Part 34 | Bahagia

2.4K 114 8
                                        

"Ibu akan membagi hasil ulangan sejarah kalian," tegas Bu Saraswati di depan kelas. Semua murid tampak menunggu-nunggu hasil ulangan tersebut, penasaran dengan nilai yang mereka peroleh.

Satu per satu murid dipanggil ke depan kelas untuk mengambil hasil ulangan mereka masing-masing. Ada yang gembira begitu melihat nilai mereka diatas KKM, tetapi ada juga yang wajahnya ditekuk karena mendapat nilai yang tidak sesuai harapan.

Sekarang, saatnya Surya mengambil hasil ulangannya. Seperti biasa, nilai Surya diatas KKM.

"Lo dapet nilai berapa Sur?" tanya Nadia begitu Surya duduk di sebelahnya.

"Alhamdulillah, dapet 89," jawabnya tersenyum senang.

Nadia ikut tersenyum.

"Nadia Indriani," panggil Bu Saras. Nadia maju ke depan kelas. Banyak siswa yang menatapnya dengan tatapan pasti nilainya dia jelek. Terendah sekelas.

Nadia tidak memedulikan tatapan teman-temannya itu. Ia menerima hasil ulangannya. Nadia melihat angka yang tertera di kertas ulangannya.

Tertulis angka delapan puluh, membuat Nadia terkejut. Apa benar ini nilainya? Apa ia tidak salah melihat?

"Bagus Nadia, sekarang nilai kamu mulai ada peningkatan," kata Bu Saras tersenyum. "Ibu harap, kamu bisa lebih rajin belajar lagi."

"Iya, Bu."

Begitu duduk di bangkunya, Surya, Uzi dan Nino yang mengetahui bahwa nilai Nadia lebih baik dari sebelumnya mengucapkan selamat atas pencapaian Nadia.

Sementara itu, teman-teman yang lain tetap merasa biasa saja bahkan banyak yang mencibir Nadia dan bilang kalau Nadia dapat nilai bagus karena menyontek atau berbuat curang lainnya.

Nadia sampai bingung harus bagaimana agar teman-temannya tidak mengejeknya sebentar saja. Ia merasa selalu salah. Kalau nilai jelek, diolok. Kalau nilai bagus pun dicibir.

***
Hari ulang tahun SMA Nusantara berlangsung sangat meriah. Terlebih saat acara pensi berlangsung. Beberapa siswa menampilkan bakatnya lewat menari, modern dance, paduan suara atau Band. Bahkan Bapak/Ibu Guru pun tidak malu untuk mengeluarkan suara emasnya.

"Selanjutnya, ada salah satu Band yang mau tampil nih. Band ini terkenal banget, lho, di SMA kita. Ada yang tahu nggak?" tanya salah seorang MC bernama Cleo.

Para penonton dengan riuh meneriaki nama Band tersebut. Nadia yang duduk diantara ratusan penonton hanya tersenyum mendengar nama Band itu.

"Siapa?!" tanya Fero, MC yang menjadi partner Cleo. Ia menyodorkan pelantang ke arah penonton.

Terdengar suara yang semakin riuh dari sebelumnya.

"Ya langsung saja kita panggil, ini dia," seru Cleo.

"SUNRISE Band!!" teriak Cleo dan Fero bersamaan.

Suara teriakan penonton kian menjadi-jadi. Terlebih ketika melihat Surya, Uzi dan Nino yang naik ke atas panggung.

"Suryaaa... Suryaaaa!!!" teriak Jasmine heboh. Nadia yang duduk di sebelahnya meringis mendengar suara Jasmine yang melengking.

"Sebelum tampil, boleh dong kita tanya-tanya dulu tentang Band kalian?" kata Cleo.

"Iya, boleh-boleh," kata Uzi.

"Jadi, nama Band ini kan SUNRISE Band. Nah, ceritain dong awal pembentukan nama itu tuh gimana sih?" tanya Cleo.

"Oke, jadi awalnya nama Band itu diambil dari singkatan nama kita bertiga yaitu SUN. Surya, Uzi, Nino," jawab Nino.

"Oh gitu. Tapi kenapa namanya SUNRISE? Kenapa nggak SUNSET?" tanya Fero.

"Jadi gini. Kenapa kita pilih nama SUNRISE? Karena ada makna dari kata itu. Sunrise, yang berarti matahari terbit. Langit yang semula gelap karena malam hari berubah menjadi terang dengan adanya matahari yang terbit di waktu pagi, dan juga matahari di pagi hari itu memberikan banyak manfaat salah satunya mengandung vitamin D. Kita berharap agar Band kita ini pun bersinar seperti matahari terbit dan apa yang kita tampilkan dapat bermanfaat bagi orang lain," jelas Surya.

"Wow, ternyata keren juga ya filosofi nama Band kalian. Oke, boleh kenalan nggak nih sama personilnya yang ganteng-ganteng dan kece ini?" tanya Cleo.

"Oke, gue Arun Surya Wicaksana biasa dipanggil Surya. Di Band ini berperan sebagai vokalis sekaligus gitaris," kata Surya. Para penonton berseru heboh meneriaki nama Surya, terutama kaum hawa.

"Halo gue Geonino Sanjaya biasa dipanggil Nino. Disini gue bagian keyboardis," ucap Nino.

"Gue Ahmad Fauzi Wibowo biasa dipanggil Uzi. Gue disini bagian drummer," ujar Uzi.

"Oke. Kalian mau nampilin lagu apa nih?" tanya Fero.

"Yang pasti lagu yang nge-hits di kalangan anak muda saat ini," jawab Uzi.

Setelah itu, mereka mempersiapkan band mereka.

"Oke, langsung saja kita tampilkan inilah dia," seru Cleo setelah Band tersebut siap untuk tampil.

"SUNRISE Band!" seru Cleo dan Fero bersamaan.

Band tersebut mulai menunjukkan penampilan terbaik mereka. Lagu hits terbaik di kalangan anak muda jaman sekarang dibawakan oleh band tersebut. Para penonton tampak menikmati penampilan mereka, bahkan ikut bernyanyi.

Nadia melihat penampilan itu dengan tersenyum senang. Surya hari ini tampak sangat tampan dan keren dengan kaos putih dan kemeja lengan panjang kotak-kotak berwarna biru serta celana jeans denim yang ia kenakan.

"Sekarang di lagu terakhir kita bakal nyanyi lagu 'kepompong' yang ditujukan untuk sahabat kita." Surya melihat ke arah Nadia dan tersenyum.

Jasmine yang duduk di sebelah Nadia melihat sinis ke arah Nadia.

Setelah lagu selesai dinyanyikan dan penampilan mereka selesai, mereka mengucapkan terima kasih dan turun dari panggung.

Acara HUT pun selesai. Para siswi menghampiri Surya dan memberikan beberapa hadiah untuknya. Surya sampai tidak enak pada mereka. Mereka selalu memberikan kado pada Surya, padahal Surya tidak pernah mengharapkannya.

Surya menghampiri Nadia yang berdiri di dekat photo booth.

"Hai Sur. Tadi penampilan lo keren banget. Gue suka," ucap Nadia tersenyum.

"Syukur deh kalau lo suka," balas Surya tersenyum manis.

Mendadak, jantung Nadia berdetak lebih cepat ketika melihat senyum itu. Nadia tidak tahu mengapa ia bisa merasakan hal ini. Terakhir ia merasakan hal ini adalah ketika dulu ia pertama kali melihat Ifan.

"Mau foto?" ajak Surya menyadarkan lamunan Nadia.

Nadia mengangguk dan mereka pun berfoto di photo booth.

***
"Nadia," panggil seseorang dari balik punggung Nadia. Ia menoleh ke sumber suara. Dilihatnya Nindya berdiri dari kejauhan dan menghampiri Nadia.

Nadia terkejut akan hal ini. Setelah sekian lama tidak menyapa, kini gadis itu menghampiri Nadia. Nadia berharap gadis itu mau berteman dengannya lagi seperti sedia kala.

"Ada apa?" tanya Nadia.

Nindya memeluk Nadia dan menangis.

"Lo... lo kenapa Nin? Kok nangis?" tanya Nadia.

"Gu...gue minta maaf. Selama ini kita marahan lama. Gue sadar, seharusnya kita nggak bersikap kayak gini. Gue minta maaf Nad. Maaf, gue tiba-tiba marah sama lo. Intinya, gue minta maaf. Gue mau kita sahabatan kayak dulu lagi," kata Nindya.

"I..iya gue seneng lo mau kita balik jadi sahabat lagi. Tapi kenapa tiba-tiba?"

"Gue menyadari ini setelah denger lagu yang dibawain sama  Bandnya Surya yang judulnya 'kepompong'. Gue pengen kita balik kayak kepompong lagi. Nad, selama gue marah sama lo, dalam hati gue nggak pernah ada perasaan benci sama lo. Gue masih mau sahabatan sama lo. Lo mau kan?"

Mereka saling bertatapan dengan wajah tersenyum tulus. Nadia sangat gembira hari ini. Kini ia bersyukur karena memiliki teman yang baik dan tulus ingin berteman dengannya.

Nadia mengangguk, "gue mau."

Nothing ImpossibleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang