Park Jihoon

10.4K 1.1K 70
                                        

"Jihoon kiyowo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jihoon kiyowo." ucap kamu sambil ngecup bibir dia sebentar.

Walau sebentar mukanya langsung merah banget. Terus nyembunyiin muka dengan tangan.

"Aku manly kali bukan kiyowo." bantah Jihoon. Kamu nyubit pipinya gemes bikin pipinya tambah merah.

"Gak kamu kiyowo. Nge-wink dong buat aku." ucap kamu.

" ucap kamu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kiyowo.

"Kamu kok kiyowo?" tanya kamu.

"Udah takdir."

"Ih kePDan." cibir kamu.

"Gak kePDan. Emang udah takdir."

"Iyain aja deh biar cepet."

...

Hari ini kamu nginap di apartemen Jihoon. Soalnya rumah kamu kosong. Roommate kamu gak tidur di rumah malam ini makanya kamu ngungsi ke rumah Jihoon.

Kamu lagi tiduran di paha Jihoon sementara Jihoon masih ngetik laporan bulanannya buat perusahaan tempat dia kerja.

Kamu asik ngemil chiki sambil sesekali ngasih Jihoon juga yang selalu pengen makan apa yang kamu makan.

"Jihoon." Jihoon langsung noleh ke arah kamu.

"Kenapa?" tanya Jihoon.

"Peluk. Dingin." ucap kamu.

"Sini aku peluk." ucap Jihoon. Kamu pun duduk dipangkuan dia eaak😆 terus dia meluk kamu dari belakang sambil ngetik laporan bulanannya.

"Jihoon gak capek? Sini (Y/n) bantu." ucap kamu.

"Gak deh. Entar kalo (Y/n) bantuin Jihoon jadi gak fokus." jawab Jihoon terus ketawa dan ngacak-ngacak rambut kamu.

"Masih banyak?" tanya kamu sambil ngusap mata kamu yang udah kerasa berat pengen bobo.

"Tinggal dikit. Kamu tidur aja dulu." suruh Jihoon.

Kamu ngegeleng kepala pelan. "Gak mau." tolak kamu yang akhirnya ketiduran dipangkuan Jihoon.

...

Kamu bangun pagi-pagi banget buat bikinin Jihoon sarapan. Tapi gak bisa gerak soalnya Jihoon yang meluk badan kamu kayak guling.

"Jihoon bangun." ucap kamu tapi Jihoon malah ngeratin pelukkannya.

Kamu akhirnya milih buat diam aja. Jihoon nanti bakal bangun sendiri. Karena, kayaknya semalam Jihoon baru tidur jam 1 malam. Mana dia mesti di duduki kamu terus ngegendong kamu ke kamar.

Sebenarnya Jihoon biasanya tidur dikarpet, tapi dikarpet mungkin dingin makanya dia pindah tidur di samping kamu.

Kamu mikirnya Jihoon bakal bangun gak lama lagi. Tapi kamu salah.

Dia gak bangun-bangun sampai jam 12 soalnya hari ini hari minggu jadi dia bisa tidur sepuasnya.

"Jihoon. Bangun dong. Udah siang." ucap kamu yang coba ngelepasin pelukannya tapi kuat banget.

Ih boncel-boncel tapi kuat amat.

"(Y/n)?" ucap Jihoon yang langsung ngelepasin pelukannya.

Dia masih ngumpulin nyawa sekalian nenangin jantungnya yang kayak tempat dugem gegara meluk kamu.

"Kamu kenapa? Deg-degan ya?" tanya kamu sambil senyum setan.

"E-enggak kok." bantah Jihoon padahal mukanya udah merah.

"Hihi canda. Kamu kok kiyowo sih?" ucap kamu sambil ngusap kepala Jihoon.

...

"Jihoon. Temenin aku belanja dong!" teriak kamu yang baru selesai mandi. Soalnya mau masak sarapan juga udah siang😑.

Jihoon lagi main HP sambil tiduran di sofa ruang tengah akhirnya noleh. "Tapi aku gak usah mandi ya. Malas." ucap Jihoon.

"Iya. Tapi pulang belanja mandi." ucap kamu dari dalam kamar.

Kamu ganti baju pake mini skirt warna abu-abu dengan hoodie oversize warna putih. Sekalian cuma pake high top converse warna putih terus ikat rambut kamu simpel sementara Jihoon cuma pake jeans dan hoodie yang sama kayak punya kamu.

Kalian cuma jalan ke supermarket yang ada di ujung pertigaan dekat apartemen Jihoon.

"(Y/n). Kamu emang mau masak apa?" tanya Jihoon.

"Kamu emang mau makan apa?" tanya kamu.

"Mau makan kamu." jawab Jihoon.

"Bisa aja."

"Hehe. Aku pengen makan pasta."

"Yaudah aku masak pasta aja ya." ucap kamu.

Sampe di supermarket kamu dan Jihoon akhirnya belanja seperlunya. Terus pas di kasir, kasirnya ngeliat kamu dan Jihoon sambil senyum-senyum.

"Adeknya ya?" tanya mbak kasirnya ke kamu sambil nunjuk Jihoon.

"Hahahaha, pacar saya mbak." jawab kamu sambil ketawa paksa.

"Oh pacarnya. Pantesan bajunya couple-an." ucap mbaknya bikin kamu pengen teriak. 'Ini hoodie mbak!'

Setelah selesai Jihoon yang bayar belanjaannya terus ngerangkul pundak kamu yang bete gegara mbak kasir tadi.

Jihoon malah ketawa terus ngacak-ngacak rambut kamu. "Gak usah bete. Entar cantiknya ilang."

Kamu tambah cemberut.

Jihoon yang tadi ngacak-ngacak rambut kamu tiba-tiba ngecup bibir kamu.

"Hadiah dari Jihoon buat (Y/n) supaya gak ngambek." Muka kamu langsung merah. Kamu langsung nyembunyiin muka bikin Jihoon ngakak sendiri.

"(Y/n) malu ya? Ciee."

"Kayak kak Daniel aja😒."

"Aku wink boy bukan kak Daniel."

"Au ah."

PARK JIHOON

END

Wanna One × YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang