Mungga berdiri di depan ruang kelas XII-IPA 2. Kelas yang akan Mungga tempati. Tak ada rasa bahagia sedikitpun yang menjalar dihatinya meski dia sudah naik kelas. Semua itu karena Nk yang semakin jauh dan tak menganggap Mungga ada. Padahal, semua cara sudah dilakukan Mungga.
"Udah dong Mung, jangan sedih terus. Pasti ada jalan keluar dari hubungan lo sama Nk kok." Diat menepuk pundak Mungga.
"Apa? Jalan tol? Jalan setapak?"
Rafly dan Diat bergeleng mendengar respon Mungga. Meskipun Mungga sedih, sifat gila Mungga tak pernah lepas.
"Masuk kelas yok." Ajak Rafly.
Mereka bertiga langsung masuk ke kelas. Mungga memilih duduk sendirian.
Sepanjang hari pertama tahun pelajaran baru, Mungga tak melihat Nk. Mungga berpikir bahwa Nk mungkin berbeda kelas dengannya. Namun, Mungga makin merasa aneh saat seharian Mungga tak melihat Nk walaupun sekedar lewat saja. Mungga pun memutuskan bertanya pada Namira yang kini menempati kelas XII-IPA 3.
"Mir, kok seharian gue gak liat Nk sih. Dia sekelas sama lo?"
Namira kebingungan akan menjawab apa. Dia takut membuat Mungga semakin sakit saat mendengar jawabannya.
"Em, lo gak tau emang?"
Mungga menggeleng sebagai jawaban. Namira pun dengan berat hati menyampaikan hal tentang Nk.
"Nk pindah, dia udah gak sekolah disini lagi."
Mungga bagai tersambar petir di siang bolong (Untung gak mati). Dia diam terpaku. Jantungnya terasa ingin berhenti berdetak. Paru parunya terasa menyempit. Ribuan pisau menancap indah di hati Mungga.
"Mung, lo gak papa kan?" Namira mengguncang tubuh Mungga.
"Nk pindah kemana?"
"Gue gak tau, gue juga tau dari Papanya tadi pagi."
Mungga semakin terpukul mendengar penuturan Namira. Luka baru tercipta saat luka lama belum sembuh.
Duar....
Mungga memukul meja sangat keras. Untung saja kelas sepi, jadi tak ada yang terkejut mendengar dentuman yang sangat keras itu.
"Gak puas (nam) cuekin gue? Sampai sampai lo pergi? Lo gak tau apa sakitnya gue?"
Mungga mengacak rambutnya frustasi. Disinilah Mungga merasa tak ada alasan lagi untuk hidup. Alasan yang membuatnya terus hidup telah pergi entah kemana.
*****
Mungga duduk di sofa kamar Rafly dengan tatapan kosong. Mungga terlihat lebih parah dari sebelumnya. Diat dan Rafly yang melihatnya semakin merasa terpukul. Sahabat gila mereka kini benar benar sudah menjadi gila yang sesungguhnya.
"Lo kenapa lagi sih? Kok makin parah aja?" Tanya Diat yang geram karena Mungga semakin parah.
"Nk pergi. Dia pindah sekolah." Jawab Mungga dengan muka datar sedatar papan triplek.
"Apa? Dia pindah? Pantesan seharian gak liat. Pindah kemana?"
"Kalau gue tau dia pindah kemana sekarang udah gue susulin Yat."
"Masalah lo makin rumit aja sih. Gue jadi ikut sedih nih dengernya." Rafly menepuk bahu Mungga.
Mungga mengusap wajahnya secara kasar. Dia memegang kepalanya yang berdenyut.
"Lo dateng aja deh ke rumah Nk. Lo tanya Papanya kemana Nk pergi."
"Ide lo gak bagus Yat. Gak mungkin Papanya Nk kasih tau gue."
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated✔
FanfictionGak ada sinopsis. Kepo baca aja. Ingat! Tinggalkan cerita jika merasa mual atau bosan. ❤Terdiri 2 Season. Season 1 (Completed) dan Season 2 (Completed)❤ (Season1) "Start 28 April 2018-Finish 5 Juni 2018" (Season2) "Start 17 Juni - Finish 14 Juli" *C...
