Pagi hari, tepatnya ketika jam menunjukan pukul lima pagi, Reno sudah kesana kemari mencari keberadaan ponselnya yang entah kemana pergi.
Ia mengubrak-abrik seisi kamar, toilet, dapur, dan juga ruang tengah untuk mencari ponselnya. Namun benda tipis itu tak kunjung ia temukan sejak kemarin sore setelah ia pulang bermain basket.
Dan sampai saat ini pun benda tipis itu seakan benar-benar lenyap dari bumi, Reno tak menemukannya.
"Kemana sih Hp gue?!!" Teriak Reno frustasi seraya menyibak selimut tebalnya sampai terjatuh ke lantai.
Ia duduk ditepi kasur seraya terus berfikir dimanakah terakhir kalinya ia menggunakan ponselnya. Namun, karena memang Reno memiliki sifat pelupa ia sama sekali tidak mengingatnya.
Satu jam lebih ia mencari keberadaan ponselnya, akhirnya ia menyerah. Ia memutuskan untuk bersiap-siap pergi ke sekolah walau hari ini ia sangat enggan untuk pergi sekolah.
***
Jam menunjukan pukul tujuh kurang sepuluh menit. Rena sudah tiba disekolah sekitar dua menit yang lalu.
Ia berjalan sendirian seraya memegang ponsel hitam ditangannya.
Lalu, tak lama ketika ia berjalan melewati koridor, ia melihat punggung Andre dari kejauhan. Tanpa fikir panjang, ia langsung berlari dan berteriak memanggil Andre.
"ANDRE!"
Laki-laki itu tampak berjalan sendiri tanpa ada Reno disampingnya.
Biasanya dari pagi sampai pulang sekolah, bahkan sampai malam Reno selalu bersama Andre. Namun kali ini tidak, Andre berjalan sendirian dengan satu bola basket ditangannya.
"Hai Ren" sapa Andre ketika Rena sudah berada tepat didepannya.
Rena tersenyum kecil lalu menyerahkan benda tipis berwarna hitam kepada Andre.
"Ini Hp Reno bukan?" Tanyanya.
Tanpa melihat dulu isi ponselnya, Andre segera mengangguk dan mengambil ponsel itu dari tangan Rena. Karena ia sudah hafal betul bagaimana ponsel milik sahabatnya. Dilihat dari satu arah saja, Andre sudah bisa menebak karena memang ponsel Reno sama dengan miliknya.
"Makasih ya" ucap Andre.
"Sama-sama. Yaudah gue ke kelas ya udah mau bel soalnya" jawab Rena.
Keduanya pun kembali berjalan menuju kelas masing-masing. Namun sebelum Rena sampai dikelasnya, ia sempat tersandung pada kursi panjang yang terletak disamping koridor. Membuatnya hampir saja terjatuh jika ia tak bisa menyeimbangkan tubuhnya.
"Hampir aja" gumam Rena seraya mengusap dadanya.
Ia pun kembali berjalan dengan Reno yang diam-diam berada jauh dibelakangnya. Laki-laki itu terlihat berantakan. Rambutnya sedikit acak-acakan dan terdapat lingkaran hitam dibawah matanya.
Reno benar-benar kurang tidur karena harus mencari ponselnya ke seluruh penjuru apartemennya.
Tak lama bel pun berbunyi nyaring, membuat semua siswa yang berada dikoridor berlari secepat kilat kedalam kelas.
Reno melangkahkan kakinya dengan sangat lambat, tak peduli dengan guru sejarah yang sudah masuk kedalam kelasnya, tak peduli juga dengan tatapan orang-orang yang terang-terangan menatapnya lewat jendela kelas.
"Maaf bu saya telat" ucap Reno dingin dan berlalu menuju tempat duduknya sebelum guru sejarah itu menyuruhnya untuk duduk.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Promise [Completed]
Novela JuvenilSetahun lalu Rena pernah sangat mencintai seorang pria, tapi perlahan rasa itu memudar seiring berlalunya waktu. Pria yang dicintainya tak lagi menaruh rasa percaya pada Rena karena sebuah kejadian tak terduga dimalam hari jadi mereka yang ke satu t...
![I Promise [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/67977064-64-k21584.jpg)