Di ruang tengah apartement Galvin, Della tengah sibuk dengan satenya yang baru saja di antar oleh Agus. Sedangkan Galvin sedang mengerjakan berkas yang tadi di antar oleh Jordan sang sekertaris. Sesekali ia memandang Della yang tengah makan. Setelah habis satenya Della berjalan ke dapur untuk membuang sampah bekas satenya, lalu ia kembali lagi keruang tengah dan mengabiskan susu coklat yang di buatkan oleh Galvin. Galvin melihat ada sisa bumbu sate di sudut bibir Della langsung saja ia mengelapnya dan menatap Della.
" Udah kenyang?." Tanya Galvin menarik Della agar duduk di pangkuannya tanpa memperdulikan berkasnya lagi.
" Udah, tapi." Della menggantukan ucapannya membuat Galvin mengernyitkan dahinya menatap bingung Della.
" Tapi kenapa?." Tanya Galvin.
" Tapi Della mau ice cream." Ucap Della memelas.
" Gak boleh, ini udah malem kalau kamu mau ice cream terus nanti kalau kamu sakit gimana?." Tanya Galvin, bukan menjawab Della malah terdiam menundukan kepalanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Galvin hanya bisa menghela napas melihat mata berkaca-kaca Della dan memeluk Della yang bersiap menangis. Galvin memang begitu orangnya ia tidak akan bisa melihat Della menangis apalagi jika seseorang membuat Della menangis tak segan-segan Galvin akan menghancurkan orang tersebut. Dan Della memang seperti itu jika keinginannya tidak di penuhi maka ia akan mengeluarkan jurus handalannya yaitu menangis.
" Iya kamu boleh makan ice cream tapi jangan terlalu banyak ya." Ucap Galvin Della hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
" Itu di kulkas ada ice cream coklat, Lauren yang bawa kemarin." Lanjut Galvin, mendengarkan ucapan Galvin dengan cepat Della turun dari pangkuan Galvin dan berlari menuju dapur.
" Jangan lari-lari sayang nanti kamu ja.." Belum sempat Galvin menyelesaikan ucapannya namun ia mendengarkan pekikan Della, dengan cepat ia menghampiri Della.
" aww." Pekik Della yang tersungkur di samping meja makan untung saja kepalanya tidak mengenai ujung meja bisa-bisa berdarah itu kepala Della tapi tidak dengan lututnya hanya ada biru ke ungu-unguan.
" Lano kaki Della sakit." Ucap Della dengan mata yang mulai berair, dengan cepat Galvin mengendong Della ke ruang tengah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Kan tadi udah aku bilang jangan lari-larian tapi kamunya aja gak pernah nurut." Ucap Galvin mengelus rambut Della yang ada di pangkuannya.
" Lano jangan gitu, kaki Della sakit." Langsung saja tangis Della pecah.
" Sstt, maafin aku." Ucap Galvin menghapus air mata Della lalu mengecup mata Della.
" Jangan nangis ahh, jelek tau." Goda Galvin menatap Della jahil.
" Kan kaki Della sakit." Ucap Della menghapus ingusnya menggunakan baju Galvin, Galvin tidak mempermasalahkan hal itu.
" Mana yang sakit?." Tanya Galvin meriksa bagian tubuh Della yang lecet.