Aku sampai di rumah pukul 16.00 WIB karena kak Fathur membawa aku ke tempat makan dulu, aku menolaknya karena ingin melanjutkan membaca buku Guntur tapi kak Fathur memaksa.
Kak Fathur minta berpamitan dulu ke ibu sebelum ia berangkat kembali besok ke Jakarta. Aku menurutinya.
Di halaman rumahku ada mobil sedan berwarna hitam, aku seperti mengenal mobil itu, tapi lupa.
"Kak kayanya ada tamu" Kataku ragu.
"Gapapa kakak cuma mau pamit sebentar"
Aku mengajak kak Fathur masuk ke dalam.
"Assallamualaikum"
Pak Gurda?!
Aku baru mengingatnya, mobil yang berada di halaman rumahku itu mobil pak Gurda, dulu Guntur pernah mengajakku pergi pakai mobil itu.
"Eh Dini udah pulang" kata pak Gurda.
Di ruang tamu sedang ada ibu, ayah dan pak Gurda. Aku yakin kak Fathur juga kaget melihat pak Gurda ada di rumahku.
Aku dan kak Fathur menyalaminya, kemudian ke Ibu dan ayah.
"Sini duduk" kata ibu padaku dan kak Fathur.
"Udah lama juga ya kita gaketemu, bapak seneng bisa ketemu lagi sama kamu" Kata pak Gurda ke kak Fathur. Kak Fathur membalasnya dengan tersenyum.
"Bapak ke sini mau ngajak Dini" katanya lagi.
Bola mataku melebar.
Ngajak?
"Dini, istri bapak lagi sakit dan pengen ketemu kamu"
Aku?
"Kenapa Dini pak?" Tanyaku heran.
"Istri bapak sekarang lagi kritis dan nyebut-nyebut nama kamu"
Aku mengerutkan halisku, aku benar-benar tidak mengerti apa yang pak Gurda sampaikan.
"Bapak mohon, tolong bapak. Bapak gatau lagi harus gimana" Katanya kali ini dia menitihkan air matanya.
Aku kemudian melirik ibu dan ayah mereka hanya mengangguk mengisyaratkan kalau aku harus pergi dengan pak Gurda.
"Istri bapak sekarang lagi di mana emangnya?" Kali ini kak Fathur angkat bicara.
"Rumah sakit Pelita" Jawabnya
"Dini mau kan bantu pak Gurda?" Tanya kak Fathur
Aku mengangguk sambil tersenyum.
"Oke pak, karena kampus saya dekat dengan rumah sakit itu jadi saya bakalan nganter Dini ke istri bapak, bapak gak keberatan kan?" Kata kak Fathur menyarankan.
Pak Gurda mengangguk sambil tersenyum.
••••
Di tengah perjalanan pikiranku sangat kacau, banyak sekali pertanyaan. Pak Gurda kan bapaknya Guntur, apa aku bakalan sanggup bertemu dengan dia? Kenapa Istrinya pak Gurda ingin bertemu denganku? Ada apa sebanarnya? Apa karena dia ingin punya anak perempuan seperti apa yang dulu pernah ia ceritakan?
"Kamu gugup ya" kata kak Fathur memecahkan lamunanku.
"Iya kak, aku bingung"
"Bingung harus gimana kalo ketemu Guntur"
Deg!
Aku menunduk.
"Gapapa Din, kakak tau ko kamu masih belum bisa lupain dia"
Guntur benar, kak Fathur memang pria sempurna tapi mengapa selama aku dekat dengannya tidak ada sedikit pun perasaan muncul di hatiku.
"Maafin aku kak" kataku menuduk.
KAMU SEDANG MEMBACA
GUNTUR [Completed]
Teen FictionCoba tanyakan pada hatimu. Kamu mencintainya atau hanya mengagumi? [Cerita telah selesai]
![GUNTUR [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/110755773-64-k464567.jpg)