Saling terbuka (1)

24 0 0
                                    

Dareen berjalan ke koridor kampus masih dengan setia mengandeng tangan Rena. Ekspresi gugup tergambar dari raut wajah mereka. Banyak mata yang memandang mereka dengan tatapan kagum, memuja bahkan ada yang berkata tidak pantas. Tapi, mereka tidak menghiraukan suara-suara itu.

"Wah pasangan hot dateng barengan"
"Gilaa gw juga mau dong dipegang sama Dareen"
"Ah Rena kenapa lo mau aja dipegang2"
"Envy banget sama Rena"
"Palingan tuh cewek pake guna2 buat deketin Dareen"

Dareen mengantar Rena sampai didepan kelas, saat gadis itu ingin masuk, ada seorang cewek cantik yang datang menghampiri dirinya dan langsung merangkul lengan Dareen dengan manja.

Siapa tuh cewek? Ngapain juga deket2 sama Dareen. Lah kenapa juga gw marah? Batin Rena

"Hai Ren. Tumben dateng pagi? Ada kelas yah? Nanti makan bareng yuk di kantin. oh yaa, Gmana jawaban lo tentang hal yang kemarin gw omongin?" sapa Vita sambil merangkul tangan Dareen mesra.

Dareen langsung segera melepaskan rangkulan gadis itu. Memang dirinya sekarang ini mudah merasa risih jika berdekatan dengan Vita.

Dareen menatap aneh Vita, "Kemarin bukannya udah jelas yah? Gw kan udah bilang kita gak bisa balikan lagi. Gw udah maafin lo, tapi bukan berarti kita bisa balikan lagi. Gw harap lo bisa ngerti dan buang jauh pikiran itu" ucapnya tegas tanpa ada keraguan di setiap katanya.

Raut wajah gadis itu langsung berubah sedih mendengarkan ucapan Dareen yang membuat hatinya sakit.

"Bukannya kemarin gw kasih lo waktu buat berpikir? Karena kemarin gw ngerasa emosi lo lagi gak stabil. Tapi lo beneran nolak gw Ren?" tanyanya pelan sambil menahan butiran air di matanya.

Tanpa pikir panjang lagi Dareen langsung pergi meninggalkan Vita yang masih terdiam kemudian melirik melihat Rena yang hanya berdiri menatap dirinya.

Kayaknya Rena denger semuanya, tapi yaudahlah.

Setelah Dareen pergi, Rena langsung masuk ke dalam kelasnya dengan raut wajah malas. Rasa penasaran terus bergemuruh di kepalanya. Dia ingin menanyakannya langsung pada lelaki itu, tetapi dia ragu untuk bertanya.

"Siapa sih tuh cewek? Mantan atau pacar Dareen? Kok kayaknya mereka akrab banget. Tapi kenapa tiba-tiba Dareen langsung pergi ninggalin tuh cewek" gumamnya pelan sangat pelan.

Rena menelungkupkan kepalanya di atas meja. Rasanya ia malas mengikuti kelas hari ini. Bayangan lelaki itu selalu muncul di kepalanya.

*****

Rooftop kampus adalah tempat yang dia pilih untuk sekarang. Dia malas mengikuti kelasnya. Dia merogoh sakunya lalu mengeluarkan kotak rokok dan langsung menyalakan kemudian menghisap rokok itu. Pikiran Dareen kacau balau saat ini, setelah kejadian tadi pagi, lalu Vita yang tiba-tiba bertanya tentang masalah ingin balikan dengan dirinya.

*Flashback On*

Dareen baru bangun dari tidurnya, tiba-tiba terdengar suara ribut di ruang tamu. Dengan langkah kaki cepat dia berlari untuk turun, kemudian dia menemukan mamanya yang sudah terkulai lemas dengan luka lebam di sekujur tubuhnya.

Lagi-lagi papanya berbuat kasar dengan memukul mamanya. Memang sudah menjadi kebiasaan lelaki itu jika emosi. Dareen langsung memapah tubuh mamanya yang sudah terlihat lemas.
Dengan cepat dia berlari untuk mengambil obat p3k untuk mengobati luka Sonya. Sebisa mungkin saat ini dia menahan air matanya agar tidak menangis, walau rasanya sangat sesak melihat keadaan Sonya yang sudah terbilang parah.

"Ma, mama berantem lagi sama lelaki itu?

"Tidak sayang, mama tidak berantem sama papamu. Papamu hanya emosi dan tidak sengaja memukul mama, jangan marah sama papamu ya"

Our Love Story Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang