Tiga serigala hitam bersiap untuk menerjang tubuh Evan. Mencabik tubuhnya. Leri tidak kalah terkejut, menyaksikan Evan diserang oleh tiga serigala berwarna hitam. Sementara Evan tidak tinggal diam ketika ada yang menyerangnya. Pria itu memberikan perlawanan. Pertarungan berlansung cukup alot. Saling mencabik dan menggigit. Suara sorak terdengar jika tiga serigala yang tengah bertarung mengenai tubuh Evan.
Suara sorakan mendadak terhenti digantikan suara raungan. Setidaknya ada empat serigala serupa Evan datang. Semua mata tertuju pada mereka. Diikuti oleh oleh tiga serigala yang sedang menyerang Evan. Mereka terus meraung hingga memekakan telinga. Pertarungan tidak lagi bisa dihindarkan. Mereka tidak hanya berempat, ada gerombolan serigala cokelat lainnya yang bergabung dengan Evan dan empat serigala itu.
Mereka saling menyerang melukai satu sama lain. Nathan akhirnya turun tangan untuk membantu pertarungan. Berubah menjadi serigala hitam berukuran besar. Suara raungan pun semakin menjadi jadi. Pertarungan terjadi dengan sebenarnya. Serigala yang diketahui Leri sebagai Evan tersudut ke arah kastil Nathan. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Tapi yang pasti Evan telah terluka.
Leri meninggalkan jendela kaca yang membuatnya dapat menyaksikan apa yang terjadi di luar sana. Dia segera keluar dari kamar dan menuruni anak tangga. Tujuannya hanya satu yaitu Evan. Entah mengapa dia mengkhawatirkan pria itu. Beberapa cabikan dari serigala tadi tentunya telah membuat Evan terluka. Leri keluar dari kastil, mencari sosok yang dianggapnya Evan.
"Evan!" Panggilnya. Sosok serigala menoleh dan segera mendekat ke arah Leri. Dia mendekat dengan begitu cepat hingga telah berubah menjadi manusia. Beberapa luka cakar terlihat di wajah dan tubuhnya.
"Kau baik-baik saja?" Evan memeriksa Leri, memastikan jika tidak ada yang terluka dari tubuh si gadis.
"Aku baik-baik saja."
"Aku akan membawamu keluar dari sini." Leri hanya mengangguk, menuruti Evan tanpa tahu apa yang sedang dia lakukan.
Sesuai janjinya, Evan membawa Leri keluar dari tempat yang seharusnya mereka tidak datangi. Evan melindungi Leri dari para serigala yang hendak mencelakai mereka. Evan terus membawa Leri berlari, memastikan jika Leri akan aman. Butuh banyak perjuangan agar mereka bisa keluar dari tempat penuh kabut itu. Di belakang mereka, para serigala masih bertarung. Beberapa serigala cokelat bahkan ada yang terbanting. Mereka masih saling menyerang dan mencabik. Tapi Leri tidak lama menyaksikannya. Tangan Evan begitu kuat untuk membawanya pergi.
Leri terhenti, dia merasa lelah harus berlari karena dia tidak banyak makan. Nafasnya tersengal merasa kelelahan.
"Aku sudah tidak bisa berlari lagi," ujar Leri.
"Ini masih di wilayah mereka."
Leri tidak memiliki pilihan lain. Evan kembali membawanya pergi. Memegang tangan Leri sementara tangan Evan terasa begitu dingin. Di pelarian mereka, Leri dapat menyaksikan bahu Evan. Bahu yang pernah memberikannya tempat bersandar. Siapa sangka jika Evan juga akan menggunakan seluruh tubuhnya untuk menyelamatkan Leri dari tempat paling mengerikan yang pernah dia lihat. Sosok yang sebelumnya ingin dia jauhi tapi sekarang berbalik menyelamatkannya.
Mereka baru berhenti ketika sudah memasuki wilayah Espion. Leri terbatuk karena kelelahan. Evan pun membantunya. Berlari sejauh beberapa kilo meter untuk Evan bukanlah suatu masalah, tapi bagi Leri dia seperti merasa dicekik, begitu sesak nafas. Tubuhnya pun mulai merasa lebih lemah dari sebelumnya. Sangat lemah mungkin. Evan akhirnya memutuskan untuk menggendong Leri.
"Naiklah," ucap Evan menawarkan punggungnya.
"Tapi kau juga kelelahan."
"Aku tidak lelah, naiklah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow
Hombres LoboSekumpulan mahluk mistis yang dianggap tidak ada ternyata memantau kehidupan manusia dari jauh. Sebagian dari mereka menjadi pelindung manusia, sebagian lainnya memburu manusia layaknya mangsa. Seorang gadis bernama Lerina menjadi saksi perburuan s...
