Hanya tinggal Galvin di dalam ruangan Della, teman-temannya baru saja pulang. Dan Della masih saja belum sadar.
Galvin mengambil tangan Della lalu di kecupnya pelan.
"Ayo sayang buka mata kamu." Ujar Galvin paru, namun secara perlahan mata Della terbuka dan ia beguman.
"Air." Guman Della pelan, dengan cepat Galvin mengambilkan Della air yang ada di meja. Lalu memberikan Della dengan perlahan.
"Udah?" Tanya Galvin saat Della menjauhkan gelas dari mulutnya. Della hanya mengangguk sebagai respon.
Galvin menaruh kembali gelas itu ke meja lalu menatap Della yang juga sedang menatapnya.
"Aku tidur berapa jam?" Tanya Della menatap Galvin.
"Hampir sehari." Jawab Galvin mencium tangan Della.
"Siapa yang lakuin ini sama kamu?" Tanya Galvin menatap Della lembut.
"Aku gak inget, pokoknya dia cewe." Ujar Della berbohong.
"Beneran kamu gak inget?" Tanya Galvin untuk memastikan kembali.
"Iya Lano sayang." Ujar Della dengan senyum yang mengembang, Galvin yang melihat senyum itu pun ikut tersenyum kecil.
"Aku laper. " Ujar Della manja. Galvin tersenyum mendengar ucapan Della yang terlihat menggemaskan itu.
"Mau makan apa hm?" Tanya Galvin mengelus rambut Della.
"Aku pengen makan bubur ayam, sate yang ada lontongnya, soto, pizza, burger, emm apalagi ya?" Tanya Della pada dirinya sendiri. Galvin hanya terbengong mendengar pesanan Della.
"oh iya aku juga pengen nasi goreng yang deket apartement kamu itu." Ujar Della memelas.
"Kamu beneran mau itu semua?" Tanya Galvin memastikan.
"Iya aku mau semuanya, aku juga mau coklat ya ya ya?" Ujar Della Memelas.
"Iya boleh, aku telpon Agus dulu." Galvin meninggalkan Della keluar kamar hanya untuk menelpon saja.
Della yang di tinggal hanya diam saja, ia bingung harus melakukan apa. Saat ia menoleh ke meja ternyata ada tab milik Galvin. Dengan cepat Della mengambilnya lalu membukanya.
Ia sibuk dengan beberapa permainan yang ada di tab tersebut. Sampai-sampai Della tidak manyadari kalo Galvin sudah duduk di tempatnya tadi.
"Serius banget sih." Ujar Galvin mencubit hidung Della.
"Ish Lano ganggu, kan Della jadi kalah nih." Ujar Della kesal, Galvin hanya terkekeh mendengar omelan Della.
"Sini aku mainin." Ujar Galvin mengambil alih tab yang berada di tangan Della.
"Ih Della kan juga mau main Lano." Ujar Della kembali kesal.
"Yaudah kamu yang main ya." Ujar Galvin mengalah lalu memberikan tab itu pada Della.
Della yang sibuk dengan tab milik Galvin, dan Galvin sibuk dengan ponselnya. Ia sedang membicarakan rencananya dengan Dimas.
Dimas
Vin
Vin
Vin
Galvin
Galvin
Gal
Gal
Gal
Vin
Vin
Spm anjr
Lo sih lama amet balesnya, udah tau emerjensi gini.
Buru knp?
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is Mine
Roman d'amourSeiring berjalannya waktu orang bisa saja berubah begitupun Della. P.s: jangan di copy tolong:" Follow jg akun ini ya
