Chapter 21

12.5K 511 9
                                        

Happy reading



📖

Della saat ini tengah berada di apartment Galvin, ia sedang asik menonton film kesukaannya apalagi kalau bukan drakor.

Sedangkan Galvin sedang sibuk di ruang kerjanya, untuk mengerjapkan sesuatu yang begitu penting katanya sih gitu.

"YUHU SPADA DIMAS GANTENG DISINI." Teriakan Dimas menggelegar ke seluruh apartment Galvin.

Shawn, Raka, Galang serta Leo hanya bisa menutup kedua telinga mereka saat mendengar suara emas Dimas yang bisa membuat gendang telinga pecah.

Mereka berempat berjalan menuju ruang tamu di mana Della yang tengah asik menonton drakornya. Tanpa menyadari kelima orang tersebut.

Dimas melihat Della yang begitu serius memandang layar flat didepannya membuat Dimas penasaran apa yang di tonton oleh Della. Terlintas ide jahil di otak nya untuk menjahili Della.

Ia mengendap ngendap mendekati Della lalu.

Dorr

"Huaa" teriakan Della menggelegar di segala penjuru apartment Galvin, membuat kelima para lelaki itu menutup telingannya.

"Ish, kak Dimas ngeselin." Ujar Della mengerucutkan bibirnya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca membuat kelima pemuda itu panik apalagi Dimas.

Tap..tapp..tapp

Langkah kaki seseorang yang menuruni anak tangga terdengar, langkah kaki tersebut membuat kelima pemuda itu semakin panik.

"Della jangan nangis ya, nanti kita beli ice cream deh, yang banyak lagi." Bujuk Dimas mendapat gelengan dari Della.

Galvin menetap kelima temannya itu yang terlihat sangat panik, ia mengalihkan pandangannya pada Della yang sudah mengeluarkan air mata.

Dengan segera Galvin menghampiri Della dan memeluk nya.

"Kamu kenapa hmm?" Tanya Galvin mengelus rambut Della.

"Kak Dimas jahat." Ujar Della sesegukan.

Galvin menatap Dimas tajam, tapi yang di tatap malah pura pura tidak menyadari ia mencoba mengalihkan pandangannya agar tidak menatap mata tajam milik Galvin.

"Kita tidur ya." Ujar Galvin.

Galvin membawa Della dalam gendongannya. Lalu menatap kelima temannya itu.

"Jangan ribut." Ujar Galvin berlalu menuju kamarnya dengan Della yang masi sesegukan di gendongannya.

Ia membaringkan tubuh Della di atas kasurnya lalu menyelumuti Della hingga sebatas dada.

"Lano jangan pergi temenin Della disini." Ujar Della dengan pandangan yang memohon.

"I'm stay here." Ujar Galvin ikut berbaring di samping Della dan tidak memperdulikan para sahabatnya itu.

Sedangkan di bawah kelima pemuda itu tengah menonton drakor Della.

"Anjir yang cowo jahat banget."

She Is MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang