Sebulan sudah Nk menjalani harinya tanpa kejahilan Mungga. Ada rasa senang karena dia tak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk memarahi Mungga. Namun, rasa rindu lebih menguasai dirinya. Sosok jahil Mungga sangat dirindukan olehnya.
"(Nam), lo berubah deh." Ucap Namira yang sedang duduk di sebelah Nk.
"Gue gak jadi power ranger pink atau wonder woman." Nk fokus membaca novel.
"Sabar Mir, ngomong sama Nk kudu punya stok sabar yang banyak. Maksud gue lo tuh sikapnya beda."
"Hak asasi."
"Cerita dong kalau lo ada masalah. Gue siap jadi audiensi kok (nam)."
"Gue gak ada apa apa Mir. Jadi gak ada yang bisa aku curhatin."
"Lo mah gitu, gue kan sahabat lo (nam). Please dong cerita. Gue tau kalau lo lagi ada masalah."
Nk diam dan mengacuhkan Namira. Dia paling tidak suka curhat masalah hati. Dia lebih suka memendamnya sendirian. Biarlah dirinya sakit, asal sahabatnya tidak ikut merasakan.
Nk bangkit dari duduknya dan melenggang pergi. Tujuannya adalah taman belakang sekolah. Pikirannya sungguh suntuk dan hatinya sakit. Dia membutuhkan suasana yang dapat menentramkan jiwanya.
Nk duduk di kursi taman. Dia memejamkan matanya sejenak setelah itu memandang rerumputan yang ada di depannya.
"Cinta gue kok menyakitkan sih. Setelah Papa perhatian lagi kenapa orang yang gue cinta malah sama orang lain. Apa takdir gue menyakitkan begini? Jika iya, alasan takdir gue rumit itu apa?"
Nk menghembuskan nafasnya kasar. Pikirannya sangat kacau dan hatinya masih sakit. Nk berusaha melupakan Mungga tetapi sangat sulit. Semua tentang Mungga selalu teringat.
Nk berdiri dan menuju kelasnya lagi. Keceriaan Nk berkurang drastis sejak Mungga dan Ara jadian. Harapannya yang tinggi telah menjatuhkan dirinya ke jurang luka yang sangat dalam.
*"*"*
Bel pulang sudah berbunyi dan semua siswa berhamburan keluar. Nk dengan santainya berjalan di koridor. Wajahnya yang terlihat sangat galau membuat siapapun tak berani mengganggunya.
"Eh eh eh.." Nk berteriak saat seseorang tiba tiba menarik tangannya. Nk sangat mengenali orang itu.
"Lepasin gue! Percuma lo culik gue! Gak ada gunanya!"
"Gue gak culik lo, gue pengin sama lo aja kok."
Orang itu terus menarik Nk melewati kerumunan siswa. Beberapa dari mereka menatap heran dengan kebersamaan keduanya. Pasalnya, Mungga sudah memiliki pacar yang tak lain adalah Ara. Namun, Mungga malah membawa wanita lain yang notabenenya lawan ribut dan korban kejahilan Mungga sendiri.
Mungga membawa Nk ke rooftop sekolah. Mungga mengambil tas Nk kemudian berlari menjauhi Nk.
"Kalau lo mau tas gue bawa aja. Gue ikhlas kok. Gue bisa beli lagi." Ucap Nk yang masih berdiri di tempatnya.
Mungga menghentikan larinya dan membalikan badannya. Terlihat Nk tanpa wajah kesalnya. Mungga merasa heran.
"Nk kenapa? Tumben begini? Biasanya langsung marah marah sama gue." Batin Mungga merasa kebingungan.
"Gue pulang dulu, supir gue pasti udah nunggu. Lo bawa aja tas gue." Mungga membalikan badan hendak meninggalkan Mungga. Namun, secepat kilat Mungga menahan Nk pergi dengan memegang pergelangan tangan Nk.
"Hey, lo kenapa sih? Kok tumben gak marah marah pas gue jahilin?"
"Pertanyaan lo gak penting. Lepasin gue, gue mau pulang!"
"Nggak, lo kenapa?"
Nk menghela nafas kemudian menatap Mungga.
"Lo harusnya tau gue kenapa karena lo sendiri yang bikin gue begini?"
"Gue? Kok bisa?"
"Gue salah, gue salah udah cinta sama orang gak peka kayak lo!"
"Lo cinta sama gue?"
"Siapa sih yang gak cinta kalau udah dikasih perhatian khusus?"
Mungga menatap Nk. Terlihat sorot mata kecewa.
"Gue tanya sama lo sekarang. Maksud lo apaan kasih gue perhatian lebih? Maksud lo apa selalu tunjukin hal spesial ke gue? Jawab Mung!"
Mungga diam seribu bahasa. Baru kali ini dia menghadapi Nk yang marah karena sakit hati.
"Kenapa diem? Bingung mau jawab apa? Lo tau gak Mung, gue udah taruh harapan lebih ke lo. Gue udah berharap kalau semua yang lo lakuin itu sebagai bentuk rasa cinta. Tapi, ternyata gue salah. Gue salah besar mengartikan semua itu."
Sebulir air mata menetes dari masing masing mata Nk. Semakin lama air mata itu semakin deras mengucur.
"Gue sakit hati pas tau kalau lo jadian sama Ara. Gue sakit hati pas lo selalu pamer kemesraan sama Ara. Gue sakit hati Mung, sampai sekarang."
"Maaf (nam), gue gak bermaksud buat lo begini."
Nk menunduk dan kini dia terisak. Hatinya sangat sakit. Mungga telah sukses membuat hatinya hancur berkeping keping.
"Berkali kali gue coba buang lo dari hati gue, tapi gak bisa. Semua perlakuan manis lo buat gue susah lupain rasa cinta gue ke lo. Selama ini gue pendam semua sendiri."
"Maaf."
"Stop minta maaf, gue gak perlu permintaan maaf lo. Yang gue perlu sekarang gak usah kasih gue hal apapun kalau ujung ujungnya nyakitin lagi."
Nk mengambil tas yang ada di tangan Mungga. Setelah itu dia pergi meninggalkan Mungga sendirian di rooftop. Mungga mengusap wajahnya kasar. Pengungkapan Nk terasa sangat memilukan.
"Maaf." Mungga mengatakannya dengan lirih.
Nk menjatuhkan dirinya di kamar. Tangisannya tak dapat lagi di bendung. Hatinya sakit ketika mendapat kenyataan jika Mungga tak memiliki rasa cinta sedikitpun untuknya.
"Gue bodoh udah jatuh cinta sama orang kayak lo Mung!" Ucap Nk disela tangisannya.
Tok tok tok....
Suara ketukan di pintu kamar membuat Nk menghentikan tangisannya. Dia menghapus air matanya dan menuju pintu.
"Mira."
"Kata Bi Inah lo pulang sekolah nangis. Lo kenapa?"
"Mir." Nk memeluk Namira dan menumpahkan air matanya. Namira semakin khawatir.
"Lo kenapa (nam)? Cerita sama gue."
Nk melepas pelukannya dan menbawa Namira ke dalan kamar. Baru kali ini Nk menangis hingga terisak di depan Namira.
"Mir, gue sakit hati. Mungga udah kasih gue perhatian lebih, berbuat hal romantis, tapi dia malah jadian sama Ara."
"Lo cinta sama Mungga?"
Nk mengangguk dan menghentikan tangisannya. Namira menghela nafasnya kasar. Jadi, Mungga penyebab perubahan Nk.
"Dasar cowok gila php! Awas aja kalau ketemu. Em, enaknya diapain ya (nam)? Gue gadoin yang pedes enak kali ya?"
Nk terkekeh pelan mendengar ucapan Namira. Nk merasa sedikit membaik dengan datangnya Namira.
"(Nam), ternyata lo bisa nangis sampai segitunya ya?"
"Gue cewek Mir."
"Maaf deh, just kidding."
Nama Mungga kembali bersarang di pikiran Nk. Sungguh, Nk tersiksa dengan rasa cintanya. Ingin melupakan tetapi sulit.
Tbc....
Jangan lupa vote-nya. Maafkan kalau part ini banyak kekurangannya. Lagi miskin ide ditambah lagi sedikit gak mood ngetik.
Info sedikit, cerita ini bakal jarang update. Authornya sering miskin ide sejak sering gak buka wattpad.
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated✔
FanficGak ada sinopsis. Kepo baca aja. Ingat! Tinggalkan cerita jika merasa mual atau bosan. ❤Terdiri 2 Season. Season 1 (Completed) dan Season 2 (Completed)❤ (Season1) "Start 28 April 2018-Finish 5 Juni 2018" (Season2) "Start 17 Juni - Finish 14 Juli" *C...
