Bab 11 ( Part #2 )

1.6K 85 0
                                        

Berhati-hatilah kadang teman dekat sekali pun bisa membunuhmu secara perlahan

____________________________________

Aku kembali menatap Guntur yang tadi berada di depan kelasnya, dan benar saja Guntur masih berada si sana.

Aku menghampiri Guntur, dengan hati dan langkah yang berat.

"Turrr cewek lu tuuuurrr" Teriak teman Guntur yang melihatku berjalan menghampiri mereka.

Jujur aku malu sekali.

Dia menatapku, menatap langkahku, sorak ramai teman-teman kelas Guntur mulai membanjiri koridor kelasnya.

Aku sampai di koridor kelas Guntur.

Aku bisa melihat kelas-kelas IPS yang lain sedang menatapku, aku malu Tuhan.

Guntur berdiri dari duduknya, menghampiri aku yang berdiri kaku di depan kelasnya.

"Apa?"

"Aku mau ngomong"

Dia terkekeh.

"Mau ngomong apa?" Tanyanya dia terus-menerus menatapku sambil tersenyum.

Aku diam. Guntur masih menatapku.

Kemudian Guntur membawaku ke belakang sekolah, untuk menjauhi kegaduhan di kelasnya.

"Kamu sakit?" Dia menatapku, tatapannya menusuk hatiku.

"Ngga"

"Mau ngomong apa?"

"Kenapa ribut sama Doni?" Tanyaku langsung kepada inti, aku gerah sekali, aku tidak tahan berdekatan dengan Guntur, apalagi di sini hanya ada aku dan Guntur.

"Kamu pucet" Ucap Guntur tanpa menjawab pertanyaanku

Pukul 10.20 WIB bel sudah dibunyikan pertanda istirahat sudah selesai.

"Udah bel, hayu ke kelas nanti kamu dimarahin, kalo aku si udah kebal sama hukuman" Tambahnya lagi.

"Kenapa ribut sama Doni?!" Tanyaku yang sedikit bernada tinggi, Guntur menatapku.

"Udah gapapa, cepetan masuk udah bel"

"Aku gabakalan gapapa kalo kamu belum jawab, kenapa?!"

Guntur menelan ludahnya dalam-dalam, tatapannya masih tertuju kepadaku.

Dia diam.

"Kamu pacar aku?"
Tanya Guntur, yang membuat bola mataku melebar.

Aku diam.

"Masih pacar aku kan?" Tanyanya lagi

"Pulang sekolah, aku tungguin kamu di gerbang" Tambahnya lagi.

Aku diam.

"Yu ke kelas"

Aku diam.

"Ko diem aja, hayu"

Guntur mengajakku kembali ke kelas, aku kesal. Menjengkelkan sekali, mengapa dia santai sekali ketika aku menanyakan 'kenapa' dia sampai berkelahi dengan Doni, yang lebih menyebalkannya sejak kapan aku pacar Guntur? Bukannya dua hari yang lalu dia memutuskan untuk berpacaran dengan aku?

Tangannya mulai menyentuh kulit tanganku, dia mengenggam tanganku dan mengajakku ke kelas.

"Yu"

Aku mengepiskan tangannya. Aku benci Guntur, aku benci, aku benci.

******

Di kelas.

Aku membaringkan kepalaku di atas meja, keadaan kelas yang ramai membuat kepalaku semakin pusing.

Suara nafsu teman-teman pria kelasku yang sedang menonton film Anggi dari bangku belakang membuat aku mendengus kesal.

Aku berdiri, aku menghampiri Anggi dan yang lainnya dengan bara api yang mengembang.

Anggi menatapku dalam-dalam. Yang sebalnya mengapa Ahmad selaku ketua kelas yang seharusnya menentramkan ruang kelas, malah ikut-ikutan menonton, pengaruh Anggi memang patut diacungi jempol.

"Kalian lagi ngapain sih" Tanyaku

Mereka terkejut melihatku, kecuali Anggi yang sudah tahu aku menggampiri mereka, cepat-cepat mereka mematikan filmnya kemudian Anggi mengambil ponselnya dan dimasukannya ke dalam saku bajunya.

"Kepo" Jawab Anggi sambil berdiri dan berjalan ke luar kelas.

Kemudian Malik menyusul Anggi dari belakang.

Gerombolan Si penonton mulai memencar, mereka langsung so sibuk membuka buku catatan, aku bisa melihat Irpan tersenyum ke arahku, karena aku sudah menentramkan kelas yang diagung-agungkan.

"Din, sini dulu" Ucap Amel dia sedang memegang ponsel di tempat duduknya.

"Apa?"

"Liat"

Dia menyodorkan ponselnya ke arahku.

"Si Anita upload foto sama Guntur" Tambah Amel

Aku melihatnya, foto Guntur sedang merangkul Anita yang masing-masing menggunakan pakaian seragam sekolah dengan senyum dari keduanya yang menyimbolkan bahwa mereka sedang senang.

Bola mataku perih melihatnya.

Aku menelan ludahku dalam-dalam.

"Mereka cocok ya" Ucapku pada Amel

"Sini Din, duduk aku mau cerita" Amel menyodorkan tempat duduk yang ada di sebelahnya kemudian aku langsung menuruti perintahnya.

"Kemarin aku denger gosip di kelas sebelah, katanya si Anita itu mantanya si Guntur" Amel berhenti sebentar, kemudian dia meminum minuman yang di mejanya terlebih dahulu setelah itu melanjutkan ceritanya.
"Mereka pacaran cuma seminggu, Guntur yang mutusin soalnya si Anita itu selingkuh sama si Anggi" aku melebarkan mataku "Iya si Anggi ini, Anggi yang sekelas sama kita" Tambah Amel.

Aku membeku, aku bingung harus menjawab apa, penjelasan Amel membuat isi otakku kembali mengalami disintegrasi.

"Anita garela dan gamau putus sama Guntur, kan gatau diri banget ya?"

Aku menganggup tanpa membalas sepatah katapun aku benar-benar kaget.

"Guntur kayanya udah jijik banget sama Anita, apalagi soal katanya akun instagram Guntur yang dibajak si Anita, kamu liat ga foto yang di post Guntur beberapa minggu lalu, itu katanya yang ngepost Anita, biar orang-orang ngira kalo mereka masih pacaran, jijik banget kan?"

Aku mengangguk, aku memang beberapa hari yang lalu ngestalk Guntur untuk kedua kalinya, dan foto yang berdua bersama Anita sudah tidak ada. Mungkin dihapus.

Aku mengedipkan mataku yang sedari tadi memerhatikan Amel dengan ceritanya yang membuat mataku melebar. Aku tidak menyangka ternyata Anggi ada hubungan dengan Anita, setahuku Anggi pria yang cuek terhadap perempuan. Ah sudahlah aku tidak mau memikirkannya.

-oOo-
Ini ceritanya gaje banget😭 maaf jadi ngawur, sebenernya part ini terinspirasi dari suasana kelas.Wkwk

Ada tokoh baru nih.
Anggi, cowok mesum di kelas dan ternyata ada hubungan dengan Anita. Hayo loh? Si Anggi temen kelasnya Dini, ko bisa ya?

Tunggu episode berikutnyaa..

GUNTUR [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang