Brukkk
"Yaampun maaf, saya nggak sengaja." ucap windu.
"Jalan tuh liat pake mata, jangan liat pake dengkul."
"Maaf saya nggak sengaja, soalnya tadi buru-buru mau kelapangan kak. Maaf ya"
"Murid baru masuk aja udah songong"
"Kakak maunya apasih? Saya udah minta maaf sama kakak. Sekali lagi saya minta maaf, saya pamit." ucap Windu sambil melangkahkan kakinya menuju lapangan yang penuh dengan murid kelas X.
"Keringetan banget lo, habis lari-larian ya. Nih gue bawa tissue pake aja" ucap perempuan disebelah Windu.
"Oh makasih ya." ucap windu sambil mengambil tissue. "Iya gue buru-buru tadi eh malah nabrak kakak kelas jadi ya nunggu dia selesai ngomel habis itu lanjut deh larinya ke lapangan."
"Btw kakak kelas yang lu tabrak ganteng nggak?"
"Biasa aja sih, dia galak. Eh kita belum kenalan."
"Yaampun sampe lupa. Kenalin nama gue Mila."
"Windu"
"Sekarang kita jadi temen kan? Gue nggak ada temen disini soalnya win"
"Iya-iya"
"Perhatian saya ketua osis disini saya yang akan membimbing kalian semua, nama saya Kuta."
"Win ketos disini ganteng juga. Apalagi wakilnya, gak nahan sumpah."
"Alay banget sih lo, biasa aja kayak gitu mah gak ganteng-ganteng banget. Gantengan juga bapak gue."
"Sudah saya bilang selama saya berbicara tidak boleh ada yang mengobrol ataupun bercanda." ucap kuta. "Kamu perempuan yang tadi berbicara dengan teman di sebelahnya silahkan maju kedepan."
"Saya?" tanya Mila sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Bukan, tapi samping kamu itu yang perempuan."
"Lah samping gue, berarti lo dong win."
"Gue nggak salah, suruh maju."
"Cepat maju jangan ngobrol disana"
Mendengar itu windu segera menuju kedepan menghampiri ketua osis sekolahnya yang sangat galak, tapi ganteng.
"Kenapa tadi ngobrol? Emang nggak ada waktu lain untuk ngobrolnya ? Apa kamu tidak diajarkan sopan santun?"
"Kakak kelasku tadi teman saya itu ngomong sama saya, masa sih didiemin kan nggak enak. Oh iya saya itu tau sopan santun kok tenang aja kak."
"Lari 20 putaran."
"Lari?" tanya windu sedikit cemas.
"Iya kamu lari 20 putaran. Cepat Sekarang!"
Saat windu sedang menjalankan hukumannya walaupun belum dapat satu putaran, Kuta sudah menyuruh seluruh kelas X untuk mengikuti semua anak osis, tinggal windu seorang diri berlari memutari lapangan yang luas itu.
1 putaran semangat.
5 putaran sudah lelah.
7 putaran sudah tidak secepat tadi.
9 putaran sudah tidak kuat lari dan wajahnya sudah pucat.
10 putaran seketika sudah gelap.
Karna sedari tadi Kuta memperhatikan Windu yang sudah tidak sanggup untuk berlali lagi dan tiba-tiba pingsan dengan cepat dia membawa Windu ke ruang uks.
Diperjalanan banyak yang melihat Kuta sedang berlari dengan Windu yang berada di dekapannya, ada yang melihat dengan tatapan suka ada juga yang menghina.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Bad Boy
Teen Fictionupdate tidak tentu, bisa malam minggu ataupun hari biasa. **** "Mulai sekarang lo jadi pacar gue" bisik kuta disamping Windu. Perempuan itu tersedak, dengan cepat Kuta mengambilkan minum dan memberikannya. "Nggak gu--" ucap windu terpotong "Mulai se...
