Chapter 3

26.1K 1.2K 44
                                        

Kini mereka tengah sarapan di meja makan, Karna Galvin terlebih dahulu selesai ia memutuskan untuk masak. Galvin tidak mau menyuruh Della masak takutnya Della kenapa-napa gitu sih kata Galvin, pembantu juga gak ada di apartement.

" Aku udah selesai, aku mau berangkat dulu. " Ucap Della

" Tunggu-in aku dulu nanti kita bereng bereng berangkatnya ya. " Ucap Galvin.

" Aku mau berangkat ama Agus aja. " Ucap Della berlalu dari apartement Galvin dan pergi menemuin Agus yang sudah siap di basement dengan mobil yang mengkilat.

" Ayo kita jalan. " Ucap Della dengan nada sedikit kesal karna Agus masih berdiri di samping mobil.

" Baik nona. " Ucap Agus memasuki mobil dan menjalankan menuju Gerald High School.
Sedangkan Galvin, setelah ia melihat Della pergi, ia menyuruh Beni mengambil mobil Lamborghininya.

●●●●●

Sesampainya di Gerald High School, ternya pintu gerbang sudah di tutup tapi ada dua orang osis. Mereka laki-laki dan perempuan. Yang perempuan melihat Della yang baru datang pun memanggil Della agar mendekatinya.

" Heh, yang baru datang sini lo. " Ucap perempuan yang bernama puspita tapi sering di sapa pita.

" Kenapa kak?. " Tanya Della tanpa ada rasa takut.

" Lo tuh ya udah telat, songong lagi. " Ucap Pita. Della hanya menaikan sebelah alisnya mendengarkan omelan seniornya itu tanpa minat.

" Karna lo telat, gue jemur lo dilapangan sampai kegiatan MOS selesai. " Ucap Pita.

" Nanti kalau Galvin tau lo hukum siswa/siswi tanpa izin dari dia, bisa-bisa marah besar si Galvin. " Ucap sang lelaki yang dari tadi hanya diam dan saat mendengar hukuman di berikan pita ia angkat bicara karna tidak suka sikap pita yang sok berkuasa.

" Gue gak peduli lang. " Ucap pita pada Galang, ya nama lelaki itu Galang yang menjabat sebagai wakil OSIS sedangkan Pita ia sebagai bendahara.

" Sekarang lo ikut gue. " Ucap Pita menarik tangan Della menuju lapangan basket. Saat Pita dan Della berlalu, datang Sabuah mobil Lamborghini veneno berwarna merah memasuki area sekolah.

Galang melihat mobil itu lewat pun menghampiri sang pengendara mobil tersebut.

" Vin kenapa lo baru dateng sih, udah tau acara penyambutan siswa/siswi mau mulai lo baru datang. " Ucap Galang panjang lebar yang di balas tatapan datar dari Galvin.

" Ayo buruan lo. " Ucap Galang menarik tangan Galvin. Galvin yang niat awalnya ingin mencari Della hanya bisa pasrah di tarik oleh Galang. Sedangkan di lapang basket Della berdiri, dengan keringat mulai membanjiri wajahnya karna matahari sudah mulai tinggi. Ia merasakan kepalanya mulai pusing dan hampir jatuh untung saja Agus segera menghampiri nona mudanya itu.

" Aduh, nona kenapa?. " Tanya Agus khawatir kepada nona muda jika tuan mudanya tau habis dia.

" Kepala Della pusing. " Ucap Della serak.

" Sebentar saya mau memberi kabar kepada tuan muda. " Ucap Agus mengeluarkan ponselnya bersiap menghubungi Galvin, tapi keburu di cegah oleh Della. Sebelum kesadarannya hilang.

" Jangan kasih tau lano. " Ucap Della memejamkan matanya. Agus melihat itu pun mengangkat Della menuju mobilnya. Dan membawa Della ke rumahnya.

####

And don't forget to vote⭐ and commet💬

Sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya ya.

Love you gaes😙

She Is MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang