Nk memutuskan pulang dengan Namira. Lagi, Mungga tidak masuk. Membuat Nk tidak bersemangat. Tak ada kabar dari Mungga. Terbesit satu pertanyaan dihati Nk. Apakah Mungga lelah memperjuangkan gue?
"(Nam), nih Rafly telfon gue."
Nk yang tadinya sibuk merenung menjadi bersemangat ketika Namira menyodorkan ponselnya. Ada titik terang keberadaan Mungga.
"Rafly, lo dimana sekarang?"
"Gue di rumah sakit (nam)."
"Emang lo kenapa?"
"Gue baik, Mungga yang nggak. Udah dua hari Mungga dirawat di rumah sakit karena demam tinggi."
"Ya Tuhan, kok lo baru ngabarin sih? Gue tuh uring uringan nunggu kabar dari Mungga tau gak."
"Maaf (nam), saking paniknya gue lupa hubungi lo. Hp gue juga lupa gue charger."
"Sekarang Mungga di rumah sakit mana?"
"Rumah sakit Kasih Bunda (nam). Buruan kesini. Mungga pengin ketemu sama lo soalnya."
"Oke, gue kesana sekarang."
Sambungan telfon sudah terputus. Nk langsung menyerahkan ponsel ke pemiliknya.
"Ada apa?"
"Mungga di rumah sakit. Katanya demam tinggi."
"Ya Tuhan, kita kesana sekarang aja (nam). Mungga pasti butuh lo."
Nk mengangguk kemudian menyuruh supir Namira untuk menuju ke rumah sakit. Dalam perjalanan, Nk sangat cemas.
Setelah mobil terparkir di area rumah sakit, Nk dengan tidak sabaran turun dari mobil. Dia berlari menyusuri koridor rumah sakit mencari kamar rawat Mungga.
Setelah ketemu, Nk mengucapkan salam dan segera masuk. Rafly dan Diat sudah ada disana. Namira berjalan di belakang Mungga.
"Mung."
Mungga pun terbangun karena ada yang memegang kepalanya. Bukan raut gembira yang Nk dapat, melainkan wajah datar dengan sorot mata menyimpan emosi.
"Gak sama Umar?"
Nk yang mendengar ucapan Mungga pun terkejut.
"Maksud lo apa?"
"Maksud gue apa? Lo mau bohong sama gue?"
Nk terdiam. Nk sudah tau arah pembicaraan. Pasti Mungga marah karena tau dirinya pulang bersama Umar.
"Maaf."
"Maaf? Saat gue gak ada kok lo bisa bisanya sama cowok lain? Lo anggep gue pacar gak sih?"
"Maaf Mung maaf. Gue gak bermaksud selingkuh kok. Gue gak sadar aja terima ajakan Umar."
"Disaat gue sakit karena berjuang ketemu lo, lo malah kayak gini? Gue kecewa sama lo (nam)."
"Gue gak tau kalau lo sakit. Lo sendiri gak kasih kabar ke gue. Ya meskipun hp gue disita, lo kan bisa hubungi Namira, Diva, atau Rara."
Mungga menghela nafasnya mencoba meredam emosinya. Saat Mungga belum sempat berkata lagi, Mama Mungga masuk. Mama Mungga langsung menatap Nk dengan sorot ketidaksukaan.
"Ngapain kamu disini?"
"Nengok Mungga Tante."
"Jauhi Mungga! Turuti perintah Papa kamu! Mungga sakit kan juga gara gara kamu."
"Apa salah aku ketemu sama calon saudara aku sendiri?"
Deg, Mungga terkejut bukan main. Mungga tak mengerti msksud ucapan Nk. Dia tidak menyangka Nk mengucapkan itu. Calon saudara? Apa lo nyerah (nam)? Begitulah pertanyaan yang muncul di otak Mungga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated✔
FanfictionGak ada sinopsis. Kepo baca aja. Ingat! Tinggalkan cerita jika merasa mual atau bosan. ❤Terdiri 2 Season. Season 1 (Completed) dan Season 2 (Completed)❤ (Season1) "Start 28 April 2018-Finish 5 Juni 2018" (Season2) "Start 17 Juni - Finish 14 Juli" *C...
