Chapter 52

4.6K 185 16
                                        

Nathan💛⚡️

Yang
Hari ini aku gak bisa jemput kamu

Kenapa?

Aku ada urusan

Oh
Yaudah aku berangkat sendiri

Hati hati sayang
Love you

Della melempar ponselnya dengan kesal.

"Apa gue bolos aja ya?" Tanya Della pada dirinya.

"Ajak Intan juga kali ya." Della kembali mengambil ponsel yang sudah ia lempar itu.

"Eh tapi kan gue udah jahar banget sama mereka." Guman Della pelan.

"Galvin marah gak ya kalo gue kaya gini?" Tanya Della pada dirinya.

"Eh kenapa bahas Galvin." Ujar Della tersadar dengan apa yang ia ucapkan.

"Yaudah deh gue sekolah ae dah."

Sampainya disekolah, Della berjalan sendirian menuju kelasnya. Saat ia fokus pada handphonenya, tiba-tiba ia mendengarkan beberapa bisikan dari siswi yang tengah berdiri di korridor.

"Kasian ya Della, rela putusin kak Galvin yang ganteng, terus pacaran sama Nathan si remahan rengginang. Eh sekarang malah si Nathan berangkat sama cewe muka tepung."

"Iya ya, emang tuh ya si Nathan gak tau diri banget. Mana tuh orang sok kecakepan muka kek panci gosong ae songong."

Della mencoba untuk mengabaikan bisik-bisikan para siswi yang tadi ia lewati. Ia berlari dengan cepat menuju kelasnya. Tapi saat sampai di kelas Della tidak melihat adanya Nathan, jangankan Nathan tasnya pun tidak ada.

"Eh lo liat Nathan kaga?" Tanya Della pada Udin yang baru saja masuk ke dalam kelasnya.

"Tadi si gue liat di kantin, coba aja lo cari kesana." Jawab Udin.

"Oh gitu, makasih ya." Ujar Della berlalu menuju kanti tanpa menyadari ada seseorang yang memperhatikannya dengan senyum miris.

"Kita tunggu Della sadar ya, gue kangen kita main ber-4." Ujar Intan.

"Gue juga kangen gila-gilaan ber-4." Sahut Teresa.

At Kantin

Della mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kantin untuk melihat keberadaan Nathan sang kekasih.

Got you. Batin Della saat melihat keberadaan Nathan.

Della berjalan agak cepat menuju meja yang ditempati oleh Nathan bersama dengan temannya, saat sudah hampir dekat Della memberhentikan Langkahnya memilih diam untuk mendengarkan.

"Gimana bro lo sama Della?" Tanya Ciko salah satu teman Nathan.

"Ya gitu gitu aja, eneg gue lama-lama sama sifat manjanya dia." Sahut Nathan.

"Terus kapan lo mau putusin dia?" Tanya Ciko lagi.

"Nanti setelah gue dapet sesuatu yang berharga dari dia." Ujar Nathan.

She Is MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang