🍬-SELAMAT MEMBACA-🍬
|•••••••••••••••••|
Sinar matahari sudah berhasil merusak tidur nyenyak seorang gadis remaja, yang masih memeluk guling dan mulut sedikit terbuka.
Tidurnya sangat tidak santai. Bermain kesana kemari membuat keadaan ranjangnya menjadi seperti kapal pecah. Aluna membuka matanya perlahan sambil menggaruk hidung mancungnya.
"Hoamm!" Aluna bangkit. Sekarang hari minggu, waktunya ia mencari udah segar diluar. Ia bergegas menuju kamar mandi untuk sekedar cuci muka karena akan berolahraga pagi hari.
Setelah beres membersihkan diri, Aluna berjalan menuju lemari dan mulai mengganti pakaian dengan santai untuk berolahraga pagi. Ia pun bergegas ke dapur terlebih dahulu untuk membawa minum, persiapan agar tidak kehausan saat berlari pagi nanti.
"Pagi..." sapa Aluna saat sudah berada di lantai satu rumahnya. Semua sedang berkumpul di ruang keluarga dengan aktivitas masing-masing. Kecuali Ibunya yang sedang sibuk memasak di dapur bersama bi Asih.
"Lari pagi, neng?" kata Bima sambil memakan snack-nya.
"Mau nyari jodoh." cetus Aluna.
"Bu, Luna olahraga dulu!!!" pamitnya sambil menenteng botol minum di tanganya.
"Ya," jawab Rossa.
•••••
Aluna menghirup udara segar pagi ini sambil memejamkan matanya. Sepasang telinganya yang di sumbat oleh earphone dan sudah tersetel lagu favoritnya.
Sesekali ia bersenandung menikmati lagunya. "Ku.. bosan sudah ku menyimpan rasa, kepadamu..."
Terlalu nikmat mendengar lagu. Tak sadar sudah ada seseorang berada di sampingnya sambil terkekeh melihat wajah Aluna. Merasa ada seseorang, ia langsung menengok kearah kanan dan terkejut.
"Andras? Lo ngapain disini?" tanya Aluna heran.
Andras entah sejak kapan sudah berada di sampingnya dengan seluruh tubuh sudah terlapisi kaos lengan pendek berwarna polos dan celana trening olahraganya.
"Lagi lari pagi," jawab Andras.
Aluna mendesis, "Maksud gue, kenapa sampai ke komplek gue? Rumah lo sebenarnya dimana sih?"
"Di komplek sebelah. Kenapa? Mau main kerumah gue?" sindirnya.
"Hahah, keknya lo terlalu berharap. Kasian banget ya..." ucap Aluna sambil menepuk-nepuk pundak Andras.
"Oh? Gitu?"
Aluna memutar bola matanya malas. Lalu ia melanjutkan kegiatan lari pagi tampa memedulikan Andras yang sudah ia tinggal. Aluna masih memikirkan tentang kejadian kemarin. Tentang dirinya bertemu Sarga di Masjid, penampilan lelaki itu beda dari biasanya.
"Jadi, jutek di depan, aslinya itu beda gitu?" gumam Aluna.
Ia jadi berfikir bahwa Sarga bukanlah cowok yang dingin sifatnya dan sangat tidak peduli hal apapun. Dari kesaksian kemarin di Masjid, Aluna jadi berpendapat bahwa Sarga adalah termasuk cowok yang baik, dan soleh.
Siapa yang bisa menduga kalau Sarga ada di Masjid mengenakan baju koko, peci, dan sarung. Aluna yang naksir Sarga pun tidak pernah kepikiran hal seperti itu. Jadi kalau begini ia tidak bisa memastikan Sarga itu cowok jutek dan dingin, Aluna harus cari tahu sifat sebenarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sarga
Dla nastolatków⛔Follow untuk membaca. Cerita segera di Private⛔ Aluna namanya. Si cewek pencicilan dan sangat polos yang baru masuk SMA. Punya hati yang labil, bingung mau suka siapa? Tapi, di hari itu. Aluna memutuskan untuk suka hanya pada 'Dia' cukup satu saj...
