Chapter 16

14.1K 555 42
                                        

Happy reading 📖


Shawn melihat Della menangis langsung menarik Della ke dalam pelukannya.

"Kenapa nangis?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kenapa nangis?." Tanya Shawn mengelus rambut Della.

"Lano..hikss." Ucap Della terisik.

"Kenapa hmm?." Tanya Shawn mengangkat dagu Della membuat ia mendongakkan menatap Shawn dengan air mata yang membanjiri wajahnya.

"Ayo..hikss pergi nyari Lano." Ucap Della menarik tangan Shawn menuju garasi.

Shawn mengambil mobilnya sedangkan Della menunggu sesekali ia mengusap air mata Nya.
Shawn menghentikan mobilnya di depan Della lalu menyuruhnya naik.

Di perjalan menuju airport Della masih saja terisik membuat Shawn tidak fokus menyetir.

"Dell mending diem dulu ya jangan nangis sebentar lagi kita sampai kok." Ucap Shawn mengelus rambut Della.

Della hanya diam dan terisik pelan.

Sampai nya mereka di bandara Shawn menghentikan mobil Nya, dengan cepat Della keluar dari mobil dan berlari sekencang mungkin untuk menghampiri Galvin, ia tidak peduli lagi pada Shawn yang masih memarkirkan mobilnya.

Di dalam bandara Della celingak-celinguk menatap kesana kemari mencari keberadaan Galvin masih dengan air mata yang membanjiri wajahnya sehingga membuat orang yang berlalu  menatapnya bingung. Tapi Della tidak peduli akan tatapan orang.

(Di sini ya Della Nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Di sini ya Della Nya.)

Saat ia melihat jendela besar, Della melihat Galvin yang sedang berjalan menuju jet pribadinya. Ia berteriak sembari berlari lari.

 Ia berteriak sembari berlari lari

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
She Is MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang