Chapter 51

4.3K 173 9
                                        

Kalo udah bosen nunggu cerita ini, gak usah di baca lagi ya? Kerjaan aku bukan cuma buat update cerita, maaf kalo kalian lama nunggunya. Makasih^^





Happy reading



"Vin lo gak mau lakuin sesuatu gitu?" Tanya
Leo pada Galvin yang tengah sibuk mengerjakan tugasnya.

"Untuk sekarang kaga." Jawab Galvin fokus dengan laptopnya.

"Setau gue vin, mereka pacaran."  Ujar Leo.

"Gue tau." Ujar Galvin,

"Dan mungkin mereka jadian pas gue sama Della udah putus." Lanjut Galvin.

"Vin lo pernah mikir kaga si? Della cemburu liat sg lo yang terus terusan sama si Clarra?

"Lo tau kan Clarra gimana?" Tanya Galvin menghentikan mengerjakan tugasnya.

"Mantan lo kan psycho hahaha." Ujar Leo dengan tawa diakhirnya.

"Tau kan lo, apalagi sekarang ig gue dia bawa juga." Galvin melanjutkan mengerjakan tugasnya.

"Kenapa kaga lo ganti aja passwordnya?" Tanya Leo lagi.

"Percuma kalo gue ganti, nanti bakal dia minta lagi." Ujar Galvin acuh.

"Vin." Panggil Leo,

"Hm." Guman Galvin.

"Gue mikir."

"Emang lo bisa mikir?" Tanya Galvin menatap Leo bingung.

"Anjing lo." Maki Leo menatap jengah Galvin.

"Serius gue jingan." Kesal Leo.

"Mikir apaan lo?" Tanya Galvin menutup laptopnya.

"Gue rasa si Clarra ada hubungannya sama si Nathan dah." Ujar Leo.

"Napa lo bisa bilang gitu?" Tanya Galvin menatap Leo penasaran.

"Coba dah lo pikir, disaat lo pergi tiba-tiba di Nathan muncul." Jelas Leo.

"Terus nih ya, kelakuan aneh Clarra yang tiba-tiba aja suka nge tag-nge tag lo di instastorynya. Nah si Nathan tiba-tiba aje jadi murid baru di sekolah kita." Lanjut Leo.

"Eh maksudnya mantan sekolah kita." Koreksi Leo. Galvin terdiam memikirkan apa yang dikatakan oleh Leo, Sebenarnya ia memang sudah curiga dengan kelakuan Clarra lalu dengan Della yang tiba-tiba memutuskan hubungan keduanya. Dan tentu saja Nathan yang sekarang berstatus menjadi pacar Della.

"Ada benernya juga sama apa yang lo bilang, tapi kita gak bisa nuduh kaya gini tanpa bukti." Ujar Galvin.

"By the way itu bukan mantan sekolah kita, lebih tepatnya mantan sekolah lo. Karena sampai saat ini itu sekolah masih milik keluarga gue." Lanjut Galvin meninggalkan Leo sendirian.

"Songong bener lo kutil!" Kesal Leo.

Triingg

"Halo sayang, kenapa?" Ujar Leo,

"....."

"Hah? Serius kamu?" Tanya Leo kaget. Bagaimana tidak kaget mendengar Della yang sudah tidak bersama lagi dengan para sahabatnya.

"......"

"Iya sayangku, good night."

"....."

"OH IYA LUPA YANG KITA KAN BEDA NEGARA HUHU😭." Teriak Leo tanpa sadar membuat telinga Teresa terasa berdengung.

"......"

"Maap sayang maap. Ai lop yu bebi muah😘." Leo cepat-cepat memutuskan sambungan telepon sebelum Teresa mengamuk.

"GALVIN WOY KELUAR LO!!" Teriak Leo dari luar kamar Galvin.

"Apaan si lo anjir. Udah malem juga pake tereak-tereak." Ujar Galvin kesal.

"Lo harus tau sesuatu." Ujar Leo serius,

"Apaan?" Tanya Galvin malas.

"Lo bakal terkejut denger ini." Leo masih berujar dengan sangat serius.

"Buruan!" Kesal Galvin.

"Della sekarang udah gak pernah lagi main sama Intan dkk." Ujar Leo pada akhirnya.

"Kenapa?" Ujar Galvin terlihat biasa saja padahal ia sedang menyembunyikan rasa terkejutnya. Kenapa? Kenapa gadisnya menjadi seperti itu? Masih bisakah Galvin menyebut Della sebagai gadisnya setelah ia di putuskan sebelah pihak?

"Kenapa apanya bego?" Tanya Leo kesal.

"Ngomong yang jelas njing!" Lanjut Leo,

"Kenapa Della gak main sama Intan dkk?" Tanya Galvin lebih jelas.

"Entah, kata Tere semenjak dia jadian sama si Nathan de koko Della ngejauhin mereka. Bahkan Della pindah tempat duduk." Jelas Leo.

Ting tung ting tung

Bell apartement Galvin berbunyi seperti orang kesetanan. Membuat sang pemilik berdecak kesal.

"Siapa si anjir, malem-malem gini bikin ribut." Leo menggerutu sembari berlalu untuk membukakan pintu.

"Ngapain si lo malem-malem kesini?!" Kesal Leo dengan seorang perempuan.

"Gue mau ketemu Galvin." Saat ingin masuk Leo menghalangi jalan perempuan itu.

"Woy minggir gak lo? Gue mau ketemu Galvin." Ujar perempuan itu mendorong-dorong badan Leo agar ia bisa lewat untuk menemui Galvin.

"Galvin udah tidur Clarra!" Ya wanita itu adalah Clarra mantan pacar Galvin.

"Bohong lo. Gak mungkin Galvin tidur jam segini." Kekuh Clarra.

"Minggir Leo!" Clarra masih berusaha menyingkirkan Leo.

"Gak!" Leo mendorong balik tubuh Clarra sehingga membuat perempuan itu tersungkur di depan apartement milik Galvin.

"Syukurin lo." Leo menjulurkan lidahnya mengejek Clarra dan langsung menutup pintu dengan kencang. Clarra menatap tajam pintu yang baru saja di tutup oleh Leo, dengan perasaan kesal ia pergi meninggalkan Apartement Galvin

'Awas aja lo Leo kutil' batin Clarra






Tbc

Bali, 8/2/2020
Mel rios

She Is MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang