Kematian Hary memberikan dampak yang cukup besar. Tidak hanya terhadap Evans, namun seluruh anggota klan Wara dan warga Espion. Hary adalah sosok pria yang disegani. Dia selalu bisa memberikan nasihat yang baik dan bijaksana. Ketenangan dalam mengambil keputusan juga menjadi daya tarik Hary. Tapi itu semua telah berlalu, Hary sudah tiada. Dengan cara yang cukup tragis, melalui sebuah pertarungan. Hanya anggota klan Wara yang tahu penyebab kematian Hary sebenarnya. Sementara warga biasa hanya tahu jika Hary terkena serangan jantung mendadak.
Semua masih bersedih, tapi kehidupan tetap harus berlanjut. Andy, naik tahta menjadi pengganti Hary. Posisi yang seharusnya diisi oleh Evans. Sayangnya, Evans masih terlalu sedih untuk memikirkan keberlangsungan klannya. Masalah dengan klan hitam juga belum selesai. Klan Wara membutuhkan pemimpin secepatnya.
Setelah seminggu sejak kematian Hary Pranata, Nathan memasuki wilayah Espion. Dia tidak sendiri, setidaknya ada 3 orang anggota klan Hitam yang ikut bersamanya. Tujuannya adalah rumah Andy. Mereka menawarkan perjanjian baru sebagai ganti dari perjanjian lama, jaminan agar tidak ada penyerangan terhadap kastilnya lagi. Sambil menahan emosi, Andy mencoba menerima kedatangan Nathan.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Andy sambil menggertakkan giginya.
"Aku ingin aku beserta kaumku bisa memasuki wilayah Espion."
"Tidak!" Tegas Andy. "Espion tidak akan aman dengan masuknya kaummu."
"Kau lupa siapa yang terlebih dahulu melanggar perjanjian kita?" Suara gertakan gigi kembali terdengar. Kali ini lebih keras dari sebelumnya.
"Kau sudah membunuh Hary."
"Jangan lupa kau juga sudah membunuh 3 anggotaku."
Nathan sama sekali tidak gentar melihat tatapan tajam Andy. Sebaliknya, dia membalas tatapan tajam pria itu. "Perjanjian lama kita sudah usang dan tidak berguna lagi, membuat perjanjian baru adalah solusi terbaik."
"Kenapa kau ingin masuk ke wilayah Espion?"
"Sebagai jaminan, kalau anggota klanmu tidak masuk ke wilayah kami secara keji. Bukankah klan kami yang terkenal sebagai klan pemburu? Tapi kenapa anggota klanmu memburu kami?"
"Karena kau menculik salah satu warga Espion."
"Aku tidak menculiknya, dia hanya tersesat di wilayahku dan aku secara tidak sengaja menolongnya."
"Lalu kenapa kau tidak melepasnya?" Andy masih bicara dengan nada kesal. Meski mereka berdua seumuran, tapi Nathan selalu memiliki cara untuk berpikiran licik.
"Dia akan mati jika aku lepas, lagi pula aku juga tidak bisa mengembalikannya ke Espion karena perjanjian itu, sementara jika aku melepasnya tidak ada jaminan jika dia bisa kembali tanpa dimangsa oleh manusia serigala lain, semua terlalu berisiko"
Andy pun mulai melunak, dia tahu, cepat atau lambat akan ada perjanjian baru yang dibuat dengan klan Hitam. Kedua klan tidak bisa terus saling menyerang karena tidak adanya jaminan antar kedua klan. Jaminan sebelumnya sudah di nodai dengan masukknya anggota klan Wara ke wilayah klan Hitam.
"Baiklah, tapi hanya dalam wujud manusia, kau juga tidak boleh memangsa siapapun yang tidak datang ke kastilmu secara suka rela. Anggota klan Wara juga boleh memasuki wilayahmu dalam wujud manusia."
"Baiklah," terlihat sedikit seringai di sudut bibir Nathan. Ada satu hal yang dia inginkan dan itu berada di Espion. Sebagai bentuk dimulainya perjanjian, mereka saling berjabat tangan. Andy tahu, sejak saat itu, dia harus mulai waspada. Klan Hitam bisa saja memiliki rencana jahat seperti yang sudah dia lakukan.
Setelah sebuah perjanjian disepakati, Nathan berjalan keluar rumah Andy. Berseringai senang karena mendapat jalan dari apa yang dia inginkan.
Di tempat lainnya, jauh dari perjanjian baru di buat, Lerina Rays tengah duduk di kursi rotan sambil memandang pemandangan di sekitar pondokan. Air madu yang disediakan Geya untuknya sudah banyak berkurang. Sejak dia kembali, berada di pondokan Geya sudah menjadi aktivitas rutin bagi Leri. Menemani Evans berburu. Sejak 5 hari lalu, dia dan Evans selalu bersama seperti dua pasang sepatu yang tidak bisa terpisahkan. Kepalanya direbahkan, seakan ingin mengeluh karena menunggu terlalu lama. Membuat kue bersama Geya juga sudah menjadi kegiatan yang tidak menarik lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow
LobisomemSekumpulan mahluk mistis yang dianggap tidak ada ternyata memantau kehidupan manusia dari jauh. Sebagian dari mereka menjadi pelindung manusia, sebagian lainnya memburu manusia layaknya mangsa. Seorang gadis bernama Lerina menjadi saksi perburuan s...
