak terbalas. Bukankah Rey sendiri yang mengatakan bahwa ia tidak ingin Rena menjauhinya? Lantas kenapa sekarang Rey yang seakan menjauhinya?
Malam ini, seperti beberapa malam yang lalu Rena tetap datang ke Cafe. Berharap menemukan Rey disana dan bisa memperbaiki hubungan keduanya yang berubah sejak seminggu terakhir.
Jam menunjukan pukul delapan malam saat Farah datang menjemput kerumah Rena. Keduanya jadi semakin dekat sejak pesta ulang tahun malam itu. Sebenarnya, mereka adalah teman dekat saat kelas satu SMA. Vera, Rena, dan Farah adalah teman satu kelas yang kesana sini bersama-sama. Namun ketika kelas dua SMA saat Farah pindah kelas, ketiganya jadi terpisah.
Saat ini, ketika Vera pindah ke Semarang Farah hadir lagi mengisi kekosongan yang sempat mereka lalui walau sekarang Vera yang tidak ada diantara mereka. Namun baik Rena maupun Farah keduanya sama-sama senang bisa kembali lagi seperti dulu.
"Sebelum ke Cafe anterin gue ke Butik dulu ya,"
Ucap Farah ketika Rena duduk disamping kiri kemudi nya.
Rena mengangguk sekilas sambil membuka pesan yang baru saja masuk kedalam ponselnya.
Gilang : Ren, sibuk gak malem ini?
Rena : Lagi otw Cafe, Kak. Kenapa?
Gilang : Ketemu disana aja, ada yg mau gue omongin.
Rena : Oke.
***
Semenjak Rey tak terlihat lagi di Cafe, semenjak itulah Cafe Tavaria yang sering dipadati anak-anak remaja sekarang sedikit lenggang. Tempat duduk yang paling dekat dengan panggung sekarang hanya ditempati beberapa orang, berpindah ke tempat duduk disamping jendela.
Alunan musik jazz langsung terdengar begitu Rena masuk kedalam diikuti Farah dibelakangnya. Keduanya memilih bangku yang lumayan dekat dengan panggung karena tempat duduk disamping jendela sudah dipadati orang-orang. Farah yang lebih dulu memesan, sementara Rena masih sibuk bertukar pesan dengan Gilang.
Sepanjang menunggu Gilang yang belum datang, Rena mengedarkan pandangan melihat setiap orang yang berada disana. Semua orang terlihat tenang menikmati musik yang sedang diputar dan juga pesanan yang dihidangkan. Biasanya, Cafe selalu ramai. Orang-orang yang ada didalam pun biasanya riuh saling berteriak memanggil nama si penyanyi Cafe, Rey. Kali ini Cafe itu kembali seperti dulu saat Rey belum menyanyi disana, tenang dan biasa saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Promise [Completed]
Teen FictionSetahun lalu Rena pernah sangat mencintai seorang pria, tapi perlahan rasa itu memudar seiring berlalunya waktu. Pria yang dicintainya tak lagi menaruh rasa percaya pada Rena karena sebuah kejadian tak terduga dimalam hari jadi mereka yang ke satu t...
![I Promise [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/67977064-64-k21584.jpg)