Klan Wara tidak hidup sendiri, mereka hidup bersama klan lainnya. Klan yang berada paling dekat dengan klan wara adalah klan hitam. Salah satu klan yang menjadikan manusia sebagai santapan mereka. Klan Wara dan klan Hitam hidup dengan setumpuk perjanjian yang membuat mereka akhirnya hidup dengan damai, selama puluhan tahun.
Tapi diantara mereka tetap memiliki rasa curiga satu sama lain. Hingga akhirnya mereka bermusuhan meski hidup berdampingan. Saling waspada jikalau salah satu diantara mereka menyerang yang lainnya. Kepercayaan mereka pun tinggal sebatas perjanjian. Untungnya kesetiaan para manusia setengah cukup tinggi hingga membuat mereka tetap hidup dengan cara mereka masing-masing.
-Buku Pandungan Klan Wara halaman 39.
Lerina tertidur di kursi penumpang, di samping Evans mengemudi. Gadis itu kelelahan karena harus menggantikan ibunya menjaga toko, sepanjang hari. Kebetulan toko juga sedang sibuk ketika ditinggal ibunya. Sang ibu sendiri sedang berada di luar kota untuk sebuah urusan. Menjelang sore, dia meminta Evans untuk menjemputnya. Merasa tidak kuat lagi untuk pulang sendiri. Untungnya Evans berada tidak jauh dari toko Leri. Bekerja di bengkel keluarganya yang berjarak sekitar 200 meter dari toko.
Sejak kebersamaan mereka di bukit beberapa hari lalu, keduanya menjadi lebih dekat. Merasa nyaman satu sama lain. Bagi Leri, Evans adalah teman pria pertamanya. Untuk pertama kalinya juga Leri mau membuka hatinya untuk orang lain.
Mobil pick up yang dikendarai Evans akhirnya berhenti di depan rumah makan. Berada tidak jauh dari toko. Tapi tetap saja, tempat itu baru untuk Leri.
"Kita dimana?" Tanya Lerina menyadari jika Evans menghentikan mobilnya.
"Kita makan dulu, kau pasti belum makan."
Dengan menurutnya, Lerina ikut turun bersama Evans. Semua orang di rumah makan itu menyapa Evans. Kebanyakan orang mengenal Evans. Keluarganya yang ternama, memungkinkan Evans dikenal oleh banyak orang. Meski beberapa dari mereka juga mengenal Leri, sebagai gadis pendatang baru di Espion.
"Kau ingin makan apa?" Tawar Evans setelah mereka menemukan meja kosong di dekat jendela.
"Burger dan cola."
Setelah Lerina mengatakan apa yang diinginkannya, Evans segera memesan makanan untuk mereka. Sementara Leri memilih untuk tetap duduk di kursi yang mereka pilih. Dari tempatnya duduk, Leri dapat menyaksikan orang berlalu lalang di luar sana. Hingga dia tidak menyadari jika ada yang datang mendekat.
"Lerina?" Seorang pria. Leri segera menoleh, mencari sumber suara yang menyapanya. Ternyata itu adalah Nathan. Pelanggan pertama yang dia layani ketika pertama kali bekerja di toko.
"Nathan?"
"Kau kesini sendiri?"
"Tidak, aku bersama teman."
"Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini."
"Aku juga."
Mereka saling tersenyum satu sama lain. Sejak mengenal Espion, utamanya Evans, Leri sudah banyak belajar cara beramah tamah pada orang lain. Cara paling sederhana yaitu dengan tersenyum. Tapi itu terjadi tidak lama, karena Evans segera datang dan merusak pembicaraan mereka. Raut wajahnya menunjukkan ketidaksukaan pada kehadiran Nathan. Nathan pun segera menyadarinya dan menjauh dari tempat itu.
"Jangan dekat-dekat dengannya," Evans memperingatkan Lerina.
"Kenapa?"
"Dia hitam."
"Hitam?" Leri mengulang ucapan Evans, karena tidak mengerti. Tapi Evans tidak membahasnya. Dia lebih memilih membicarakan hal lain bersama Leri. Seperti tingkah Toby dan Diktan misalnya jika mereka bersama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow
WerewolfSekumpulan mahluk mistis yang dianggap tidak ada ternyata memantau kehidupan manusia dari jauh. Sebagian dari mereka menjadi pelindung manusia, sebagian lainnya memburu manusia layaknya mangsa. Seorang gadis bernama Lerina menjadi saksi perburuan s...
