🚫long part!
🍪
"Terimakasih, Ming. Sudah mau mengantar ku kesini."
Ucap Eunha sambil tersenyum lebar. Ia melepas sabuk pengamanan. Mingyu tersenyum sambil mengangguk.
"Kau mau ikut tidak?"
Mingyu menggeleng sambil terkekeh. Eunha membuka pintu dan keluar. Mingyu membuka jendela.
"Mana mungkin aku bergabung dengan kalian. Pokoknya nanti malam aku menjemput mu di studio nya Myungho!"
Eunha tersenyum sambil mengangguk. "Doakan wawancara revisi nya lancar, ya! Pai!"
Mingyu melambaikan tangannya sepeninggal nya Eunha masuk ke gang. Ia tersenyum tipis.
Sekitar seminggu an ia kembali dekat dengan Eunha. Gadis itu menerimanya sebagai teman. Bahkan tak jarang selama seminggu lebih, Eunha selalu minta tolong padanya.
Tak jarang juga ia melihat Eunha melamun sendiri. Kemudian menangis tanpa suara.
🍪
Eunha memasuki restoran mie. Ia berjinjit agar bisa melihat teman-teman nya.
"Eunha!"
Gadis itu menoleh ke sumber suara, ia tersenyum sambil melambaikan tangan pada Shinbi dan Yewon serta Yuna yang sedari tadi sudah menunggu nya. Ia kemudian mengambil tempat di sebelah Yewon.
Ia memeluk gadis yang kini makin cantik itu. Poni nya yang sudah mulai memanjang mulai ditata kesamping, ia mengecat rambutnya menjadi pirang kecoklatan.
"Kenapa doi nya Hansol sekarang makin dewasa, sih?"
Tanya Eunha gemas sambil menyubit pipi Yewon yang juga mulai mengurus.
"Hei, unnie. Dia berubah begini karena guru piano nya. Benar kan, Won? Kekeke."
"Diam kau, Shin!"
Eunha mengangkat alis nya. Kemudian menatap Yewon yang sedang menatap tajam Shinbi.
"Guru piano? Oh! Yang kau bilang seorang namja dingin dan putih seperti salju itu?"
"Jangan lupa kalau dia sipit, unnie!"
Seru Shinbi memotong sambil tertawa dengan Yuna, mereka melakukan high five. Yewon mendesis, pipi nya mulai memerah.
"Namanya siapa?"
Yewon nyengir. "Yoongi oppa."
"Tuh kan panggilan nya Oppa!" kali ini Yuna yang berseru pada Yewon.
Eunha tertawa kecil. Lama sekali ia tak berkumpul bersama ketiga sahabat nya ini. Mungkin sekitar satu setengah bulan?
Jangan tanya kenapa ia selalu tak ikut untuk hangout. Harusnya kalian tahu siapa pelakunya.
"Lalu bagaimana dengan Hansol, Won? Kekeke. Apa dia tahu soal ini?"
Tanya Eunha sambil meminum minuman yang telah dipesan oleh Yuna tadi.
"Vernon tahu. Dia bilang dia baik-baik saja. Dia bahkan tetap mengantar jemput ku dari rumah ke kampus. Entahlah, kadang aku berpikir kenapa dia masih saja baik padaku."
Eunha mengangguk mengerti. Ia kemudian menarik maju semangkuk mie kuah dingin.
"Kau sendiri, unnie? Bagaimana hubungan mu dengan Jungkook? Aku dengar dari Hoseok kalau kau sekarang tinggal bertiga dengan nya dan Kak Yerin."
KAMU SEDANG MEMBACA
milky way. ✔
Fanfictionsince first met, she knew that he's a destiny. ft. jjk & jeb © cheerajung, 2018
