Di sekolah Della berjalan dengan santai menuju kelasnya keadaan sekolah tidak terlalu ramai. Sampainya di kelas hanya ada beberapa teman Della sudah datang tapi tidak dengan ke tiga sahabatnya belum ada yang datang, hanya ada Levi, Dina dan si Udin. Della berjalan menuju bangkunya lalu menaruh tasnya. Dan berlalu keluar kelas, ia berjalan menelusuri setiap sudut sekolah ia bingung harus ngapain ia datang terlalu pagi dan Galvin juga belum datang, Della memutuskan pergi ke gudang mengambil sepatu roda yang ada di gudang dia ingin sekali main basket tapi ia tidak mau ambil resiko. Setelah mendapatkan apa yang ia mau Della pergi ke lapangan basket untuk memainkan sepatu roda tersebut. Saat sedang asik-asiknya bermain sampai membuat Della lupa waktu keadaan sekolah mulai ramai, saat Shawn melewati lapangan basket ia tidak sengaja melihat Della yang sedang asik kesana kemari menggunakan sepatu roda tersebut, dengan cepat Shawn menghampiri Della sebelum Galvin tau, jika Galvin tau maka habislah riwayat Shawn.
" Dek lo ngapain?." Tanya Shawn menarik tangan Della agar duduk di pinggir lapangan.
" Nyuci." Ucap Della kesel,sudah jelas-jelas lagi main sepatu roda malah nanya emang abang goblok. Batin Della menatap kesal Shawn.
" Nyuci? Lo kan lagi main sepatu roda kok lo bilang nyuci sih?." Tanya Shawn dengan wajah polosnya, lama-lama Della ingin sekali membunuh abangnya ini entahlah dari mana Shawn mendapatkan otak sebodoh ini padahal orang tua mereka pintar-pintar tapi hanya Shawn saja yang agak gimana gitu.
" Iya main sepatu roda lah emang lo liat gue ngapain." Pekik Della kesel.
" Main sepatu roda." Ucap Shawn dengan wajah polosnya. Kalau bunuh abang sendiri dosa gak ya?. Batin Della sangat kesal dengan tingkah Shawn.
" Emang Galvin tau kalau lo main sepatu roda?." Tanya Shawn lagi.
" Yah gak lah." Ucap Della enteng.
" Sekarang lo bawa tuh sepatu roda ke gudang dari pada nanti Galvin dateng terus liat lo main habis gue ama dia." Ucap Shawn.
" Gak papa biar lo di habisin aja sama Galvin gue ikhalas lahir batin malah." Ucal Della, laknat nih emang adek gue. Batin Shawn.
" Buruan sana lo kegudang taruh tu sepatu rodanya terus pakai lagi sepatu lo." Ucap Shawn melepaskan sepatu roda yang masih menempel di kaki Della. Orang berlalu lalang melihat itu memekik tertahan termasuk ketiga sahabat Della.
" Lo aja ya bang gue capek." Ucap Della memelas pada Shawn.
" Gak lo aja gue mau ke kelas." Ucap Shawn sudah siap berlalu namun terhenti mendengarkan ucapan Della.
" Kalau lo gak mau gue aduin Galvin tau rasa lo." Ancam Della, Shawn yang mendengar itu pun membalikan badanya dan mengambil sepatu roda yang di gunakan oleh Della. Dan berlalu ke gudang. Untung adek gue kalau gak udah gue gantung di pohon toge. Batin Shawn kesal.
" Makasi bang." Teriak Della, sukses mendapatkan perhatian banyak orang. Della merasa dirinya ditatap malah nyengir tidak jelas dengan wajah yang memerah dengan cepat ia berjalan menuju kelasnya dan Della yakin sampai di kelas nanti ia pasti akan di tanya-tanya oleh para sahabatnya gara-gara kejadia tadi. Dan Della harus menyiapkan mentalnya untuk menghadapi para sahabat barunya. Della juga bersyukur karena Galvin tidak mengetahui hal ini jika tau habislah riwayat Della.
Della Pov
Untung Galvin belum dateng selamet deh gue tapi bahaya lagi nunggu gue. Gimana ya gue jelasin aman tiga makhluk itu apa gue pura-pura gak tau aja ya kejadian tadi tapi banyak yang denger gue bilang abang ama si Shawn, mana sekarang gue ditatap tajem amet ama kakak kelas yang gak jelas boleh teriak gak ya kalau gue mau bilang woy gue adeknya Shawn ama pacarnya Galvin!!! ada yang percaya gak ya? Tau ah pusing gue mending kekelas dari pada ketemu Galvin nanti pasti di tanya-tanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is Mine
RomanceSeiring berjalannya waktu orang bisa saja berubah begitupun Della. P.s: jangan di copy tolong:" Follow jg akun ini ya
