"non, mbok antar ke kamar". Suara mbok ipah terdengar, hingga mengalihkan tatapan Diaz ke arah Lily.
Wanita itu berjalan perlahan dengan tubuh yang sudah setengah di topang oleh baby sister Lily.
Sedangkan Brian, sudah di tolak halus oleh mbok ipah, ketika ingin membantu.
Setelah melihat tubuh Lily yang menjauh, kini mata nya menatap nyalang tubuh yang hampir ia lupakan keberadaan nya.
Mona,
adik nya sudah berdiri dan akan pergi meninggalkan kebisuan yang di sebab kan keputusan final Kenzo hingga membuat mereka semua tidak bisa berkata-kata, termasuk dirinya.
Ia tidak sampai berfikir, arah pembicaraan Kenzo adalah hubungan ia dan adiknya.
Entah apa yang sudah dikatakan Mona, hingga membuat situasi nya jadi berbanding terbalik dengan tujuan awal kedatangan nya kembali.
"Apa?" Tegas dan tajam,
Mona meringis ketika cekalan tangan Diaz di lengan atas nya semakin mengerat.
"Kamu menyakiti ku, Diaz." Ucap Mona, berusaha melepas tangan Diaz dan berhasil. Diaz melepaskan cekalan tangan nya dengan kasar.
"Jadi?"
Kalau saja yang di depan ini bukan adik nya, Diaz berani jamin, kemarahan yang sedari tadi ia tahan pasti sudah ia salur kan.
Berbeda dengan suara Diaz yang terdengar menahan ketidak sukaan nya, Mona malah menampak kan senyum sampai ke mata yang sudah terlihat bengkak.
"Jangan suruh aku mundur, karena aku tidak bisa.
Seperti kakak, kini giliran ku yang akan berjuang. Dan kakak cukup melihat betapa seriusnya cinta yang sudah aku bangun untuk mu".
☘☘☘
Hari sudah malam, tapi Lily masih enggan beranjak dari balkon kamar nya.
Merasakan sentuhan di pundak nya, membuat Lily menengok untuk melihat, apa kah orang yang ia tunggu sudah tiba?,
"Maaf lama,"suara nya terdengar serak, dengan mata yang masih terlihat sembab. Seperti nya sudah banyak waktu yang membuat nya mengeluarkan air mata.
Namun, Lily mengerti.
Lily tersenyum, dan langsung menerima dekapan hangat ketika tubuh itu mendekat dan langsung meraihnya.
Air mata nya kembali keluar, Lily menggeleng pelan dan mengusap lembut.
"Terimakasih, sudah menolak Diaz. Semoga kamu mendapatkan yang lebih baik Lily." Suara terdengar lirih.
Mona,
Sepupunya langsung mengeratkan genggaman tangannya, seakan mencoba berbagi kekuatan dengan keputusan yang mereka ambil.
Semoga, tapi apa yang harus aku lakukan dengan dia?..
Mona mengeluarkan sesuatu di saku piyama nya.
"Kita tidak akan membunuh, atau menyakiti siapapun."
Tubuhnya terpaku, Mona mengetahui nya?
Maaf .
Kini giliran Lily yang mulai berkaca-kaca.
"Maaf, sekali lagi aku yang harus egois. Karena hubungan ini akan berhasil ketika tidak ada kamu di antara kami.'
Ucapnya dan langsung berlalu, pergi meninggalkan Lily dengan sebotol pil yang sempat Mona berikan untuk nya.
Nafasnya sesak, degub nya menderu, itu adalah kenyataan yang pahit, sementara Mona masih mau memeluknya disaat sepupunya mengetahui dirinya yang menaruh hati untuk Diaz.
KAMU SEDANG MEMBACA
SiLent
De TodoDiaz Lee Holper, harus mendapatkan penghianatan dari kekasihnya yang akan ia lamar. Sampai ia menemukan kembali obat untuk kekecewaan hati nya, tapi bagaimana jika sang ayah tidak pernah merestui hubungan nya . ...... "Dia adik mu, dan akan terus te...
