Vote sebelum membaca dan komen setelahnya. Please baca curhatan author yang dibawah.
Happy Reading guys😘❤
🍁🍁🍁🍁🍁
Mungga dan Nk berjalan bersama di koridor. Kebetulan, hari ini mereka sama sama mendapat kelas pagi.
Nk merasakan sedikit perubahan dari Mungga sejak dua minggu kehadiran Raisha. Dia menjadi dingin padanya. Gilanya telah berubah menjadi cuek. Namun, Nk mencoba mengerti. Dia tak mau membahas perubahan Mungga karena takut akan menyebabkan pertengkaran.
"Hai mantan tersayang." Nk memutar bola matanya malas melihat wanita yang menghalangi jalannya. Untung saja Mungga hanya diam tak menanggapi sapaan Raisha.
"Centil! Gak punya muka! Gak usah mencoba jadi PHO deh!"
"Lo gak usah sewot. Dia masih jadi pacar lo bukan suami lo."
Nk memilih diam daripada menguras tenaga untuk meladeni Raisha.
"Lo tambah ganteng." Ucap Raisha memegang lengan Mungga.
Nk langsung menepis tangan Raisha dan mendorong Raisha kasar.
"Dasar cewek gak tau malu lo ya!"
Raisha menatap Nk penuh kebencian. Raisha bangkit lalu mendorong Nk balik. Nk yang tak terima pun menampar Raisha. Sebuah jambakan Nk dapatkan karena Raisha tidak terima.
Terjadilah acara pertengkaran antara Nk dan Raisha hanya karena seorang Mungga. Yang menjadi penyebab pertengkaran hanya diam melihat pertengkaran itu. Semua yang melewati koridor hanya melihat dari kejauhan karena takut.
Hingga saat Nk hendak melayangkan tamparan lagi ada yang mencegahnya dengan memegang pergelangan Nk.
"Ikut aku!" Ternyata Mungga yang mencegahnya. Mungga dengan tergesa gesa menarik Nk menjauhi Raisha.
Mungga sedikit menghempaskan Nk saat sudah di taman kampus.
"Kamu apa apaan sih kayak gitu?! Raisha kan cuma pegang lengan aku! Bukan meluk apalagi cium. Kok kamu seliar itu?!"
Mendengar bentakan Mungga yang seolah olah membela Raisha itu, Nk menatap Mungga penuh emosi. Dia tidak suka dengan bentakan Mungga.
"Kenapa?! Kamu gak suka aku lakuin itu ke Raisha?! Kamu mulai ada rasa lagi ke Raisha kan?! Makanya kamu sekarang belain dia!"
"Aku gak belain dia dan bukan tentang rasa! Ini tuh soal harga diri! Kamu itu bikin malu tau gak ribut di koridor cuma karena Raisha yang pegang lengan aku!"
"Alah, alesan kamu Mung! Tinggal bilang suka Raisha lagi apa susahnya sih?!"
Mungga terdiam. Dia sedang bergulat dengan perasaannya sendiri. Dia dilanda kebingungan tentang rasanya.
"Udahlah, emang susah lupain cinta pertama." Nk mendorong Mungga lalu pergi.
Nk Pov.
Cukup sudah aku menghadapi sikap Mungga yang sekarang. Kehadiran Raisha sungguh sungguh membuat semua menjadi kacau. Aku sendiri bingung kenapa Mungga jadi selemah ini. Dia tak bisa mengontrol rasanya pada Raisha.
Jujur, aku mulai merasa lelah dengan hubungan ini. Begitu banyak masalah datang silih berganti. Sekuat kuatnya kuda, pasti juga akan lelah ketika harus menggendong banyak beban terus menerus.
Ini semua terlalu rumit. Aku tak yakin bisa melalui masalah ini karena disini masalahnya tentang perasaan.
"(Nam), lo kenapa?" Seseorang menepuk pundakku. Aku menoleh ke sumber suara.
"Eh Rara. Gue cuma lagi ada masalah kecil aja sama Mungga."
"Masa? Kok muka lo sampai segitunya? Seriusan cuma masalah kecil?"
"Gimana ya Ra, mantan Mungga balik dan gue rasa Mungga ada rasa lagi ke dia. Soalnya, tadi aja pas gue ribut sama mantannya Mungga narik gue ngejauh dan Mungga langsung marahin gue."
"Yang sabar ya (nam), gue cuma bisa bantuin lo lewat doa supaya hubungan lo gak kayak dulu lagi. Gue yakin kok lo bisa bertahan."
Aku hanya mengangguk. Untunglah aku punya sahabat seperti Rara yang pemikirannya dewasa. Jadi, aku selalu semangat melalui setiap nasehatnya.
"Makasih Ra udah bikin gue lebih baik. Gue duluan ya, masih ada kelas soalnya." Aku menepuk pundaknya lalu berlari menjauhi Rara.
Betul kata Rara, aku kuat. Aku pasti bisa melewati semua.
Mungga Pov.
Aku mengacak rambutku frustasi. Nk pasti sakit hati setelah aku bentak bentak seperti tadi.
"Argh..... Gue bodoh banget udah bentak Nk cuma karena ribut sama Raisha. Nk pantes marah karena Raisha megang gue. Tapi kok malah gue marahin Nk."
"Lo mulai gila ya Mung? Di taman marah marah sendiri. Kenapa?" Aku yakin itu suara Rafly. Aku tak memperdulikannya. Sungguh pikiranku kacau. Begitupun dengan hatiku.
"Dih, diem aja. Lo kenapa? Coba dong cerita sama Cogan ini. Kali aja otak pinter ini bisa kasih solusi."
"Gue bentak Nk tadi Fly."
"Gara gara Nk ribut sama Raisha?"
"Kok lo tau?"
"Ya tau lah. Gue tadi liat. Seru banget dah. Mau nonton dari deket takut kena. Itu orang berdua kan udah kayak orang kesetanan."
"Orang berantem bukannya misahin atau apa kek malah ditonton."
"Lo gak usah nyuruh gue deh. Lo sendiri yang disitu deket mereka aja cuma liatin."
Aku langsung diam seribu bahasa. Betul juga kata Rafly. Aku sendiri hanya menyaksikan pertengkaran mereka tanpa ada niatan memisahkan.
"Terus Nk sekarang dimana?"
"Di atas bumi bawah langit itu udah pasti."
"Kali aja di khayangan atau awan. Dia kan secantik bidadari."
"Gak usah memuji pacar gue yak, awas kalau sampai lo suka. Gue buang ke sungai amazon biar dimakan ulat phyton."
"Sadis lo Mung. Gue cuma memuji kagak naksir. Sensi amat dah. Makanya jadi cowok jangan ganteng pake banget jadi gak direbutin cewek. Pusing kan lo sekarang? Jadi cowok itu kayak gue, gantengnya pas. Jadi idup ya slow slow aja."
"Anying, serah lu dah joms. Gue mau pergi aja. Tambah gila gue kalau ngomong sama lo."
"Nje, gue waras."
"Iya, saking warasnya sampai gila jiwa raga."
Aku meninggalkan Rafly di taman. Lebih baik aku menyegarkan pikiran. Otakku benar benar suntuk menghadapi semua masalah.
Author Pov.
Raisha tertawa senang. Perlahan rencananya yang dibantu orang itu mulai berhasil. Sedikit demi sedikit Mungga mulai ada rasa lagi padanya.
"Lo puas kan dengan kinerja gue?"
"Lo emang hebat. Tapi, gue belum puas karena Mungga belum sepenuhnya jadi milik gue."
"Lo tenang aja, selama gue masih ada sama lo perlahan tapi pasti Mungga jadi milik lo. Nk masalah gampang, tinggal tentang perasaan Mungga-nya aja."
Raisha tersenyum licik. Dia sudah tak sabar menantikan hari dimana Mungga kembali menjadi miliknya. Raisha yakin akan mendapatkan Mungga dengan cara liciknya.
"Wait me back to your life Mung. You just mine."
Tbc....
Nah loh, udah masuk konflik ini. Maafkan yang terlalu cepat ke konflik. Soalnya rencana aku CS2 gak sampai dua puluh part lebih. Maklumlah, fokus terbagi sana sini.
Em, maafkan aku baru update. Authornya lagi drop nih. Jadi, maklumin ya kalau part ini gaje, acak acakan atau kurang klimaks. Ini update juga maksa. Beneran drop ini, otaknya mampunya segitu. Ini juga yang ngetik temen aku. Aku ngomong dia yang ngetikin. Kalau besok baikan pasti update lagi kok. Tapi, kalau nggak ya mohon maaf harus menunggu sampai aku baikan. See you next part guys😘😃❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated✔
FanfictionGak ada sinopsis. Kepo baca aja. Ingat! Tinggalkan cerita jika merasa mual atau bosan. ❤Terdiri 2 Season. Season 1 (Completed) dan Season 2 (Completed)❤ (Season1) "Start 28 April 2018-Finish 5 Juni 2018" (Season2) "Start 17 Juni - Finish 14 Juli" *C...
