Ettan memberhentikan motornya di parkiran restoran fast food kesukaan Poppy, adiknya, setelah ia pulang dari rumah Elang. Poppy berpesan kepada Ettan, sebelum Ettan sampai ke rumah sudah harus membawakan makanan kesukaan adiknya tersebut. Padahal jarak rumah dengan restoran tersebut cukup jauh, tetapi engan pasrah, Ettan melakukannya. Meskipun ia terlihat dingin dan sangar, ketahuilah bahwa ia sangat menyayangi kedua adiknya, Poppy dan Jasmine. Apapun akan dilakukannya untuk kedua adik kembar perempuannya tersebut.
Dengan langkah cepat ia memasuki restoran cepat saji dan langsung menuju tempat pemesanan, kebetulan sekali siang ini tidak ramai sehingga Ettan tidak perlu repot-repot untuk mengantre. Dengan sigap, Ettan menyebutkan pesanan adiknya tersebut di luar kepala, ia sudah amat hapal dengan menu yang disukai adiknya tersebut sejak kecil. Oh, jika ayahnya tau pasti akan memarahinya! Makanan cepat saji ini tidak baik untuk kesehatan, bukan?
Sambil menunggu pesanannya, Ettan melirik-lirik ke arah lain restoran tersebut. Matanya terhenti pada satu meja.
Itu Freya.
Dan tunggu, dengan siapa dia?
Ettan tersadarkan karena pesananannya sudah siap. Ia mengambil pesanannya tersebut dengan kasar dan langsung menuju meja tersebut.
Darahnya tiba-tiba menjadi panas mendidih, otaknya sudah tidak dapat bekerja dengan baik lagi. Bagaimana tidak?! Seminggu ini adalah pekan libur untuk anak kelas 10 dan 11 karena kelas 12 sedang sibuk ujian, dan Freya tidak bisa dihubungi seminggu ini. Bahkan Ettan telah mengunjungi rumahnya dan gadis itu selalu tidak ada di rumah. Sekarang Ettan malah bertemu dengannya di tempat ini dan Freya sedang bersama dengan seorang cowok. Bahkan ia tertawa renyah dengan cowok tersebut. Persetan dengan itu semua!
"Freya" ucapnya dengan begitu dingin.
Gadis itu menoleh dengan santai, ia sama sekali tidak terkejut dengan kehadiran Ettan di sampingnya.
"Ikut aku" Ettan menarik lengan Freya, gadis itu tidak menolak sama sekali ajakan Ettan, ia sudah pasrah.
Ettan menarik lengan Freya hingga keluar dari restoran tersebut. Setelah berhenti, Freya dengan kasar menarik lengannya hingga terlepas dari genggaman Ettan.
"Apa?" ucapan Freya ikut dingin seperti kekasihnya, bahkan ia juga sekarang berani menatap kekasihnya tersebut "Mau marah? Silakan"
Ettan begitu terkejut mendengar apa yang diucapkan Freya dan melihat tingkah lakunya, tidak biasanya Freya seperti ini. Menurutnya, Freya adalah gadis yang paling lembut dan penurut dengannya.
"Seharusnya kamu tau apa yang akan aku tanyakan, bukan?" tanya Ettan.
Freya menaikkan bahunya tidak peduli.
"Siapa cowok itu?" Ettan mulai membuka percakapannya.
"Buat apa kamu tau?"
Ettan mendelikkan matanya dan mengerutkan alisnya. Bukankah jelas ia memiliki hak untuk tau?!
"I have the right to know him" ujar Ettan dengan sedingin mungkin, tatapannya juga berubah menjadi begitu tajam, tapi Freya masih terlihat tidak peduli.
Freya mengangguk-anggukan kepalanya dengan santai, ia memiringkan senyumannya dan terlihat tak acuh.
"Freya, aku sedang bertanya..."
"Iya, aku tau kok" Freya menyanggah ucapan Ettan dengan cepat "Bicarakan semua yang ingin kamu tanyakan, aku akan jawab semua hal yang ingin kamu ketahui"
"Kemana saja kamu seminggu ini?"
"Jalan-jalan" jawabnya dengan begitu singkat.
"Kemana? Dengan siapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Vandra & Ettan
Novela JuvenilCERITA SUDAH LENGKAP DAN TIDAK DI PRIVATE YAA! FREE FOR READ! Ettan Orlando Janes: Ettan Orlando Janes adalah siswa laki-laki yang takut akan Tuhan, taat pada agama, sayang dengan keluarganya, dan pengamal pancasila yang baik. Kehidupannya berjalan...
