23.) Pertemuan

1.1K 121 39
                                        

—————————————————

Budidayakan Vote sebelum membaca dan komen setelah membaca. Baca juga catatan aouthor dibawah.

Happy reading😘

—————————————————

Dengan langkah mantap, Mungga memasuki rumah yang dijadikan tempat ijab qobul. Saat di ambang pintu, Mungga melihat Mamanya sudah duduk di samping Papa Nk dengan senyuman bahagia mereka. Mungga mengepalkan tangannya melihat mereka tersenyum saat anak anak mereka sedang menderita.

"Kalau gue gak bisa sama Nk, Kalian juga gak boleh bersama. Lebih baik sama sama sakit daripada satu pihak bahagia diatas penderitaan pihak lain." Ucap Mungga dengan senyum miringnya.

Disaat penghulu akan memulai, Mungga langsung berteriak.

"Pernikahan ini gak boleh terjadi karena saya sebagai anak tidak setuju!"

Semua menoleh ke Mungga. Papa Nk langsung emosi saat kehadiran Mungga membuat acara pernikahan terancam batal.

"Pernikahan ini gak boleh terjadi! Mereka orang tua egois yang tega mengorbankan kebahagiaan anak mereka sendiri! Pernikahan ini membuat saya dan Nk menderita!"

"Kurang ajar kamu! Berani beraninya mau menghancurkan pernikahan orang tuamu sendiri!" Bentak Papa Nk.

"Kenapa saya gak berani? Ini demi saya dan Nk!"

Terjadilah perdebatan. Mereka saling adu argumen hingga membuat semuanya pusing. Hingga perdebatan mereka berakhir saat penghulu memutuskan pernikahan tidak bisa dilanjutkan. Penghulu itu pergi, begitupun para tamu.

Tersisalah Mama Mungga, Papa Nk, dan Mungga. Rencananya berhasil sehingga Mungga tersenyum penuh kemenangan. Tanpa menunggu kemarahan Papa Nk, Mungga langsung pergi dari tempat itu.

©©©

Diat dan Rafly ikut bahagia saat Mungga terus tersenyum. Sudah lama mereka tak melihat Mungga tersenyum bahagia.

"Ahkirnya Yat, bisa lihat Mungga tersenyum lagi tanpa harus dia mabuk." Rafly menepuk bahu Diat sambil menyungingkan senyum.

"Gue harap, setelah ini penderitaan gue berangsur angsur menghilang. Setitik demi setitik gue bakal kejar kebahagiaan gue lagi."

Seketika senyum Mungga memudar lagi. Dia baru teringat jika keberadaan Nk hanya diketahui oleh Papa Nk. Lagi, Mungga frustasi. Dia pun bangkit dari duduknya kemudian meninggalkan Diat dan Rafly.

"Mung, baru aja lo tuh senyum. Sekarang muka lo gitu lagi." Teriak Diat yang membuat Mungga menghentikan langkahnya.

"Nk Yat, sampai sekarang gue gak tau dia ada dimana. Kenapa sih takdir cinta gue begini? Lama lama gue beneran nekat tenggak sabun cair tau nggak."

"Oh, jadi nenggak miras lo nggak puas makanya mau nenggak sabun cair? Jangan gila deh Mung, inget dosa. Gimana Tuhan mau bantu lo kalau lo malah jadi nyimpang?" Ucap Rafly yang langsung memancing emosi Mungga.

"Gue yang buat dosa kenapa kalian yang sewot? Udah deh, gak usah mulai sok jadi ustad. Gue mau pergi."

"Lo sangat sangat berubah Mung! Lo udah gila beneran! Lo sekarang jadi berandalan. Gue gak yakin Nk mau terima lo kalau lo begini."

Complicated✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang