Nk dan Namira berjalan di koridor dengan obrolan yang tidak penting. Namun, cukup untuk menghibur diri. Keadaan Nk yang sedikit sakit hati membuatnya tak banyak melucu.
"Njir." Nk berteriak ketika seseorang menarik ikat rambutnya sehingga rambutnya yang tadinya dikuncir menjadi tergerai.
Nk menatap pelakunya dengan kilatan emosi. Bermacam sumpah serapah dia kumandangkan dalam hati. Berbagai ancaman juga turut serta menggema dihatinya.
"(Nam), lo mau apa?" Namira meneguk saliva susah payah ketika melihat Nk mencopot sebelah sepatunya.
"Dasar kampret item gila!" Nk melayangkan sepatu ke arah orang itu dengan penuh kemarahan.
Hap....
"Gak kena. Gue bawa sepatu lo ya (nam)? Sampai jumpa di kelas."
"Mungga!!! Awas lo ya!!!"
Nk sungguh sungguh kesal dengan kejahilan Mungga. Namun, ada sebuah rasa bahagia. Dirinya bisa berinteraksi lagi dengan Mungga walau lewat sebuah pertengkaran.
"Mir, gimana dong? Gue kayak orang gila kalau jalan ke kelas gak pake sepatu plus rambut berantakan gini."
"Gak papa lah, koridor masih sepi kok. Lagian, lo kan emang udah gila."
"Mira!" Satu jitakan mendarat mulus di kepala Namira.
"Lo mah marah gak kira kira. Marahnya ke sape eh lampiasinnya ke sape."
"Buruan ke kelas, keburu rame."
Nk dan Namira berjalan ke kelas mereka dengan Nk yang dandanannya acak acakan. Dalam langkahnya, Nk selalu menggerutu dan mengancam Mungga.
Nk sampai ke kelas. Matanya langsung tertuju pada lelaki yang tengah memegang sebelah sepatunya. Dengan langkah cepat, Nk mendekati Mungga.
"Eits, duduk dulu baru gue kasih." Mungga menjauhkan sepatu milik Nk ketika si empunya ingin mengambil.
"Nih gue duduk." Nk duduk dengan emosi yang sedikit terkendali.
Mungga tersenyum dan membuka tas miliknya. Sebuah sisir sudah ada di tangan kanan Mungga. Dia mulai mengarahkan sisir itu ke rambut Nk.
Rambut Nk disisir dengan halus oleh Mungga. Dia juga memberikan Nk sebuah bando untuk menghiasi rambut Nk.
"Sorry, nih udah gue rapiin rambut lo. Gue gak iket lagi soalnya iket rambut lo udah gue buang. Lo cantikan digerai loh."
Ucapan Mungga berhasil membuat pipi Nk merona. Jantung Nk pun kembali berdetak lebih cepat dari biasanya. Sebuah senyum manis terukir dibibir Nk.
Mungga berhenti menyisir dan berjalan ke depan Nk. Dia berlutut dan memakaikan sepatu Nk. Setelah kedua sepatu Nk terpasang, Mungga menatap Nk dan sebaliknya. Tatapan mereka bertemu. Senyuman tersungging dibibir masing masing. Hingga bayangan suatu hal membuat senyum Nk memudar dan menghilang. Tinggalah wajah datar yang Mungga tatap.
"Lo masih marah?"
"Nggak." Jawab Nk ketus lalu beranjak dari duduknya.
Mungga menatap kepergian Nk dengan rasa bingung. Sedangkan Nk, wajahnya datar tetapi sebenarnya hatinya sangatlah bahagia.
"*"*"*"
Bel istirahat membuat seluruh siswa merasa lega. Dengan tergesa gesa semuanya keluar kelas. Kebanyakan dari mereka menuju ke kantin.
Nk, Namira, Rara, dan Diva berjalan santai menuju kantin. Obrolan ringan menemani langkah mereka. Wajah sumringah Nk terus terpancar karena kembalinya Mungga seperti biasa, yaitu menyebalkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated✔
FanfictionGak ada sinopsis. Kepo baca aja. Ingat! Tinggalkan cerita jika merasa mual atau bosan. ❤Terdiri 2 Season. Season 1 (Completed) dan Season 2 (Completed)❤ (Season1) "Start 28 April 2018-Finish 5 Juni 2018" (Season2) "Start 17 Juni - Finish 14 Juli" *C...
