Chapter 7

23.1K 954 5
                                        

Di pagi buta, Della sudah sampai di sekolah. Ia berjalan menuju mading dan melihat dimana letak kelasnya. Ia memekik senang karena keinginannya di wujudksn oleh Galvin untuk sekelas dengan Intan. Ia berjalan santai menuju kelas barunya. Sampai di depan pintu kelas Della di sambut dengan terikan heboh dari Intan.

" Ahh akhirnya kita sekelas juga, gue seneng banget." Ucap Intan memeluk Della erat dengan posisi mereka di depan pintu namun tiba-tiba seseorang datang menegur dua orang itu.

" Kalau mau pelukan tu jangan didepan pintu orang mau lewat juga." Ucap Levi kepada kedua gadis itu yang masih setia berpelukan.

" Ih lo apaan sih ganggu orang lagi seneng aja." Ucap Intan melepaskan pelukannya dan menatap kesal Levi yang berjalan santai menuju bangkunya.

" Lo duduk ama gue ya." Pinta Intan memelas.

" Iya gue duduk ama lo." Ucap Della menuju bangku yang mereka tempati.

" Lo tau gak kak Galvin kemarin nge-posting foto bareng pacarnya, tapi sayang." Ucap Intan ngegantung...

" Sayang kenapa?." Tanya Della penasaran kelanjutan ucapan Intan karena Della tidak tau kalau Galvin memposting foto dirinya.

" Sayangnya wajah pacarnya gak terlalu keliatan, so sweet lagi mereka ahhh gue pengen punya pacar kayak kak Galvin pasti melting setiap hari." Ucap Intan sembari membayangkan menjadi pacar Galvin.

" Ngayal aja kerjaan lo." Ucap Cara orang yang duduk tepat di belakang mereka

" Sirik aja lo." Ucap Intan, Della hanya terkekeh mendengar perdebatan kedua teman barunya itu. Dan datang satu lagi teman mereka yang bernama Teresa yang duduk bersama Cara.

" Gue penasarm banget ama pacar kak Galvin, pasti pacarnya cantik." Ucap Cara membayangkan wajah pacar Galvin padahal yang mereka bayangkan ada di depan mata.

" Pasti tu cewek setiap hari melting." Sambung Teresa.

" Melting kenapa?." Tanya Della pada Teresa.

" Melting lah, udah punya pacar ganteng, so sweet, kaya apasih kurangnya kak Galvin, beruntung banget yang jadi ceweknya." Ucap Teresa. Della yang mendengarkan ucapan Teresa hanyan terkekeh geli.
Saat sedang asik-asiknya mengobrol tiba-tiba bel laknat berbunyi nyaring.

Kringgg...kriggg...kringgg

Semua murid berhamburan masuk kedalam kelas mereka dengan cepat jika tidak riwat mereka akan habis oleh bu vivi si guru killer sepanjang angkatan ini. Dikelas Della masuk guru yang tampan, yang mengaku sebagai wali kelas mereka yang bernama Mario tapi ia menyuruh untuk memanggil Mr. Rio. Mr. Rio menyuruh satu persatu siswa untuk memperkenalkan dirinya termasuk Della. Ada beberapa anak pria yang terus memandang Della dan kawan kawannya. Tak terasa bel istirahat telah berbunyi dengan segera Della marapikan alat tulisnya dan menuju kantin bersama ketiga teman dekatnya itu. Di kantin mereka memesan makanan yang mereka inginkan Dengan Della yang masih taat dengan porsi makannya yang mana yang boleh yang mana yang tidak boleh. Keadaan kantin yang tenang membuat Della nyaman namun baru beberapa detik Della merakan nyaman tiba-tiba kantin menjadi bising oleh teriak-teriakan para wanita yang melihat ke-5 Most Wanted yang berada di kantin. Della yang melihat antussius para pengunjung kantin hanya memutar bola matanya apa lagi ketiga temannya ini hampir saja air liur mereka terjatuh melihat pesona ke-5 pria itu. Apasih gantengnya mereka ber-5 gantengan Galvin ke mana mana iuhh. Batin Della. Sedang kan ketiga temannya masih menatap ke-5 Most Wanted itu sampai lupa akan bakso yang mereka pesan, karena Della sudah selesai makan ia pergi meninggalkan sahabatnya. Della terus menelusuri setiap sudut sekolah, entah kemana kakinya membawa ia pergi hingga sampai di depan pintu OSIS. Galvin ada gak ya? Apa gue langsung masuk aja ahh itu gak sopan. Batin Della. Di tengah pegulatannya dengan pikirannya, dari arah berlawanan datang si Puspita bersama the genknya Della tidak menyadari kedatangan Puspita hingga di depan matanya.

She Is MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang