Hari senin, hari yang sangat tidak di sukai oleh banyak siswa dan hari ini Della melaksanakan ujian akhir semesternya. Tadi malam ia sudah berusaha keras untuk belajar bersama Galvin hingga akhirnya ia tertidur.
"Udah siap?" Tanya Galvin, heem Hari pertama ujian Galvin mengantar Della sekolah katanya biar Della lebih semangat.
"Della siap," Della tersenyum lebar pada Galvin.
"Nanti ngerjain soalnya pelan-pelan aja jangan terlalu terburu-buru oke?" Ujar Galvin fokus menyetir.
"Aye aye kapten," Della memberi hormat kepada Galvin.
"Harus dapet nilai memuaskan inget," Galvin kembali mengingatkan Della.
"Iya Lano,"
"Udah sampai sayang," Tak terasa mobil Galvin sudah sampai di depan gerbang sekolah.
"Della sekolah dulu ya," Ujar Della mencium pipi Galvin. Membuat Galvin tersenyum kecil. Della buru-buru keluar dari mobil Galvin dengan sedikit berlari ia masuk ke sekolah. Galvin kembali menjalankan mobilnya menuju rumah Raka, karena mereka memiliki janji untuk berkumpul.
🍭
Saat sampai di rumah Raka, Galvin melihat adanya mobil Leo. Setelah memarkirkan mobilnya dengan benar Galvin keluar dari mobilnya menuju rumah Raka.
Saat masuk ke rumah Raka, ia melihat ibu Raka yang sedang asik menonton televisi yang menayangkan acara gosip terhangat.
"Eh Galvin, nyari Raka ya?" Tanya Ibu Raka basa basi.
"Iya nih tan, ada Raka nya?"
"Gih kamu cari aja ke kamarnya, ada Leo sama Dimas juga."
"Yaudah kalo gitu Galvin ke atas ya tan," Galvin berlalu menuju kamar Raka.
"Wes pak bos udah disini," Ujar Dimas gembira saat melihat Galvin yang ada di kamar Raka. Galvin hanya tersenyum tipis lalu ikut bergabung bersama para sahabatnya.
"Rak ini kaga ada minuman ape ye, gue disini udah dari 5 jam yang lalu lo kaga kasi gue minum?" Ujar Dimas mendramatisir.
"5 jam palalu kentut, baru juga 20menit yang lalu lo di sini." Ujar Raka kesal.
"MAMA BAWAIN MAKANAN SAMA MINUMAN PLEASE!" Raka berteriak kencang membuat ke tiga sahabatnya menutup telinga.
"RAKA KAMU GA USAH TERIAK TERIAK GITU, KAMU KIRA MAMA. BUDEK." Balas mama Raka berteriak, nyuruh anaknya gak teriak tapi dirinya juga teriak.
"Ga anak ga emak bikin telinga gue sakit ae," Ujar Dimas mengusap telinganya. Galvin hanya menggeleng kan kepalanya saja lalu melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda tadi bersama Leo.
"Eh Galang kemana ye?" Tanya Dimas baru mengingat temannya lagi satu itu.
"Kaya kaga tau Galang ae lo, jam segini mah dia pasti Tidur." Ujar Leo asik bermain PlayStation.
"Telpon aja sana, ntar ngambek lagi temen lo itu," Suruh Raka sibuk dengan ponselnya.
"Le lo kapan mau nembak Teresa?" Tanya Raka menatap Leo yang masih asik dengan Galvin.
"Gue belum tau, belum ada persiapan juga terus lo kan tau nanti gue mau kuliah di luar. Gue takutnya Teresa gak bisa LDR-an, " Ujar Leo fokus dengan gamenya.
"Yeh elo, belum juga nyoba udah takut ntar di ambil orang mewek." Ujar Dimas memakan camilan yang baru saja di antar oleh ibu Raka.
"Nah itu juga gue takutin, terus gue maunya setelah gue lulus kuliah nanti gue langsung lamar Teresa jadi istri gue gak mau pacaran dulu." Ujar Leo sembari mempause gamenya. Membuat mereka ber 4 membuat lingkaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is Mine
Roman d'amourSeiring berjalannya waktu orang bisa saja berubah begitupun Della. P.s: jangan di copy tolong:" Follow jg akun ini ya
