Heart Attack
Happy Reading
.
.
.
.
Kirana terlalu malas untuk sekedar menggerakkan tangan kanannya.
Ini sudah hampir tiga puluh menit dan baru dua suapan nasi yang masuk ke dalam mulutnya,
Kirana hanya meringis sesekali mengumpat karena lengan kanannya yang masih terasa sakit, bahkan untuk makan saja susah sekali.
Kini sendok yang ia pegang dipindahkan ke tangan kiri, walau masih kaku setidaknya ia bisa makan.
“Non, ada den Vajra” ujar si bibi yang baru muncul dari dapur,
Sedangkan orang yang dibicarakan sudah melangkah masuk ke ruang makan dengan senyum lebar di wajah tampannya.
“Gimana? Udah baik-baik aja?” tanya Vajra yang sudah terduduk di samping Kirana,
Pria itu bergantian menatap Kirana, tangan, dan sendok yang dipegang gadis itu.
Vajra meringis tertahan melihatnya.
“Iya deh, kayaknya lo belum baik-baik aja”
“Kalau udah tahu, kenapa masih tanya?” ucap Kirana rada kesal,
Kebiasaan Vajra, jika ia menanyakan keadaan ujung-ujungnya akan dijawab sendiri.
“Om Karta nitip salam buat lo, tadi di Gedung gue sempat ketemu sebelum mau ke sini. Beliau sibuk banget, harus mondar-mandir hadir di acara-acara”
“Emangnya lo nggak ada kerjaan lagi di Gedung?” tanya Kirana kemudian, namun pandangannya tetap terfokus pada sendok dan piring di depannya,
“Ini juga baru jam dua siang, biasanya orang-orang yang kerja di sana paling cepat jam sepuluh malam baru pulang” lanjut gadis itu dengan mulut penuh menguyah makanan,
Dan jangan lupakan beberapa nasi yang sempat keluar dari mulutnya.
Vajra terkekeh melihat gadis itu.
“Upss, maaf”
“Gue kan baru masuk ke Gedung, jadi belum terlalu banyak kerjaan. Sini, biar gue suapin”
“Nggak usah” tolak Kirana.
Vajra pun menurut lalu menatap Kirana, menunggunya hingga selesai makan tanpa pembicaraan.
Kalau boleh jujur, Vajra masih sayang pada Kirana bukan sebagai sahabat.
Tetapi sebagai seorang wanita, janji Vajra dulu akan ia laksanakan tapi harus menunggu waktu yang tepat.
Karena Vajra mencintai Kirana, perasaan pria itu tak akan terganti oleh hati wanita lain.
Karena Vajra mencintai Kirana, ia tak akan biarkan seorang pria pun yang ingin mendekati Kirana.
Ya, tak akan pernah.
***
Mereka berdua duduk santai di taman belakang rumah, dengan secangkir teh hangat yang menemani dan---
KAMU SEDANG MEMBACA
UnKnow [END]
RomansaIni bukan tentang "cinta terlarang" Tapi, bagaimana mereka membangun sebuah hubungan yang sudah terikat sejak lama. Kisah yang bisa saja dialami dalam percintaan dan keluarga.
![UnKnow [END]](https://img.wattpad.com/cover/101401549-64-k607436.jpg)