Jimin memberhentikan mobilnya didepan sekolah Hyera.
ia baru saja selesai dari rapat tadi.
sekarang jam 5, seharusnya gadis itu sudah pulang.
siswa-siswa mulai keluaran dari gerbang.
Jimin mengambil handphonenya, berniat menelfon Hyera namun gadis itu tiba-tiba saja sudah keluar dari gerbang dengan 'Jungkook disampingnya
dilihatnya ia sedang bercanda dengan tangan Jungkook yang melilit pundaknya.
sesekali Jungkook mengacak-acak rambutnya.
Jimin yang melihat itu kembali merasakan hal aneh dihatinya. rasanya sangat kesal dan menjengkelkan.
ia memencet beberapa nomor dihpnya lalu menelfonnya.
ia melihat Hyera mengambil hpnya yang berada di saku sekolahnya. matanya sedikit terkejut saat melihat layar handphonenya lalu perlahan melihat kearah Jungkook.
tak lama ia mengangkat telfonnya.
"ya! kenapa kau menelfonku? ada Jungkook disini!" ucapnya setengah berbisik.
"aku didepan gerbang, arah jam 10" balasnya lalu Hyera langsung melihat kearah mobilnya.
"aku pulang dengan Jungkook"
"kau pulang denganku."
"aku sudah janji pulang dengannya!"
"masuk ke mobilku sekarang atau aku akan keluar menarikmu" ucapnya lalu langsung mematikan sambungan.
diluar sana Hyera menggerutu tak jelas, lalu kembali berjalan kearah Jungkook.
ia menggigit bibirnya "Jungkook-ahh, sepertinya aku tidak bisa pulang denganmu?"
"wae?" tanyanya menatap Hyera
Hyera mengalihkan pandangannya, apa alasan yang bisa ia gunakan?
"aku .. ada keperluan"
"ayo, aku akan menemanimu" balasnya lalu tiba-tiba menarik tangan Hyera.
namun gadis itu segera menahannya, "aniya, aku bisa sendiri"
Jungkook mengerutkan keningnya, ia diam sebentar. lalu menghela nafas "arraseo, hati-hati. aku akan menelfonmu nanti" ucapnya lalu mengacak rambut Hyera
"jalga!" ucap Hyera sedikit berteriak saat Jungkook berjalan menjauh.
kemudian ia berbalik, berjalan kearah mobil Jimin dengan kesal.
ia membuka pintu mobil lalu masuk.
"ya! Ajussi, kenapa kau--"
belum sempat berbicara, Jimin langsung melajukan mobilnya dengan tiba-tiba membuat Hyera yang belum duduk dengan benar terkejut bukan main.
beberapa saat kemudian, Jimin sedikit memelankan mobilnya.
"sepertinya kau sangat dekat dengan Jungkook" ucapnya memulai percakapan.
"aku memang sudah dekat dengannya" balasnya.
"jangan terlalu dekat dengannya,"
"kau tidak mempunyai hak untuk itu"
"kubilang jangan terlalu dekat dengannya, 'Park Hyera." lanjutnya sedikit menekan kata Park agar gadis itu tau jika dia sudah berganti marga.
Hyera menatap Jimin tak percaya, ada apa dengan Ajussi itu hari ini?
"percuma saja kau melarangku, aku akan tetap dekat dengannya" balasnya ketus "sangaaaaat dekat" lanjutnya disamping Jimin yang sedang menyetir.
tiba-tiba Jimin membanting setirnya ke bahu jalan lalu memberhentikan mobilnya,
Hyera memegang erat kursi mobil lalu memegang dadanya terkejut, Ajussi ini benar-benar gila.
seketika Jimin langsung menatapnya tajam, "kenapa kau tidak pernah sekali saja menurutiku!?" ucapnya tajam
Hyera balik menatapnya tajam, "untuk apa aku menurutimu?!"
"aku adalah suamimu sekarang!"
"lalu kenapa jika kau adalah suamiku?!" Ajussi ini semakin membuatnya kesal.
"tentu saja kau harus menurutiku!"
mata Hyera memerah, ini benar-benar membuatnya kesal. ia paling tidak suka jika harus seperti ini.
"lalu jika aku tidak ingin menurutimu?!"
Jimin mengepalkan tangannya, kenapa gadis ini sangat keras kepala ?!
"aku akan bilang pada Jungkook jika kau adalah istriku!"
Hyera diam, matanya semakin menatap Jimin tajam. ia melepas seatbelt yang melilit ditubuhnya.
"aku tidak ingin menurutimu dan akan slalu dekat dengan Jungkook!" ucapnya lalu membuka pintu mobil dan keluar.
Jimin menghela nafas lalu membuka pintu mobil, menyusul Hyera.
tangannya menahan tangan Hyera. gadis itu menepisnya namun Jimin tetap menariknya membuat ia berbalik.
mereka diam, nafas Hyera memburu.
Jimin menatapnya, lalu menghela nafas panjang. "baiklah, maafkan aku" ucapnya pelan. "maaf karena berteriak padamu"
Hyera diam, matanya menatap kearah jalanan yang ramai, tidak menatap Jimin.
Jimin menggenggam tangannya "ayo pulang" ucapnya lalu menarik Hyera kembali ke mobil.
.
.
HyeraPOV
saat sampai di apartemen, aku langsung memasuki kamar dan mengganti baju lalu langsung keluar kamar.
tadinya aku ingin dikamar saja, tidak ingin melihat Ajussi itu namun perutku berteriak lapar.
aku berjalan kearah dapur, sebelumnya aku melihat Ajussi itu sedang duduk disofa menelfon seseorang dan jas kerjanya yang sudah ia lepas.
aku benar-benar terkejut tadi saat melihat dia marah, ini pertama kalinya. biasanya ia slalu terlihat biasa saja padaku. namun tadi sangat berbeda.
itu membuatku sedikit takut, tapi aku menyembunyikannya.
aku membuka kulkas, persediaan makanan kita hampir habis. aku mengambil beberapa roti dan minuman kaleng.
saat aku menutup pintu kulkas dan berbalik, jantungku hampir saja berhenti saat melihat Ajussi itu sudah berdiri dibelakangku.
aku memundurkan badanku hingga punggungku menempel dengan kulkas, jarak kita hanya sejengkal. dan sekarang aku bisa merasakan hembusan nafasnya.
aku mendongak menatapnya, tanganku memegang erat roti dan kaleng yang berada ditanganku
dia bersikap aneh lagi,
sekarang tangannya bergerak kesisiku lalu menekan pada kulkas, mengurungku. aku tidak tau arti tatapannya tapi ini membuat jantungku berdegup tidak karuan.
aku tidak mencium bau alkohol dari badanya, dia tidak mabuk, tapi apa yang dia lakukan sekarang ?!
tbc,
btw yg lg telfonan sama Jimin itu Jungkook. sengaja dikasih tau biar pada gapenasaran hehe
KAMU SEDANG MEMBACA
Married You
Fanfiction[SUDAH DITERBITKAN | TERSEDIA DI GRAMEDIA] "kenapa aku harus menikah dengan Ajussi sepertinya?!"
